Tertangkap Kamera! Sejoli Bermesraan di Alun-Alun Karanganyar, Langsung Dikukut Satpol PP

Dua sejoli berstatus pelajar diangkut menggunakan mobil patroli Satpol PP Kabupaten Karanganyar karena bermesraan di Alun-Alun Karanganyar.

 Dua sejoli mendapat pembinaan di Kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (25/3/2021) karena tertangkap kamera warga saat sedang berpelukan di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

SOLOPOS.COM - Dua sejoli mendapat pembinaan di Kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (25/3/2021) karena tertangkap kamera warga saat sedang berpelukan di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejoli diangkut menggunakan mobil patroli Satpol PP Kabupaten Karanganyar karena bermesraan di ruang publik, tepatnya di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar pada Kamis (25/3/2021).

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, sejoli itu tertangkap kamera sedang berpelukan. Mereka duduk di paving tepi Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, tepatnya di sisi selatan Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI) Karanganyar. Lelaki menghadap ke selatan sedangkan perempuan menghadap ke utara. Tangan kiri lelaki melingkar di pinggang perempuan.

Baca Juga: Bongkar Kasus Penculikan Anak Jogonalan, 26 Polisi Dapat Penghargaan dari Kapolres Klaten

Mereka tidak menduga apa yang sedang mereka lakukan itu tertangkap kamera orang yang berada di sekitar Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Foto tersebut sampai ke tangan Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar. Anggota Satpol PP menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi dua sejoli. Mereka diangkut menggunakan mobil patroli Satpol PP sekitar pukul 13.15 WIB.

Kepala Seksi (Kasi) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribum Tranmas) Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Sugimin, menyampaikan sejoli itu dibawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan. Perempuan berinisial DS, 17, warga Kecamatan Mojogedang dan lelaki berinisial DC, 18, warga Kecamatan Jaten. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan.

Surat Pernyataan

Pantauan Solopos.com, dua sejoli berada di ruang Seksi Tribum Tranmas selama 30 menit. Saat keluar ruang, DS menundukkan kepala sembari mengusap kedua mata berulang kali. Sejoli itu menulis perbuatan yang melanggar aturan pada surat pernyataan adalah "mengesun di jidat" atau mencium dahi.

"Kami selaku perwira jaga mendapat informasi dari Pak Yopi [Kepala Satpol PP] bahwa ada aduan dari masyarakat. Ruang publik kok untuk yang-yangan [pacaran], berpelukan. Kami bawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan ringan. Mereka mengakui dan meminta maaf," tutur Sugimin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Baca Juga: Keren! Anak Petani di Madiun Jadi Mahasiswi Termuda Unair Lewat SNMPTN 2021

Sugimin menyampaikan belum memberikan sanksi terhadap sejoli berstatus pelajar itu. Tetapi, Sugimin memastikan bahwa Satpol PP akan memberikan sanksi tegas apabila mereka kembali mengulangi perbuatan tersebut dan tertangkap Satpol PP.

"Kalau nanti mengulangi perbuatan dan tertangkap, kami panggil guru yang bersangkutan. Itu kalau dia pelajar. Kalau tidak pelajar ya kami panggil keluarga maupun kerabat mereka ke kantor. Ruang publik tidak boleh untuk bermesraan. Diawasi masyarakat," ujar dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Dikenal Teknik Putaran Miring, Melikan Bangun Wisata Edukasi Gerabah

Desa Melikan mengembangkan potensi gerabah dengan membikin wisata edukasi.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).

Kasus Perampokan Maut di Gudang Rokok Serengan Solo Segera Disidangkan

Polresta Solo telah melakukan pelimpahan tahap II kasus perampokan gudang rokok di Jl Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, ke Kejari Solo.

Belum Diresmikan, Bangunan Baru Pasar Legi Solo Malah Kebanjiran

Bangunan baru Pasar Legi Solo yang baru mulai ditempati pedagang dan belum diresmikan kebanjiran saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.