Tembok kamar warga Dusun Plesungan RT 002/ RW 009, Karangpandan, Karanganyar rusak akibat tanah longsor Kamis (9/1/2020). (Istimewa/BPBD Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR – Tanah longsor merusak tembok salah satu kamar warga Dusun Plesungan RT 002/ RW 009, Karangpandan, Karanganyar Kamis (9/1/2020) sore. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com, Jumat (10/1/2020), tanah longsor terjadi Kamis sore pukul 15.30 WIB. Tanah di pekarangan warga Heri Sujoko, 41, kemudian longsor dan menimpa rumahnya. Akibatnya, tembok rumah berukuran 4x2 meter rusak diterjang longsoran tanah.

Sebelum terjadi tanah longsor, berdasarkan kesaksian warga yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar tiga jam. Hujan deras diduga menjadi penyebab terjadinya tanah longsor.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa akibat dari tanah longsor tersebut dan penghuni tidak mengungsi. Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko, menjelaskan tim BPBD Karanganyar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan kajian cepat di lokasi kejadian.

“Setelah longsor kami langsung datang ke lokasi. Kami juga melakukan assesment untuk mengecek kondisi bangunan yang terdampak dan mengetahui apakah ada korban jiwa atau tidak. Untungnya tidak ada korban jiwanya dan hanya kerugian material akibat dari rumah yang diterjang tanah longsor,” beber dia kepada Solopos.com.

Viral Alat Berat Babat Hutan Lawu, Bupati Karanganyar Desak Izin Dicabut

Bambang Jatmiko juga menjelaskan hingga Jumat tim BPBD Karanganyar bersama masyarakat dan relawan masih melakukan kerja bakti untuk membersihkan lokasi. Pihaknya juga masih dalam proses untuk mengkategorikan jenis kerugian yang dialami warga terdampak.

“Proses saat ini masih berjalan karena tim masih di lapangan untuk kerja bakti dan pendataan. Nanti baru diketahui kerugiannya berapa dan akan dikategorikan apakah rusak ringan atau berat. Itu nanti menentukan bantuan yang akan diberikan kepada warga. Kami juga melakukan kajian apakah rumah masih aman dihuni atau tidak. Saya masih menunggu laporan yang ada di lapangan,” papar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten