Kategori: Klaten

Terpapar Virus Corona, Warga Polanharjo Klaten Meninggal Dunia


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN — Jumlah korban jiwa akibat paparan virus corona di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bertambah satu orang, Selasa (3/11/2020). Penambahan kasus virus corona hingga mengakibatkan kematian itu berasal dari Kecamatan Polanharjo.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia adalah P, 55, laki-laki. Berbekal penambahan satu kasus kematian itu, jumlah orang meninggal dunia karena Covid-19 di Klaten mencapai 35 orang.

"P terkonfirmasi Covid-19, 29 Oktober 2020," kata Cahyono Widodo, kepada Solopos.com, Selasa (3/11/2020).

Selain kasus kematian akibat virus corona di Polanharjo, Cahyono Widodo mengatakan di Klaten juga terdapat satu penambahan kasus Covid-19 pada hari yang sama. Seorang pasien itu adalah RBA, 34, perempuan, asal Klaten Selatan.

Jadi Pendiam Sepulang dari Papua, Remaja Mondokan Sragen Ditemukan Gantung Diri

RBA merupakan pasien positif Covid-19 yang kontak erat dengan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten di waktu sebelumnya.

"RBA menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan tim medis," kata Cahyono Widodo.

Sembuh

Selain terdapat penambahan pasien virus corona dan korban jiwa dari Polanharjo, lanjut Cahyono Widodo, di Klaten juga terdapat enam pasien Covid-19 yang dinyatakan sudah sembuh.

Mereka adalah tiga orang asal Juwiring, yakni HS, 40, laki-laki; SA, 39, perempuan; SM, 63, perempuan. Selanjutnya, seorang pasien asal Jatinom, NS, 45, laki-laki); seorang asal Klaten Tengah, TBA, 62, laki-laki; dan seorang asal Klaten Selatan, FM, 35, laki-laki.

Masing-masing pasien yang sudah sembuh yang dinyatakan sudah sembuh itu terpapar virus corona selama kurun waktu 23-26 Oktober 2020. Seluruh pasien sembuh telah menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tim medis.

"Jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Klaten mencapai 959 orang. Sebanyak 152 orang menjalani perawatan di rumah sakit (RS)/isolasi mandiri, sebanyak 772 orang dinyatakan sembuh," kata Cahyono Widodo.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra