Tersangka Guru SMPN 1 Turi Digundul, Ini Tanggapan Kapolres Sleman
Tiga tersangka saat jumpa pers ungkap kasus tragedi susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). (Harian Jogja-Gigih M. Hanafi)

Solopos.com, SLEMAN -- Kabar penggundulan tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman, yang menjadi tersangka kasus susur sungai maut di Sungai Sempor, Jumat (26/2/2020), membuat kepolisian disorot. Polres Sleman pun menanggapi berbagai keberatan yang dilayangkan berbagai organisasi guru itu.

Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan penyidik Satreskrim Polres Sleman sangat hati-hati dan tidak mungkin menyidik secara semena-mena. Dia mengatakan Propam Polda DIY sudah memeriksa anggota Polres Sleman untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penggundulan tiga tersangka.

Vitalia Sesha Ditangkap Bersama Laki-Laki di Apartemen

“Pemeriksaan sudah berjalan, nanti kita lihat hasilnya apa. Namun yang terpenting, yang ingin saya sampaikan, saya bisa seperti ini karena guru. Kasat Reskrim bisa seperti ini karena guru. Tidak mungkin kami memperlukan seorang guru tidak manusiawi,” ujar Rizki, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan dia dan ketiga pejabat terkait mengunjungi Mapolres Sleman untuk mengetahui kondisi tiga tersangka yang kini mendekam di tahanan.

Vitalia Sesha Ditangkap, Diduga Terjerat Narkoba

“Ini poin penting yang perlu kami sampaikan, kita tahu, mereka sedang menjalani proses hukum. Saya sudah mendengar sendiri, dari media juga dengar sendiri, bahwa mereka secara enjoy ikut proses hukum ini,” kata Arif, Rabu.

“Cukur gundul atas inisiatif sendiri karena tahanan yang lain juga digundul. Yang satu bahkan mengatakan biasa digundul begini.”

Kepala Biro dan Advokasi Perlindungan Hukum dan Penegakan Kode Etik PGRI DIY Andar Rujito mengatakan para tersangka menyebut guru tidak harus diistimewakan.

Jenazah Suspect Virus Corona di RS Kariadi Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

“Hari ini, saya mendengar langsung dan tahu persis bahwa mereka sangat memahami dan bisa mengerti serta menerima dan menjalani proses hukum dengan baik,” ucap dia.

Namun, kata dia, harkat dan martabat guru juga harus tetap ditegakkan. Dia meminta jangan sampai guru dilecehkan meski menjadi tersangka kasus susur Sungai Sempor yang berujung kematian 10 murid itu.

Jalani Isolasi Virus Corona di RS Kariadi Semarang, 1 Pasien Meninggal

“Kami berterima kasih kepada teman-teman guru semuanya memberikan doa dan dukungan bersama agar teman-teman kita bisa menjalani proses hukum dengan baik,” kata dia.

Sumber: Harian Jogja


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho