Ilustrasi teror (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Aparat Polres Boyolali diminta bertindak cepat mengusut kasus-meresahkan-begini-modus-pelaku-teror-letong-di-boyolali" title="Kian Meresahkan, Begini Modus Pelaku Teror Letong di Boyolali"> teror letong yang kian meresahkan. Terakhir aksi teror letong kembali memakan korban pada Minggu (8/9/2019) malam.

Hal ini diungkapkan salah satu warga Desa Metuk, Kecamatan Teras, Boyolali, Shalma Ayuning. Dia mengaku mendapat informasi teror letong kembali terjadi di Musuk pada Minggu (8/9/2019) malam.

“Pelaku kini kembali mengulang aksi terornya. Kejadian baru saja di daerah Kecamatan Musuk. Kronologi si pelaku naik sepeda motor pada pukul 19.30 WIB. Tiba-tiba ada seseorang pengendara motor tanpa pelat nomor yang memepet si korban dan langsung melempar letong ke arah korban,” ujar dia kepada Solopos.com, Senin (9/9/2019).

Ia berharap kepolisian bertindak cepat mengusut kasus teror ini. Teror letong sudah meresahkan warga yang melintas di jalan terutama pada malam hari.

"Sudah berulang kali teror ini terjadi. Kenapa tidak ada tindak lanjutnya dari kepolisian. Saya berharap polisi segera mengusut tuntas kasus ini,” kata dia.

Warga lainnya asal Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Amira Maharani, juga mengaku resah dengan ulah pelaku-letong-bikin-warga-boyolali-resah" title="Teror Letong Bikin Warga Boyolali Resah"> teror letong itu.

“Saya semalam mendapatkan kabar terkait terjadinya kembali aksi tersebut. Saya takut pelaku melempari saya letong saat saya pulang kerja,” kata dia, Senin (9/9/2010).

Ia mengaku sering pulang malam saat mendapatkan jadwal sif malam di tempatnya bekerja. “Saya takut, apalagi saya pulang selalu di atas pukul 23.00 WIB. Selain itu jarak rumah saya dari tempat kerja lumayan jauh,” ujarnya.

Ia berharap polisi bergerak cepat mengusut-teror-letong-sapi-di-boyolali-kota-sudah-5-orang-polisi-lakukan-investigasi" title="Korban Teror Letong Sapi di Boyolali Kota Sudah 5, Polisi Lakukan Investigasi"> aksi teror ini. Aksi teror ini membuat warga sangat resah.

“Pelaku selalu memilih wanita sebagai korbannya. Pelaku teror letong melancarkan aksinya dengan cara layaknya penjambret. Pelaku memepet sepeda motor korban kemudian melemparkan kotoran tersebut. Selain itu pelaku selalu tidak memasang pelat nomor kendaraan,” kata dia.

Kapolsek Musuk, Iptu Kentut Budi Sukarno, mengatakan sudah mendapat informasi ada peristiwa teror letong di Sukorejo, Kecamatan Musuk, pada Minggu pukul 19.30 WIB.

“Memang benar [teror letong kembali terjadi]. Tetapi kami belum bertemu korbannya,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten