Logo PKS. (Wikimedia.org)

Solopos.com, BOYOLALI—Perolehan kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Boyolali rupanya tak sesuai dengan proyeksi.

Partai yang sebelumnya optimistis bisa mempertahankan empat kursi di DPRD Boyolali, berdasarkan rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali, akhirnya harus legawa lantaran perolehan mereka akhirnya tertahan hanya di tiga kursi.

Berikut tiga caleg PKS yang berhasil melenggang ke DPRD Boyolali:

1. Muslimin dari dapil I (Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras) dengan perolehan 2.941 suara.

2. Siti Zumrotun dari dapil IV (Simo, Klego, Andong, Nogosari) dengan 2.417 suara.

3. Moh.Basuni dari dapil V (Sambi, Ngemplak, Banyudono, Sawit) yang memperoleh 3.950 suara.

Meski perolehan kursi DPRD berkurang, namun perolahan suara PKS naik dibandingkan 2014.

Pelaksana Humas PKS Boyolali Ahmad Hasyim mengatakan pada pemilu 2014 PKS meraup sekitar 33.000 suara sedangkan pada Pemilu 2019 PKS memperoleh 47.637 suara.

“Perolehan suara kami baik untuk para caleg maupun partai dipengaruhi juga oleh faktor eksternal, di antaranya menguatnya PDIP. Tetapi semua ini tetap kami syukuri karena meskipun kursi DPRD berkurang, tetapi jumlah suara kami justru bertambah,” kata dia.

Sebagai informasi, Rapat Pleno KPU Tentang Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Boyolali akhirnya memunculkan kepastian komposisi perolehan kursi di DPRD Boyolali.

Masing-masing adalah 35 caleg asal PDIP, empat caleg asal Partai Golkar, tiga caleg asal PKS, dua caleg asal PKB, dan satu caleg asal Gerindra.

PAN dan Demokrat yang pada Pemilu 2014 masih memiliki masing-masing tiga dan satu kursi, kini harus legawa kandas tak mendapatkan kursi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: