Tersesat di Merbabu, Pendaki WNA Hangatkan Diri dengan Daun Kering

Sebelum ditemukan dalam kondisi selamat di Blok Tulangan di lereng Gunung Merbabu, pendaki WNA asal Ukraina mengalami kedinginan sehingga ia menghangatkan badannya dengan daun kering.

 Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang tersesat di Gunung Merbabu, Mykola (kiri) berbincang dengan sukarelawan di Resort Selo, Minggu (5/12/2021) dini hari. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang tersesat di Gunung Merbabu, Mykola (kiri) berbincang dengan sukarelawan di Resort Selo, Minggu (5/12/2021) dini hari. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI – Sebelum ditemukan dalam kondisi selamat di Blok Tulangan di lereng Gunung Merbabu, pendaki warga negara asing (WNA) asal Ukraina mengalami kedinginan. Untuk menghangatkan badannya, dia menyelimuti dirinya dengan daun kering.

Proses evakuasi WNA dari lereng Gunung Merbabu tersebut melibatkan Tim SAR Rajawali dan Masyarakat Peduli Api Taman Nasional Merbabu dengan total 11 orang. Tim ini dibagi menjadi dua kelompok.

Tim SAR menduga WNA bernama Mykola tersesat di Blok Tulangan. Namun, pada rencana awal, rute pencarian hanya berada di kawasan sampai Pal HM 25. Sebab, Blok Tulangan merupakan hutan yang rapat dan berbahaya.

Baca Juga: Tersesat di Gunung Merbabu, WNA Asal Ukraina Ditemukan Selamat

“Tim SAR lalu memutuskan mencari ke Blok Tulangan. Mykola ditemukan dalam kondisi kedinginan. Ia terlihat duduk. Untuk menghangatkan diri, dia menyelimutkan daun kering ke badannya,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (5/12/2021).

Sebelumnya, seorang WNA asal Ukraina yang tersesat di Gunung Merbabu ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (5/12/2021) dini hari. Ia awalnya mendaki Gunung Merbabu bersama dua teman senegaranya pada Sabtu (4/12/2021) pagi.

Ketiga WNA ini yakni Dean, Alex, dan Mykola. Mereka mendaki Merbabu melalui jalur Selo. Keberadaan mereka diketahui oleh petugas Resort Selo Sabtu pagi. Saat tiba di kantor, petugas melihat ada dua sepeda motor terparkir.

Petugas memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) dan menemukan ketiganya tiba di Resort Selo sekitar pukul 5.45 pagi. Kemudian, 10 menit berikutnya mereka mulai mendaki di jalur pendakian yang sebetulnya masih ditutup ini.

Baca Juga: Kabar Gembira! 2 Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kembali Dibuka

“Mendaki lewat Selo tidak sesuai prosedur. Mereka naik sampai puncak Kenteng Songo. Terus turun,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (5/12/2021).

Junita menjelaskan pada saat perjalanan turun, Dean dan Alex berjalan di depan. Sedangkan, Mykola berjalan di belakang. Sebab, Mykola berusia 60 tahun. Ketiganya turun bersama meski berjalan berjauhan.

Pada saat ketiga melewati Pal HM 25 sampai Pal HM 22, Mykola tertinggal sekitar 200 meter. Saat Dean dan Alex tiba di Pal HM 22, Mykola tak terlihat. Mereka menunggu Mykola hingga 40 menit namun tak juga terlihat.

Baca Juga: 3 Pemanjat Tugu Triangulasi Terungkap, Dilarang Setahun Naik Merbabu

Mykola tampaknya mengatur ponselnya memakai GPS sebagai panduan. Kondisi hujan deras yang terjadi pada saat itu menghambat jalannya.

Pada jalur antara Pal HM 25 sampai Pal HM 22 ini ada sebuah persimpang yang seharusnya terlihat jelas. Jalur yang benar adalah berbelok ke kanan dengan rute agak menurun. Sedangkan, ke kiri merupakan jalur penelitian menuju blok tulangan.

“Saat itu, dia ragu mau ambil ke kanan. Akhirnya pilih jalan arah satunya [ke kiri]. Saking lebatnya hujan, jarak pandang hanya 1 meter. Pandangannya tak jelas akhirnya mengambil jalan yang salah ini terus. Makin ke timur ke arah Ampel. Namanya blok tulangan. Ini hutan Taman Nasional Merbabu paling rapat,” ujar dia.

Baca Juga: Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dean dan Alex tiba di Resort Selo sekitar pukul 17.00. Ia melapor kepada petugas bahwa masih ada satu temannya di atas. Petugas pun mulai menyiapkan tim evakuasi. Namun, hujan deras membuat evakuasi ini tertunda. Tim ini baru berangkat pada pukul 20.00.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

Selamat! 13 Sekolah di Sragen ini Lolos Adiwiyata Nasional dan Mandiri

Sebanyak 13 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di Sragen berhasil menjadi Sekolah Adiwiyata baik tingkat nasional maupun mandiri.

Datangi Bengkel, Kapolsek Jatipurno Minta Aksesoris Motor Harus Standar

Kapolsek Jatipurno Wonogiri turun ke bengkel sepeda motor meminta pemilik bengkel tidak melayani pemasangan aksesoris motor tak sesuai standar.

Bupati Sukoharjo: Masyarakat Tak Perlu Takut Divaksin Booster!

Saat ini, BUpati mengungkapkan status Sukoharjo masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Tepergok Coret-Coret Pintu Toko di Solo, 2 Pelaku Vandalisme Ditangkap

Tim Sparta Polresta Solo menangkap dua pemuda yang tepergok tengah melakukan aksi coret-coret pintu bekas toko di Jl A Yani, Rabu (19/1/2022) dini hari.

Keindahan WKO Bisa Dinikmati Maksimal di Gunung Kemukus pada Bulan Ini

Keberadaan Waduk Kedung Ombo menambah daya tarik Objek Wisata Gunung Kemukus di Sragen. Keindahan maksimal bisa dinikmati wisatawan saat air Waduk Kedung Ombo mencapai ketinggian puncak.

Kecemplung Kali Pas Naik Motor, Warga Trucuk Klaten Ditemukan Meninggal

Titik Dwi Sumiati, 60, warga Desa Gaden, Trucuk, Klaten, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Kali Kuning, Kecamatan Trucuk, Kamis (20/1/2022) malam.

Di Sukoharjo, Anak-Anak Diajak Naik Mobil Patroli Polisi Usai Divaksin

Adanya varian baru virus Covid-19 jenis Omicron menjadi tantangan bersama untuk menurunkan angka penularan dengan cara percepatan vaksinasi maupun penerapan protokol kesehatan.

Ini Rahasia Kenikmatan Seduhan Teh Kemuning

Cita rasa teh asli Kemuning, Karanganyar begitu sedap dan berbeda dari produk lain karena diolah dengan cara tradisional.

Sedapnya Teh Kemuning Karanganyar, Beda dari Pabrikan

Cita rasa teh tradisional dari perkebunan di Kemuning, Ngargoyoso, Jawa Tengah, amat sedap dan berbeda dengan buatan pabrik.

Ini Kronologi Motor Tukang Ojek Asal Jumapolo Dibawa Kabur Penumpang

Entah apa yang membuat Sabar Mualim, tukang ojek asal Matesih, Karanganyar, mau menyerahkan sepeda motornya dipinjam penumpang yang belakangan diketahui adalah penipu ini begitu saja.

Niat Cari Jalan Halus, 2 Truk Ini Terperosok ke Jalan Rusak di Sragen

Dua truk sarat muatan terperosok ke jalan yang rusak di Jl. Gabugan-Sumberlawang tepatnya di dekat SMPN 1 Tanon, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (21/1/2022).

Tega! Bukannya Bayar, Pengojek Solo-Karanganyar Bawa Kabur Motor Sabar

Sepeda motor milik tukang ojek asal Karanganyar, Sabar Mualim, 49, digondol penumpang saat mengantarkan dari Solo-Karanganyar, Kamis (20/1/2022).

Vaksinasi Booster di Wonogiri Menyasar Petugas Pelayanan Publik

Petugas pelayanan publik yang divaksinasi booster di Wonogiri seperti polisi, TNI, perangkat desa, dan pegawai instansi pemerintah.

Warga Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Parit Miri Sragen

Seorang warga lansia ditemukan meninggal dunia di parit Dukuh Sumberjo RT 013, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen.

Berkat Jembatan Gantung, Warga Girpasang Bisa Keluar Kampung Malam Hari

Sebelum ada jembatan gantung, warga Girpasang tidak berani keluar malam karena jalan setapak di tepian jurang kondisinya  licin.