Ilustrasi tanah longsor. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN – Tarto, 50, warga Tempel, Sleman, Jogja meninggal dunia akibat tertimbun longsoran saat menambang galian C di lereng Gunung Merapi. Peristiwa tragis itu terjadi di Jurang Krasak, Gondang, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Jumat (29/11/2019) pukul 19.00 WIB.

Saat tertimbun longsor, Tarto tengah mengoperasikan alat berat berupa backhoe di area pertambangan Klaten. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Tarto biasanya mengakhiri aktivitasnya menambang galian C di lereng Gunung Merapi, setiap harinya, pukul 17.00 WIB.

Tetapi, kemarin Tarto menambang galian C hingga malam. Tarto harus mengisi bak truk milik pembeli galian C dari luar Klaten. Di tengah menambang, tiba-tiba tebing setinggi 10 meter di atas backhoe yang dioperasikannya longsor. Longsoran tersebut sempat menimbun backhoe dan Tarto.

Warga dan sukarelawan yang berada di dekat lokasi kejadian langsung mengevakuasi Tarto. Evakuasi korban yang juga menggunakan backhoe tersebut berlangsung selama 15 menit. Saat ditemukan, Tarto sudah meninggal dunia dengan luka lebam di bagian kepala. Diduga, Tarto meninggal dunia karena tidak dapat bernafas akibat tertimbun longsor.

“Bagian depan backhoe atau belalai backhoe itu masih terlihat. Sekilas, tidak ada luka lecet. Hanya lebam itu [di kepala]. Evakuasi berlangsung lancar [sebelum korban dibawa ke rumah sakit dan rumah duka],” kata Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno, kepada Solopos.com, Sabtu (30/11/2019).

Sutarno mengatakan, kejadian tebing longsor di kawasan Jurang Krasak sudah terjadi tiga kali dalam beberapa tahun terakhir. Setiap penambang diharapkan selalu berhati-hati saat beraktivitas di lokasi tersebut.

“Sebelumnya juga pernah ada kejadian di lokasi yang sama [penambang tertimbun longsor]. Kejadian tebing longsor, Jumat (29/11/2019) itu memang ujug-ujug [tiba-tiba]. Saat kejadian juga tidak terjadi hujan. Dari kami hanya mengimbau ke para penambang agar selalu memperhatikan lahan di sekitar [saat menambang],” kata Sutarno.

Kapolsek Kemalang, Iptu Edy Prasetyo, belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian seorang penambang yang meninggal dunia karena longsor di Tegalmulyo tersebut. Iptu Edy Prasetyo tidak menjawab panggilan telepon Solopos.com hingga Sabtu siang. Dia juga belum menjawab pesan yang dikirimkan Solopos.com lewat Whatsapp (WA).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten