TEROR WONOGIRI : Nekat! ABG Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Tantang Polisi

TEROR WONOGIRI : Nekat! ABG Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Tantang Polisi

SOLOPOS.COM - Kendaraan melintas di jalan Ngadirojo-Sidoharjo, Wonogiri, tepatnya di kawasan Dusun Kenteng, Ngadirojo, Rabu (12/10/2016). Di ruas jalan itu sempat terjadinya aksi lempar batu oleh orang tak bertanggung jawab. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Teror Wonogiri telah terungkap. Namun sebelum ditangkap, kelompok ABG pelempar batu di jalan Wonogiri-Purwantoro sempat menantang polisi.

Solopos.com, WONOGIRI — Enam remaja yang diduga menjadi pelaku teror lempar batu yang lewat di jalan Wonogiri-Purwantoro benar-benar nekat. Tak hanya nekat melempari mobil yang lewat di jalan itu, mereka bahkan menantang polisi yang sedang berpatroli sesaat sebelum dibekuk.

Polisi menangkap mereka pada Sabtu (15/10/2016) malam. Polisi yang terlibat operasi itu merupakan tim khusus yang dibentuk Kapolres beranggotakan 78 personel dari Satreskrim, Satlantas, Satsabhara, dan Satbinmas.

Penangkapan bermula ketika personel berpatroli di wilayah Karangtalun dan Patung Bedol Desa atau Plasa dekat Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri. Tim berpapasan dengan sejumlah remaja yang mengendarai tiga sepeda motor. Saat itu, mereka malah menggeber atau nggleyer sepeda motor seolah sengaja menantang petugas. Tak hanya itu, salah satu remaja juga ada yang melempar puntung rokok ke arah mobil patroli.

Selanjutnya petugas menginformasikan kejadian itu kepada tim gabungan yang sedang berpatroli di wilayah lain. Tim lalu mengejar mereka hingga akhirnya dapat menangkap FAS, 14, yang masih duduk di bangku SMP. Saat diinterogasi, FAS mengaku pernah melempar mobil orang menggunakan batu enam hingga tujuh kali di beberapa titik di jalan Wonogiri-Purwantoro bersama teman-temannya. Baca juga: Pelempar Batu di Jalan Wonogiri-Purwantoro Ternyata Bocah SMP-SMK.

Petugas lalu mengembangkan pengusutan hingga dapat meringkus lima remaja lainnya pada malam itu. Salah satu anggota kelompok itu, KKW, mengaku beraksi sembilan kali di sekitar Patung Jambu Mete ruas jalan Wonogiri-Ngadirojo. Sedangkan RAT mengaku beraksi empat kali dengan sasaran truk, mobil sedan, dan minibus di wilayah Kelurahan Wonokarto dan Ngadirojo. Beda lagi dengan NF yang mengaku hanya beraksi sekali di Wonokarto.

Sementara itu, DI mengaku beraksi satu kali di sekitar Kantor Pertanahan. RDP mengaku beraksi sembilan kali di Ngadirojo, Wonokarto, sekitar SPBU Ngadirojo, SPBU Brumbung Selogiri, Hotel Sarimurni Wonokarto, Terminal Giri Adipura Wonogiri Krisak Selogiri, dan dekat kandang Bus Agra Mas.

“Mereka mengaku saat beraksi selalu berboncengan. Mereka beralasan awalnya hanya iseng tapi lama-lama kelamaan menjadi kebiasaan,” imbuh Kapolres Wonogiri, AKBP Ronald Reflie Rumondor, melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Minggu (16/10/2016). Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang digunakan mereka saat beraksi dan lima buah batu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ahsan/Hendra Awali Olimpiade Tokyo 2020 dengan Mudah

Ahsan/Hendra kemudian akan menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Senin (26/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Revitalisasi Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Kota Jogja Segera Dimulai

Revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Jogja akan menghabiskan dana senilai Rp20 miliar.

KISAH KADES JENAR: Dulu Hujat Pejabat, Kini Disuntik Vaksin Langsung oleh Bupati Sragen

Akhirnya Kades Jenar bertemu Bupati Sragen dan disuntik vaksin.

Peringati Hari Anak Nasional, Anak di Madiun Dapat Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Madiun mulai melakukan vaksinasi terhadap anak berusia 12 tahun ke atas saat peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2021.

Hingga Juli 2021, Ada 125 Kasus Kematian Karena Covid-19 di Kulonprogo

125 kasus kematian akibat Covid-19 selama Juli di Kabupaten Kulonprogo, mayoritas pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Ganjar Sebut Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Sudah 17,28%, Ini Perinciannya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku kena buli dan kecaman akibat informasi yang disampaikan @pandemictalks soal serapan anggaran Covid-19 di Jateng yang disebut terendah.

Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Salman Subakat, yang menduduki jabatan Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation mendeskripsikan dirinya dalam empat kalimat.

Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen, kini memiliki ikon wilayah yakni Tugu Bola. Tugu ini menjadi simbol pemersatu warga Desa Sambi.

Beredar Kabar Nakes RSUD Ambarawa Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Video seorang anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal mencoba menusuk nakes RSUD Ambarawa beredar viral di media sosial. Polda Jateng beri penjelasan.

Digerebek Petugas, Nasib PKL Di Purwodadi Berakhir Bahagia

Kedatangan petugas gabungan membuat pedagang dan sejumlah pembeli yang lagi nongkrong di warung PKL angkringan dekat Stadion Purwodadi kaget.

3 Dosen Meninggal Dunia, UNS Solo Kehilangan Akademisi Terbaik

Tiga dosen UNS Solo meninggal pada Jumat-Sabtu (23-24/7/2021). Ketiga merupakan dosen-dosen terbaik.

Vaksin With A View, Cara Asyik Gairahkan Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19

Program ini mengajak warga, khususnya di Desa Wukiharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman untuk turut serta dalam program vaksinasi Covid-19.