Tersangka Ungkap Alasannya Nekat Jual Lahan Makam Bong Mojo Solo

Dua tersangka, S dan G, mengungkapkan alasannya nekat jual lahan Bong Mojo yang merupakan aset Pemkot Solo.

 Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto (ketiga dari kiri), memperlihatkan barang bukti kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo di Mapolresta Solo, Kamis (18/8/2022). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto (ketiga dari kiri), memperlihatkan barang bukti kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo di Mapolresta Solo, Kamis (18/8/2022). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SOLO — Dua warga Solo berinisial S dan G, keduanya laki-laki, ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, Kamis (18/8/2022). Mereka mengakui nekat jual lahan aset Pemkot Solo itu kepada orang lain lantaran didorong faktor ekonomi.

G sehari-hari bekerja sebagai pengayuh becak sedangkan S bekerja sebagai juru parkir (jukir). Tersangka G menjual lahan seluas 80 meter persegi kepada orang lain pada Desember 2021.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Lahan tersebut dijual dengan harga senilai Rp24 juta dengan pembayaran secara bertahap sejak Desember 2021-April 2022. Sebetulnya, baik tersangka G dan pembeli sama-sama paham mereka melakukan transaksi jual beli lahan milik aset pemerintah daerah.

“Saya membersihkan dan meratakan tanah di lahan makam Bong Mojo Solo pada 2012. Kemudian, saya mendirikan bangunan semi permanen. Pada Desember 2021, ada orang yang datang ke lokasi Bong Mojo. Ia ingin membeli lahan di situ,” katanya saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolresta Solo, Kamis (18/8/2022).

Warga Kelurahan Panggungrejo, Jebres, itu mengaku nekat menjual lahan di Bong Mojo lantaran terdesak ekonomi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi, calon pembeli juga menyepakati harga lahan yang ia jual senilai Rp24 juta.

Baca Juga: Ditetapkan, Ini 2 Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

Hasil penjualan lahan Bong Mojo digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Uangnya saya pakai untuk membeli baju dan kebutuhan hidup sehari-hari. Saya yang membersihkan dan meratakan tanah makam, jadi istilahnya sebagai ganti rugi,” ujarnya.

Membersihkan Lahan

Sementara tersangka S juga mengetahui lahan makam di Bong Mojo berstatus aset daerah Pemkot Solo. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai jukir itu juga meratakan dan membersihkan lahan makam Bong Mojo pada 2018.

Dia hanya membangun fondasi cakar ayam di lahan makam. Kemudian, tersangka S bertemu calon pembeli yang berminat membeli lahan di makam Bong Mojo. Mereka akhirnya sepakat harga lahan di makam Bong Mojo senilai Rp8.250.000 pada April.

Baca Juga: Polisi Sebut Ada Warga Bong Mojo Solo Pegang Sertifikat, Ini Kata BPN

“Memang ada lainnya [transaksi jual beli lahan di makam]. Namun, saya tak mengurusi orang lain. Ini urusan saya sendiri. Saya belum mendirikan bangunan, baru fondasi. Kemudian, ada calon pembeli yang datang dan menyepakati harga lahan makam. Ya sudah saya terima uangnya,” katanya.

Seperti diberitakan, penyidik Polresta Solo menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus jual beli lahan makam Bong Mojo berdasarkan hasil gelar perkara pada Kamis (18/8/2022). Polisi sudah menyelidiki kasus itu sejak Juli 2022 dan berdasarkan gelar perkara para 8 Agustus 2022, kasus itu dinaikkan ke penyidikan.

Polisi kemudian memeriksa belasan orang saksi untuk menguatkan bukti-bukti hingga akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kenalkan Dunia Kerja, Solocom Adakan Kunjungan Industri ke Solopos

      Kunjungan Solocom diikuti sebanyak 22 peserta Program Kecakapan Kerja (PKK) dimana ini merupakan program kursus komputer gratis dari pemerintah.

      Solopos Hari Ini: Bertaruh Keselamatan di Bengawan

      Kehadiran jembatan sasak yang menghubungkan Solo dan Sukohario menjadi dilema karena berisiko tinggi, namun juga menjadi jalur alternatif di tengah macetnya lalu lintas akibat pembangunan fisik yang nyaris tanpa jeda.

      Mantap Nih! Farel Prayoga bakal Tampil di Perayaan Hari Batik Nasional di Solo

      Penyanyi cilik ternama Farel Prayoga djadwalkan memeriahkan perayaan Hari Batik Nasional di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Kemendikbudristek Tetapkan Manuskrip Imam Tabbri Jadi WBTB Pertama Asal Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon Imam Tabbri menjadi WBTB pertama di Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon asal Sragen Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

      Kitab Primbon Haji Tabbri dulunya disampaikan dalam tradisi sorongan di Pondok Pesantren Haji Tabbri di Desa Donoyudan, Kecamatan Kalijambe.

      Agenda Solo Hari Ini: Event Batik di Mana-Mana, Ada Acara Makan Gratis juga

      Agenda Kota Solo hari ini, Sabtu (1/10/2022), cukup padat dengan berbagai acara memperingati Hari Batik Nasional yang digelar di beberapa tempat.

      Harga Pertamax di Sragen Turun, Pengelola SPBU Lakukan Penyesuaian Totem

      Pengelola SPBU di Sragen langsung menyesuaikan di seluruh peralatan SPBU setelah ada pengumuman penurunan harga Pertamax mulai Sabtu (1/10/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022, Tak Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022, Siang Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Sabtu Ini: Hujan Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Sabtu 1 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 1 Oktober, Hujan Lagi Siang sampai Malam

      BMKG dalam prakiraan cuaca untuk hari Sabtu (1/10/2022) memprediksi Solo bakal hujan lagi sejak siang hingga malam.

      Jangan Lupa Bawa Payung! Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini akan Hujan Lebat

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Sabtu (1/10/2022) yakni berawan pada pagi hari, kemudian hujan lebat mulai sore hingga malam hari.

      Hati-Hati di Jalan Ya, Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Hujan sejak Siang

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini pada Sabtu (1/10/2022) menurut prakiraan BMKG dimulai berawan hujan sejak siang hari