Terpuruk Gara-Gara Pandemi, Penghuni Rusunawa Kota Solo Minta Keringanan Sewa

Sejumlah penghuni rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di Kota Solo meminta keringanan biaya sewa karena terdampak pandemi Covid-19.

 Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jurug, Jebres, Solo, Rabu (28/7/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jurug, Jebres, Solo, Rabu (28/7/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Puluhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penghuni rumah susun sederhana sewa atau rusunawa Kota Solo mengajukan keringanan biaya sewa lantaran terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

Pengajuan ditujukan langsung kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim KPP) Kota Solo, Iswan Fitradias Pengasuh, mengatakan sebagian pengajuan sudah disetujui wali kota. Sehingga mereka mendapatkan keringanan.

“Kami tidak tahu berapa jumlah [permohonan keringanan biaya sewa] yang masuk ke meja wali kota. Kami hanya menerima disposisi setelah pengajuannya disetujui,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Deal! Anggaran Bansos Warga Solo Terdampak Covid-19 Disepakati Rp110 Miliar

Iswan menyampaikan mayoritas pengajuan keringanan biaya sewa rusunawa yang disetujui Wali Kota Solo adalah penyandang disabilitas karena mereka kehilangan pekerjaan di masa Pandemi. Mereka tidak memiliki pendapatan tetap, bahkan untuk hidup sehari-hari pun sulit.

Pada awal Pandemi tepatnya Mei-Agustus 2020 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sempat membebaskan sewa rusunawa. Namun setelah empat bulan, sewa kembali dikenakan.

14 Tower Rusunawa

“Kebijakan pembebasan atau keringanan retribusi sewa ada pada wali kota. Kami hanya bertugas sebagai pemungut retribusi,” jelasnya.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa UNS Solo Mulai Dibuka Untuk Isolasi Pasien Positif Corona

Setelah menerima disposisi Disperkim KKP tinggal menyesuaikan laporan keuangan. Pemkot Solo mengelola 14 tower rusunawa dan empat rumah deret dengan total penghuni mencapai 1.864 keluarga.

Perincian rusunawa dan rumah deret itu meliputi Rusunawa Semanggi I, II, Begalon I, II, Jurug I, II, dan III , Kerkov, Mojosongo I, II, Putri Cempo A, B, C, D, dan Mangkubumen. Sedangkan rumah deretnya ada Ketelan I, II, Jl. Saharja, dan Jl. RM Said.

Baca Juga: Kapolresta dan Dandim Solo Pimpin Evakuasi 64 Pasien Corona ke Lokasi Isolasi Terpusat

“Nilai sewa tergantung lantai kalau untuk rusunawa. Nah, setiap rusunawa itu biasanya ada penghuni penyandang disabilitas. Mereka menghuni lantai dasar pada setiap tower,” beber Iswan.

Sampai saat ini, Disperkim KKP masih terus menerima permintaan warga yang ingin tinggal di rusunawa. Kendati begitu, tak semuanya dikabulkan mengingat kategori dan persyaratan yang ditetapkan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jadi Objek Wisata di Sragen, Ini Sejarah Gua Kuno Persembunyian Pangeran Mangkubumi

Gua kuno yang pernah menjadi tempat persembunyian Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, dikembangkan menjadi objek wisata

Vaksinasi Siswa SMA Sederajat di Wonogiri Rampung, PTM Kapan Digelar?

Vaksinasi dosis pertama sasaran siswa SMA/SMK sederajat di Kabupaten Wonogiri sudah rampung pada awal pekan ini.

Gua Kuno Tempat Persembunyian Pangeran Mangkubumi Jadi Objek Wisata di Sragen

Sebuah gua kuno yang pernah menjadi tempat persembunyian Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, dikembangkan menjadi objek wisata.

Hunian Warga di 4 RW Kelurahan Semanggi Solo Mulai Dirobohkan, Ada Apa Ya?

Seratusan hunian di lahan hak pakai (HP) empat wilayah RW Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, mulai dirobohkan, Minggu (19/9/2021).

Asale Sungai Bengawan Solo Mengalir dari Wonogiri ke Gresik

Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Pulau Jawa memiliki sejarah maritim yang penting pada masa Majapahit.

Cerita Warga Klaten Jadi Miliarder Berkat Uang Ganti Rugi Tol, Beli Mobil Malah Tabrak Pagar

Kepala Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Gunawan Budi Utomo, mengatakan sejumlah warganya menjadi miliarder setelah mendapat uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja.

Bulan Depan, Sekolah di Sukoharjo Berencana Tambah Kuota Siswa Hingga 50% saat PTM Terbatas

Sekolah negeri berencana menambah jumlah siswa yang mengikuti PTM terbatas dan simulasi hingga maksimal 50 persen dari total jumlah siswa pada Oktober.

Jadi Miliarder Berkat Jalan Tol Solo-Jogja, Warga Klaten Bangun 2 Rumah Sekaligus

Seorang warga Dusun Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Ika Saraswati, menjadi miliarder baru setelah mendapat uang ganti rugi lahan proyek Jalan Tol Solo-Jogja.

33 Sekolah di Kota Solo Mulai PTM Pekan Depan, Ini Datanya

Sebanyak 9 SD dan 24 SMP di Solo akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin (20/9/2021) pekan depan.

Daftar 25 Wilayah Rawan Tsunami di Pulau Jawa, 4 di Jateng Termasuk Wonogiri

Inilah 25 wilayah di Pulau Jawa yang memiliki potensi rawan bencana tsunami dan gempa bumi.

Potensi Tsunami 33,5 Meter di Wonogiri, 6 Pantai Ini Berpotensi Terdampak

Wonogiri menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana tsunami dengan ketinggian hingga 33,5 meter.

Sinyal Lemah, Penarapan Aplikasi PeduliLindungi di Tawangmangu Jadi Susah

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, terkendala sinyal internet yang lemah.

Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Selain Pacitan di Jawa Timur, wilayah Wonogiri juga memiliki potensi tsunami besar.

500 KPM PKH di Karanganyar Diverifikasi Pendampingan Usaha

500 KPM PKH di Karanganyar Diverifikasi Pendampingan Usaha

Gegara Truk Rem Blong di Wonogiri, Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan

Truk paling belakang mengalami rem blong saat jalan menurun di Wonogiri, lalu menabrak truk Hino yang ada di depannya.