Tersangka, Kompol Wahyu Belum Tiga Bulan Jabat Kabag Ops Polres Malang

Tak hanya dicopot, Kompol Wahyu juga dijerat pidana atas kelalaiannya dalam menjalankan tugas saat derby Jatim Liga 1 Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu itu.

 Kabag Ops Polres Malang Kompol  Wahyu Setyo Pranoto (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Istimewa)

Solopos.com, MALANG – Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto baru dilantik pada 14 Juli 2022.

Namun ia harus merelakan jabatannya itu karena dianggap bersalah dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 Aremania.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Tak hanya dicopot dari jabatannya, Kompol Wahyu juga dijerat pidana atas kelalaiannya dalam menjalankan tugas saat derby Jatim Liga 1 Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu itu.

Tak main-main, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sendiri yang mengumumkan status tersangka itu dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022) malam.

Baca Juga: Anak Buah Tersangka, Eks Kapolres Malang dan Danyon Brimob Lolos Jeratan Pidana

Kompol Wahyu dianggap lalai terkait penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan yang menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.

Menurut Kapolri, Kompol Wahyu sebenarnya sudah tahu tentang regulasi FIFA yang melarang penggunaan gas air mata untuk mengendalikan suporter rusuh.

“Yang bersangkutan tahu tahu terkait adanya aturan FIFA tentang gas air mata namun tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata,” kata Kapolri seperti dikutip Solopos.com dari Breaking News KompasTV, Kamis malam.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Agus Waluyo Menjabat Danyon Brimob Hanya 2,5 Bulan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Kompol Wahyu Setyo Pranoto dilantik sebagai Kabag Ops Polres Malang pada 14 Juli 2022 oleh Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Kompol Wahyu menjalani pelantikan bersama sejumlah Kabag, Kapolsek dan Kasat di Gedung Sanika Setyawada Mapolres Malang.

Kompol Wahyu menggantikan Kabag Ops sebelumnya, Kompol I Made Prawira Wibawa.

Baca Juga: Dicopot, AKBP Ferli Hidayat Baru Menjabat 9 Bulan sebagai Kapolres Malang

Sama dengan Kompol Wahyu, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang melantiknya kini juga sudah dicopot dari jabatannya.

Bedanya, Ferli Hidayat baru sebatas menjalani pemeriksaan etik dan tidak berstatus tersangka.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.