Tutup Iklan

Tersangka Tragedi Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali Kemungkinan Lebih dari 1 Orang

Polisi menyebut kemungkinan ada lebih dari satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka tragedi perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo Boyolali.

 Suasana di sekitar lokasi pencarian korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, Minggu (16/5/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Suasana di sekitar lokasi pencarian korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, Minggu (16/5/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI – Polisi masih mendalami tragedi perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021) lalu. Polisi menyebut ada lebih dari satu orang yang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond. Dia pun menegaskan saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

"Kemungkinan, tersangka bisa lebih dari satu. Saya bicara kemungkinan. Saat ini biarkan kami memproses ini sesuai jalurnya. Dari Satreskrim dan Unit PPA sudah bergerak. Kita tunggu saja hasilnya," kata dia, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Kisah Penumpang Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali: Anak Saya Tenggelam

Dia berharap pada Selasa (18/5/2021), jika sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan, akan diketahui hasilnya.

"Kami upayakan Senin atau Selasa, jika sudah naik ke penyidikan, di sana baru bisa disebutkan penetapan tersangkanya ada berapa," kata dia.

Sementara pada Senin (17/5/2021), Kapolres Boyolali, melalui Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin, menambahkan untuk penanganan hukum kasus tersebut saat ini pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada delapan saksi. Para saksi yang dimaksud meliputi pengemudi perahu, pemilik warung apung, ketua RT setempat, kadus setempat, kepala desa setempat, BBWS Pemali Juana serta karangtaruna setempat.

Baca juga: Pulau Jawa Rapuh, Banyak Rongga & Rekahan di Bawah Tanah 

Kecelakaan air perahu terbalik itu terjadi di Waduk Kedung Ombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (15/5/2021) lalu.

"Penanganan hukumnya sampai hari ini kami sudah klarifikasi pemeriksaan kepada delapan saksi. Dari pemeriksaan, saat ini belum ada penetapan tersangka namun ada potensi ke arah tersangka, ada dua yang berpotensi," kata Eko, Senin.

Baca juga: Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Dua potensi tersangka tersebut mengarah pada pengemudi perahu dan pemilik warung apung. Pengemudi perahu, G, 13, bisa disangkakan pasal 359 KUHP, yakni karena lalainya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Sedangkan pemilik warung, K, merupakan pihak yang menyuruh atau mempekerjakan pengemudi perahu. Untuk K bisa disangkakan pasal mempekerjakan anak di bawah umur. Dia mengatakan saat ini masih mendalami lebih lanjut terkait kasus tersebut.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tersesat di Gunung Merbabu, WNA Asal Ukraina Ditemukan Selamat

Seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang tersesat di Gunung Merbabu ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (5/12/2021) dini hari.

8.122 Ha Sawah di Sukoharjo Bisa 4 Kali Panen Setahun, Ini Rahasianya

Lahan sawah di Kabupaten Sukoharjo yang menerapkan IP400 dan bisa panen empat kali setahun bertambah 3.122 hektare dari 5.000 hektare menjadi 8.122 hektare.

Water Barrier Terpasang, Pengendara Lawan Arus Nihil di Jensud Wonogiri

Tak ada lagi kendaraan yang melawan arus sejak pembatas jalan portabel atau water barrier di pertigaan Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) dekat Toko Emas Semar Nusantara, kawasan Kota Wonogiri, kembali dipasang, sepekan lalu.

Solo Ditetapkan Jadi Kota Pemajuan Kebudayaan Indonesia, Apa Artinya?

Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menetapkan Solo sebagai kota pemajuan kebudayaan Indonesia saat kongres di Bogor pekan lalu.

Perhutani Kenalkan Penghijauan Sejak Dini kepada 30 Siswa TK

Sekitar 30 siswa mengikuti penanaman pohon di seputaran Embung Pincil, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat (3/12/2021).

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.