Teror Ular Sambangi Rumah Warga di Semarang, Ini Tips dari Semarangker
Komunitas Semarangker tengah mengamankan ular di permukiman warga, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com-Semarangker)

Solopos.com, SEMARANG — Teror munculnya ular di permukiman warga mulai merambah di Kota Semarang dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu komunitas pegiat satwa dan bintang melata di Kota Semarang, Semarangker bahkan mengaku kebanjiran order menangkap ular yang muncul di permukiman warga dalam 11 hari terakhir. Total selama 11 hari terakhir, komunitas ini mengamankan sekitar 27 ekor ular berbagai jenis seperti ular hijau, ular tanah, piton, hingga kobra.

Ketua Semarangker, Pamuji Yuono, menyebut ular memang kerap bermunculan saat musim penghujan seperti saat ini. Hal itu dikarenakan saat ini musim bagi mereka untuk berkembang biak.

Ia pun memberikan tips bagi warga agar tidak mendapat teror berupa kemunculan ular di permukimannya. Salah satunya yakni dengan mengiatkan kerja bakti, termasuk memotong semak-semak yang ada di lingkungannya.

“Semak-semak biasanya digunakan ular untuk berkembang biak maupun bersemayam,” ujar Pamuji kepada wartawan, Sabtu (12/1/2020).

Selain mengiatkan kerja bakti, Pamuji juga memberikan jurus ampuh untuk mengusir ular. Caranya yakni dengan menggunakan kapur barus atau kamper dicampur karbol.

“Itu [kamper dan karbol] diletakan di ujung atau sudut dalam rumah maupun ruangan. Cara ini untuk menghindari atau mencegah ular masuk ke rumah. Jangan lupa juga sering mengecek dan menutup saluran air di rumah. Sebab, bisa jadi saluran itu menjadi pintu masuk ular ke rumah,” ujar Pamuji.

Sementara itu, Koordinator Pasukan Pengaman Satwa (Paspanwa) Semarangker, Slamet Wisnu Aji, mengatakan dalam dua hari terakhir mampu mengamankan sekitar 8 ekor ular dari permukiman warga.

Pada Jumat (10/1/2020), ia mengamankan tiga ekor ular hijau yang bersemayam di semak-semak permukiman warga Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan. Sebelumnya, Kamis (9/1/2020), ia dan rekan-rekannya mengamankan lima ekor ular di wilayah Jangli, Kecamatan Tembalang.

“Dua hari terakhir ini, ular yang kami amankan adalah ular jenis berbisa. Tangkapan kami didominasi ular hijau atau ular pohon. Ini sangat berbahaya karena bisa berkamuflase di rerumputan,” kata Slamet.

Pria yang akrab disapa Lek Met itu pun meminta warga untuk tidak segan-segan menghubunginya jika mendapati ular di rumahnya. “Bisa menghubungi Sekretariat Semarangker di Jl. Lamper Tengah, Kota Semarang atau menghubungi nomor handphone saya di 0877-0049-9919,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho