TEROR WONOGIRI : Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Ternyata Bocah SMP-SMK!

TEROR WONOGIRI : Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Ternyata Bocah SMP-SMK!

SOLOPOS.COM - Kendaraan melintas di jalan Ngadirojo-Sidoharjo, Wonogiri, tepatnya di kawasan Dusun Kenteng, Ngadirojo, Rabu (12/10/2016). Di ruas jalan itu sempat terjadinya aksi lempar batu oleh orang tak bertanggung jawab. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Teror Wonogiri terungkap. Pelempar batu di jalan Wonogiri-Purwantoro ternyata bocah SMP dan SMK.

Solopos.com, WONOGIRI — Tim gabungan Polres Wonogiri membekuk enam remaja yang diduga kuat sebagai pelaku aksi teror lempar batu sasaran mobil yang meresahkan pengguna jalan sejak beberapa pekan terakhir. Mereka mengaku melempari mobil dengan batu hingga sembilan kali di jalan Wonogiri-Purwantoro pada malam hari.

Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor, melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Minggu (16/10/2016), menyampaikan tim menangkap mereka pada Sabtu (15/10/2016) malam. Semula tim menangkap satu remaja. Setelah mengembangkan pengusutan polisi dapat meringkus lima remaja lainnya di tempat berbeda.

Mereka merupakan warga Kecamatan Wonogiri, yakni FAS, 14, siswa SMP; KKW, siswa kelas IX SMP; dan RAT, siswa SMK. Tiga remaja lainnya NF, siswa kelas IX SMP; DI, siswa SMK; dan RDP, siswa kelas XIII SMP.

Sebelumnya Kapolres membentuk tim khusus yang beranggotakan 78 personel dari Satreskrim, Satlantas, Satsabhara, dan Satbinmas untuk mengungkap kasus aksi teror lempar batu sasaran mobil di beberapa ruas jalan di Wonogiri. Hal itu untuk menindaklanjuti aduan dan keluhan warga baik melalui media sosial (medsos) maupun aduan resmi.

Peristiwa teranyar menimpa anggota Polres Wonogiri, Agus Syamsudin, Sabtu malam. “Tim bekerja sejak Jumat [14/10/2016]. Pada Sabtu malam akhirnya tim dapat menangkap enam remaja yang diduga kuat pelaku aksi lempar batu. Mereka semua mengaku pernah melempari minibus maupun truk beberapa kali,” terang Kapolres. Baca juga: Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro.

“Mereka mengaku saat beraksi selalu berboncengan. Mereka beralasan awalnya hanya iseng tapi lama-lama kelamaan menjadi kebiasaan,” imbuh Kapolres. Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang digunakan mereka saat beraksi dan lima buah batu.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Eko Marudin, menambahkan saat ini para remaja itu belum menjadi tersangka. Pihaknya masih akan menggelar perkara untuk menentukan status mereka. Jika penyelidik menilai perbuatan mereka telah memenuhi unsur pidana kemungkinan besar mereka akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang Perusakan Barang. “Mereka tidak ditahan mengingat anak di bawah umur. Proses hukum tetap lanjut,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Reaksi Jokowi saat Obat Covid-19 di Apotek Habis

Sebuah video menunjukkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan sidak ke apotek dan mengetahui obat Covid-19 di apotek habis.

Mitra Ojol Rancang Demo Tolak PPKM, Operator Cuci Tangan

Mitra operator aplikasi ojek online dikabarkan merancang demo menolak PPKM namun operator aplikasi transportasi online cuci tangan.

Zodiak Ini Sulit Menerima Perpisahan

Tidak semua hubungan berakhir dengan bahagia, namun, astrologi barat menengarai ada insan dengan zodiak yang sulit menerima perpisahan.

Karyawan Hotel & Restoran di Garut Dapat Bansos

Karyawan hotel dan restoran anggota PHRI di Garut mengibarkan bendera putih setelah terdampak PPKM dan mulai menerima bantuan sosial nasional.

Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang

Warga terdampak bencana alam di Republik Rakyat Tiongkok semakin transparan, padahal topan disertai hujan dan banjir masih mengancam China.

Api Olimpiade Tokyo 2020 Sudah Menyala, Ini Jadwal Atlet Indonesia Sabtu 24 Juli

Petenis asal Jepang dan juara empat kali Grand Slam, Naomi Osaka, dipercaya menjadi penyulut api Olimpiade Tokyo 2020.

Luhut Pandjaitan Kenalkan Laptop Merah Putih Bikinan Lokal

Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan mengenalkan laptop Merah Putih bikinan dalam negeri yang memperkuat industri teknologi informasi.

Tetap Waspada! 43 Desa Di Karanganyar Endemis Demam Berdarah

Sebanyak 43 desa di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar terkategori sebagai wilayah endemis demam berdarah dengue atau DBD

Tampil Duluan, Ini Hasil Tim Panahan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Pencapaian Diananda dan Ega membuat Indonesia meloloskan tim beregu campuran ke perempat final.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Polres Sukoharjo Gandeng Mahasiswa Jadi Sukarelawan

Polres Sukoharjo menggandeng puluhan mahasiswa tingkat akhir dari sejumlah perguruan tinggi menjadi sukarelawan vaksinasi Covid-19.

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Suami Pasien Corona Ancam Nakes RSUD Ngipang Solo

Penyidik Polresta Solo sudah memanggil enam orang saksi dalam kasus suami pasien corona ancam nakes RSUD Ngipang, Banjarsari.

Sidang Senat ISI Solo Tetapkan 3 Calon Rektor, Ini Sosoknya

Tiga nama ditetapkan sebagai calon Rektor Institut Seni Indonesia atau ISI Solo dalam sidang senat tertutup yang berlangsung Kamis, 22 Juli.