TEROR BOM MAGELANG : Kertas Bertulis Huruf Arab di Tas Cokelat Diduga Berisi Ajakan Jihad
Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) bersiap mengamankan barang mencurigakan di lokasi ditemukannya bom rakitan di kawasan pasar Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara-Anis Efizudin)

Teror terjadi di Magelang, di mana sebuah tas perempuan berwarna cokelat diduga berisi bom ditemukan warga.

Solopos.com, SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) masih menyelidiki pemiliki tas perempuan berwarna cokelat muda yang diduga berisi bom yang menebar teror bagi warga Kota Magelang. Tas yang diduga berisi bom itu diletakkan di dalam gerobak batagor di depan Apotek Perintis Farma di Jl. Pahlawan No. 83, Telogorejo, Kota Magelang, Selasa (27/12/2016) pagi.

Tas itu ditemukan warga yang berprofesi sebagai penjual sate, Afif Rohman, 35, sebelum akhirnya diledakkan oleh tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Polda Jateng. Hingga kini polisi belum mengetahui pemilik tas berwarna cokelat muda yang diduga berisi bom itu. Meski demikian, ada dugaan tas itu milik salah satu kelompok radikal yang ingin melakukan teror bom kepada masyarakat Jateng, khususnya yang berada di Magelang.

Dugaan polisi itu tak terlepas ditemukannya selembar kertas berwarna putih yang bertuliskan huruf Arab yang ditemukan di dalam tas yang diduga berisi bom itu. Selain menemukan kertas bertuliskan huruf Arab itu, polisi juga mendapati bubuk mesiu, alat pencatat waktu (timer), kabel, dan selembar kertas bergambar denah sebuah lokasi.

“Ada dugaan surat [kertas] bertuliskan huruf Arab itu berisi ajakan jihad untuk melakukann teror bom. Tapi dari mana dan kepada siapa surat itu ditujukan masih kami selidiki,” beber Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova, saat menggelar jumpa pers di depan Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa siang. Seperti diberitakan Semarangpos.com, tas yang diduga berisi bom itu ditemukan Afif sekitar pukul 04.30 WIB, sebelum akhirnya dilaporkan ke aparat Polsek Telogorojo. Tas itu kemudian diledakkan oleh tim Jihandak Polda Jateng, Selasa siang sekitar pukul 11.30 WIB.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom