TEROR WONOGIRI : Remaja Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Butuh Ruang Berekspresi

TEROR WONOGIRI : Remaja Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Butuh Ruang Berekspresi

SOLOPOS.COM - Kendaraan melintas di jalan Ngadirojo-Sidoharjo, Wonogiri, tepatnya di kawasan Dusun Kenteng, Ngadirojo, Rabu (12/10/2016). Di ruas jalan itu sempat terjadinya aksi lempar batu oleh orang tak bertanggung jawab. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Teror Wonogiri, remaja pelempar batu ke arah mobil di jalan-jalan sepi dipicu ketiadaan ruang berekspresi.

Solopos.com, WONOGIRI — Enam remaja yang diduga pelaku aksi teror lempar batu menyasar mobil di beberapa ruas jalan di Wonogiri dinilai merupakan korban atas ketiadaan ruang bagi mereka untuk berekspresi.

Upaya penyadaran bahwa perbuatan mereka berkonsekuensi hukum karena merugikan orang lain lebih penting daripada sekadar menyalahkan. Pandangan itu disampaikan aktivis Organisasi Sosial Sahabat Kapas, Solo, Dian Sasmita, Senin (17/10/2016).

Sahabat Kapas merupakan organisasi yang konsentrasinya memberi pendampingan terhadap anak berhadapan dengan hukum dan sedang menjalani hukuman. Menurut Dian, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak bertindak melanggar hukum.

Faktor itu seperti kurangnya perhatian dari keluarga sehingga hak-hak terbaik yang seharusnya diberikan tidak terpenuhi. Akibatnya mereka menggunakan fasilitas yang ada dengan cara salah.

Faktor lain yang tak kalah menentukan adalah kurangnya atau bahkan tidak adanya ruang bagi mereka berekspresi dan berkreasi sehingga mereka menggunakan kesempatan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma.

Dalam kondisi seperti itu anak semestinya tidak disalahkan mengingat mereka belum memiliki pola pikir yang berorientasi pada konsekuensi atas tindakannya tersebut. “Bukan saatnya kita menyalahkan mereka. Tugas paling penting adalah menyadarkan mereka bahwa perbuatan mereka merugikan orang lain atau melanggar hukum. Dengan pemahaman itu anak akan sadar bahwa perbuatan semacam itu [aksi melempari mobil menggunakan batu] memiliki konsekuensi,” ucap Dian saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Polisi memutuskan tidak menahan para siswa SMP dan SMK yang ditangkap karena diduga sebagai pelaku pelempar batu ke arah mobil di jalan Wonogiri-Purwantoro atas pertimbangan tertentu. Kendati demikian, polisi tetap melanjutkan proses hukum.

Jika memenuhi unsur pidana kemungkinan mereka akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang Perusakan Barang. Polres Wonogiri hingga berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasi ihwal perkembangan terkini penanganan kasus itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Membaca Perpustakaan Digital

Essai ini ditulis oleh Diki Mardiansyah, mahasiswa Fakultas Hukum dan pegiat BP2M Unnes dan telah terbit di Harian Solopos edisi 3 Juli 2021.

Kasus Munjul, KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Senilai Rp1,8 Triliun

Kasus dugaan korupsi Munjul mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp152,5 miliar.

Baliho di Mana-Mana, Puan Dikenali atau Tidak?

Hasilnya, ada yang mengenal dan ada juga yang tidak mengenali Puan.

Penyuka Sesama Jenis, Anggota TNI Dipecat

Pada Juli 2021, seorang anggota TNI AL dijatuhi hukuman penjara lima bulan karena berhubungan seks dengan seorang prajurit pria.

Update Klasemen Medali Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Keluar dari Target  40 Besar

Posisi Indonesia di peringkat 43 di luar target yang dipasang di awal Olimpiade Tokyo 2020 yakni 40 besar.

Geger Tarung Bebas Jalanan di Makassar, Tiket Rp10.000

Ajang tarung bebas Makassar awalnya dipublikasikan panitia lewat akun Instagram Makassar Street Fight.

Kepala Daerah Tidak Boleh Baper Ketika Dikritik di Media Sosial

Kepala daerah tidak boleh terbawa perasaan atau baper ketika ada kritik keras di media sosial dari masyarakat atas kinerja pemerintah daerah.

Persis Solo Gelar Vaksinasi Suporter, Beragam Tanggapan Pendaftaran Mengemuka

Persis bersama Pemkot Solo berencana menggelar vaksinasi gratis di Stadion Manahan, Solo, 14 Agustus 2021.

Liga 1 Kick-off 20 Agustus, Bhayangkara FC Kelabakan

Bhayangkara hanya memiliki waktu persiapan ulang sangat sempit mengingat para pemain kini masih berada di kampung halaman.

20 Klub Ikuti Sosialisasi Liga 3 Jateng

PSSI Jateng menyampaikan Liga 3 tahun ini rencananya dimulai 2 Oktober 2021.

Sambut Liga 2, Persis Solo Berharap Akhiri Penantian Sejak Maret 2021

Para pemain Persis Solo sudah tak sabar untuk berkompetisi seusai berlatih sejak akhir Maret 2021.

3 DPO MIT Tewas Ditembak Polisi, Salah Satunya Pimpinan

MIT terbagi menjadi dua kelompok dan masing-masing dipimpin oleh Ali Kalora dan Qatar.