Tersangka Perusakan Benteng Keraton Kartasura Sukoharjo Resmi Ditahan

Tersangka perusakan benteng baluwarti Keraton Kartasura yang pertama atau di Krapyak Kulon RT 002/RW 010, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/4/2022) lalu, resmi ditahan, Senin (3/10//

 Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Aspi Riyal Juli Indarman (kiri) bersama Kepala Seksi Intelejen Kejari Sukoharjo, Galih Martino Dwi Cahyo (kanan) saat menunjukkan barang bukti yang diserahkan PPNS BPCB Jateng, di Kantor Kejari Sukoharjo, Senin (3/10/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Aspi Riyal Juli Indarman (kiri) bersama Kepala Seksi Intelejen Kejari Sukoharjo, Galih Martino Dwi Cahyo (kanan) saat menunjukkan barang bukti yang diserahkan PPNS BPCB Jateng, di Kantor Kejari Sukoharjo, Senin (3/10/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Kasus perusakan benteng baluwarti atau benteng Keraton Kartasura yang pertama yakni di Krapyak Kulon RT 002/RW 010, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/4/2022) lalu, akhirnya menemukan titik terang.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pelestarian Cagar Budaya (PPNS BPCB) Jawa Tengah telah menyerahkan berkas perkara dan juga tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Senin (3/10/2022).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Jadi di dalam ruangan dari pihak penyidik, dalam hal ini BPCB sudah menyerahkan [tersangka dan barang bukti] kepada penuntut umum yaitu Kejaksaan Negeri Sukoharjo,” terang kuasa hukum tersangka, Bambang Ary Wibowo kepada wartawan, di Kantor Kejari Sukoharjo, Senin.

Dalam penyerahan itu, tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus itu yaitu pemilik tanah yang bedomisili di Sraten, Gatak, Sukoharjo, Muhammad Kosim Burhanudin, 45. Tersangka ditahan hingga 20 hari mendatang di Polres Sukoharjo.

Dia mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan untuk tahanan luar tetapi tidak dikabulkan karena satu dan lain hal.

Baca juga: Kisah Tiga Pemerintahan di Satu Surakarta, Kota Kolonial dan Raja-Raja

“Klien kami harus ditahan di Polres Sukoharjo, mungkin dalam waktu dekat akan segera diajukan ke pengadilan. Tadi kami sepakati tidak akan lebih dari 20 hari untuk segera diproses [diserahkan ke pengadilan]. Kami tidak melakukan penangguhan penahanan,” jelas Bambang Ary.

Menurutnya penahanan itu berdasarkan keputusan kejaksaan. Pihaknya mengatakan masih akan kooperatif meskipun dalam proses penyidikan sudah lebih dari jumlah hari yang ditentukan.

“Karena seharusnya 60 hari ini sudah lebih. Tapi bagi kami ya sudah berproses saja, kami kooperatif lah. Selama penyelidikan kemarin tidak ditahan kami memang mengajukan penahanan luar, dan dikabulkan,” urai Bambang.

“Makanya alasan penahanannya kan subjektif. Kami juga menyampaikan 12 kali presensi kehadiran sesuai dan sebagainya. Apakah itu tidak menjadi pertimbangan? tetapi kejaksaan menghendaki untuk tetap dilakukan penahanan untuk mempercepat proses hukumnya,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala BPCB Jateng, Sukronedi mengatakan saat ini tugas PPNS telah selesai dalam perkara perusakan benteng baluwarti atau benteng Keraton Kartasura. Dia mengatakan barang bukti yang diserahkan berupa dokumen, sampel batu bata yang ada di lokasi sehingga ada 15 barang bukti.

Baca juga: Antisipasi Perusakan, 25 Papan Cagar Budaya akan Dipasang di Sukoharjo

“Termasuk tersangka juga sudah kami serahkan. Selanjutnya nanti dari pihak kejaksaan melimpahkan berkas ini ke pengadilan, jadi tugas kami sudah selesai. Penuntutan itu sudah kami lakukan, kami juga telah menyiapkan berkas perkara,” terang Sukronedi.

Dia mengatakan pihak tersangka perusakan benteng Keraton Kartasura sudah menerima terkait penahanan itu, sehingga saat ini tinggal menunggu pembuktian di pengadilan.

Sementara itu Kepala Seksi Intelejen Kejari Sukoharjo, Galih Martino Dwi Cahyo mengatakan pihaknya sesegera mungkin akan menyerahkan berkas perkara tersebut ke pengadilan. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) juga sudah ditunjuk, yakni dua jaksa dari kejaksaan tinggi dan tiga jaksa dari Kejari.

Sehingga jumlah total JPU ada lima orang. Lebih lanjut, keputusan menitipkan tersangka ke Polres Sukoharjo menurutnya hal itu berdasarkan prosedur karena ancaman penjara 1-15 tahun.

Selain itu penahanan dilakukan guna mempermudah proses persidangan.

Baca juga: Kasus Perusakan Benteng Keraton Kartasura Dinyatakan P21, Siap Disidangkan

“Setelah ini kami akan persiapkan administrasi agar segera dilimpahkan ke pengadilan. Kalau perkiraan jadwal belum bisa kami pastikan, kalau penetapan jadwal tergantung dari pengadilan tanggal berapa. Kami usahakan secepat mungkin kami limpahkan ke pengadilan,” terang Galih.

Menurutnya biasanya proses penetapan jadwal sidang terjadi tiga hari setelah pelimpahan. Sementara barang bukti yang dilimpahkan salah satunya ekskavator. Namun karena lokasi Kejari tidak memungkinkan untuk menyimpan sehingga barang bukti itu dititipkan di Mojosongo, Solo.

“Terkait dengan alat berat memang kami titipkan, tetapi kalau yang lain ada di sini yang diserahkan dari PPNS tadi. Tersangka kami titipkan di Polres Sukoharjo 20 hari ke depan di Polres Sukoharjo. Bisa [lebih lama] tapi kami sesegara mungkin untuk melimpahkan ke pengadilan saja,” kata Galih.

Sementara ancaman hukum yang akan menjerat tersangka perusakan benteng Keraton Kartasura tertuang dalam UU 11/2010 tentang Cagar Budaya. Dalam UU tersebut terdapat Pasal 66  mengatakan setiap orang dilarang merusak atau mencuri cagar budaya, baik kecil maupun besar.

Baca juga: Menelusuri Wisata Kampung Bekas Kota Raja Surakarta

Hukuman yang mengintai adalah penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 15 tahun. Selain terancam 15 tahun penjara, pelaku perusakan cagar budaya Benteng Keraton Kartasura juga bisa dikenakan denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Syiar Kedamaian, Komunitas Ini Bagikan Ratusan Kaus dan Bunga di Solo Baru

      Community Masyarakat Solo Cinta Damai melakukan aksi sosial membagi ratusan kaus, bunga, dan stiker, di traffict light kawasan The Park Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (9/12/2022).

      Selamat! Gerakan Literasi Sukoharjo Tembus Top 45 Kompetisi Inovasi Nasional

      Inovasi gerakan literasi Sukoharjo (Gelis) yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan bergengsi Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

      Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

      Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyimpan jejak sungai besar purba yang terekam dalam salah satu lapisan tanahnya.

      Sejumlah Plafon Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Jebol, Perbaikan Dianggarkan 2023

      Sejumlah atap plafon di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo jebol. Sementara pemerintah menganggarkan perbaikan pada 2023.

      Buruh Sukoharjo Minta Para Pengusaha Jalankan Struktur Skala Upah

      Ketua Asosiasi Serikat Buruh Sukoharjo dan Ketua Partai Buruh Sukoharjo, minta pengusaha menjalankan skala upah.

      Profil Taufik M Widodo, MC Acara Ngunduh Mantu Nikahan Kaesang-Erina di Solo

      Taufik M Widodo yang merupakan penyiar senior RRI Solo didapuk menjadi master of ceremony atau MC pada rangkaian acara ngunduh mantu nikahan Kaesang-Erina.

      Pengumuman! Pilkades Serentak 67 Desa di Klaten Paling Cepat Digelar Juli 2023

      Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Klaten pada 2023 direncanakan digelar antara Juli-Agustus 2023.

      Arus Lalu Lintas Solo akan Dipantau Drone Polri saat Nikahan Kaesang-Erina

      Polda Jateng mengerahkan drone untuk memantau situasi arus lalu lintas di Solo saat acara nikahan Kaesang-Erina, sekaligus penindakan pelanggaran dengan sistem ETLE.

      Ada Alpukat Jumbo di Lereng Merapi Klaten, Harganya Sempat Tembus Rp40.000/Kg

      Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang merintis kampung alpukat.

      Akhirnya, BLT Sapu Jagat Karanganyar Tahap I Rp1,353 Miliar Cair

      Pemkab Karanganyar akhirnya mencairkan BLT Sapu Jagat untuk ratusan penerima. Mereka menjanjikan ada penyaluran BLT tahap kedua sebelum akhir tahun dengan sasaran yang berbeda.

      Sah! Pasangan Penghayat Kepercayaan Ini Resmi Menikah di Jatisrono Wonogiri

      Hujan deras membalut suasana sakral perkawinan Nanda Linduarda, 23 dan Iqas Cahyaning Suwartini, 20, di Sanggar Candi Busana, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Selasa (6/12/2022).

      Bocah Balita Telantar di Sragen Dapat Tawaran Bantuan Operasi Bibir Sumbing

      Anak balita yang ditemukan telantar di bawah overpass tol Sragen-Ngawi di Ngrampal, Sragen kini masih dirawat di RSUD Sragen. Ada sejumlah yayasan yang menawarkan bantuan operasi bibir sumbung si anak.

      Pemkab Sragen Kini Punya Aplikasi yang Bisa Awasi Hibah untuk Tempat Ibadah

      Bagian Kesra Setda Sragen kini memiliki aplikasi yang bisa memantau dan mengevaluasi penyaluran bantuan hibau untuk tempat ibadah. Namanya Sinapati Plus.

      Dijual Rp9.500/Kg, 3,5 Ton Beras di Pasar Murah Tasikmadu Ludes dalam 1 Jam

      Dispertan PP Karanganyar untuk kali ketiga menggelar pasar murah sejumlah kebutuhan pokok. Kali ini digelar di Kantor Kecamatan Tasikmadu.

      Ketika Spanduk Bergambar Ganjar Pranowo Mendadak Bertebaran di Jalan Solo-Jogja

      Satpol PP dan Damkar Klaten mencopoti ratusan spanduk dan banner liar yang bertebaran di sepanjang ruas jalan raya Solo-Jogja.