Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

 ilustrasi akta kelahiran. (Dok Solopos)

SOLOPOS.COM - ilustrasi akta kelahiran. (Dok Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Masih ada warga Kabupaten Karanganyar yang memberikan nama anaknya dengan satu kata dan mengajukannya dalam dokumen kependudukan (akte kelahiran).

Untuk diketahui, sejak 21 April 2022 telah diberlakukan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama Pada Dokumen Kependudukan. Permendagri tersebut mengatur bahwa nama dalam dokumen kependudukan minimal terdiri atas dua kata.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Hangestiningsih. “Sebagian besar yang mengajukan pembuatan akta kelahiran sudah memberi nama anaknya dengan minimal dua kata. Tapi yang mengajukan satu kata juga ada, tapi tidak banyak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, dimungkinkan mereka belum mengetahui adanya aturan mengenai nama tersebut. Sehingga ketika petugas Disdukcapil menemui pengajuan tersebut, pemohon disarankan untuk menambah satu kata lagi atau lebih pada nama yang diajukan. Pemohon juga diminta merevisinya di surat kelahiran yang dikeluarkan kantor desa domisili yang bersangkutan.

Baca Juga: Jadi Trending Topic, Siapa Nama Anak Kahiyang Ayu?

“Kami sarankan untuk merevisinya ke desa. Meskipun nama ini adalah hak orang tua, namun mereka mengikuti saran untuk memberikan nama minimal dua dua kata,” imbuhnya.

Meski demikian, nama seseorang juga tidak boleh terlalu panjang, yakni maksimal 60 karakter termasuk spasi. “Tapi tidak boleh terlalu panjang juga namanya. Maksimal 60 karakter termasuk spasi, tidak boleh menggunakan angka dan tanda baca,” ujarnya.

Selain itu, Permendagri juga mengatur nama tidak boleh bermakna negatif, multitafsir, dan sulit dibaca. Nama marga atau nama famili lainnya boleh diberikan dalam kesatuan nama.

“Misalnya ada marga Nainggolan, boleh mencantumkannya. Sedangkan gelar pendidikan, gelar adat, gelar keagamaan tidak boleh dicantumkan dalam akta kelahiran. Gelar-gelar itu hanya boleh dicantumkan pada kartu keluarga,” ujarnya.

Baca Juga: Nama Anak Dikritik, Franda dan Samuel Zylgwyn Tak Terima

Sementara itu, untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang aturan pemberian nama tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi. Antara lain pada saat kegiatan TMMD, melalui acara-acara warga.

“Kami juga sosialisasi kepda masyarakat. Kami sudah sosialisasi di TMMD dan pekan ini juga akan ada sosialisasi di Tawangmangu. Beberapa waktu lalu kami juga diundang sebagai narasumber acara sosialisasi administrasi kependudukan di Kelurahan Gedong dan Keleurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar,” imbuhnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bendera Raksasa Berkibar di Bendung Tirtonadi Solo

      Bendera Merah Putih raksasa berkibar di Bendung Tirtonadi Solo, Rabu (17/8/2022).

      Terminal Tirtonadi Solo Lepas Balon Berhadiah, Ini Cara Tukar Hadiah

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI, Terminal Tirtonadi Solo melepas 45 ekor merpati dan 77 balon merah putih berhadiah.

      Daftar Kuliner di Tawangmangu Baru: Nasi Kucing - Kambing Guling

      Inilah daftar menu makanan di kawasan kuliner Tawangmangu Baru Karanganyar.

      Cek! Jadwal KRL Solo-Jogja Sampai ke Palur mulai 17 Agustus 2022

      Inilah jadwal terbaru KRL Solo-Jogja sampai ke Stasiun Palur yang mulai dicoba hari ini, Rabu (17/8/2022).

      Upacara Kemerdekaan di Sriwedari, Gibran Targetkan Percepatan Vaksinasi

      Rangkaian upacara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Komandan Upacara dijabat oleh Kapten Kal. Prasetio sedangkan Perwira Upacara diemban Kapten Lak. Widayat.

      Begini Cara Warga Jambeyan Sragen Sambut HUT RI

      ada enam pencinta alam mengajak tiga anak untuk bertadabur alam dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan pada malam menjelang HUT RI di Bukit Tuk Kungkung

      Bawaslu Wonogiri Ingatkan Kades Tak Ikut Urusi Parpol

      Bawaslu Wonogiri mengindikasikan ada kepala desa (Kades) yang masuk dalam kepengurusan partai politik (Parpol).

      Catat, Besok Jl Lawu Papahan Karanganyar Ditutup Sementara, Ada Apa?

      Penutupan akan dimulai sekitar 12.30 WIB, menyesuaikan dengan persiapan dimulainya pawai karnaval, hingga selesai.

      Tumpeng hingga Miniatur Pesawat Diarak Warga Jatikuwung Karanganyar

      Warga antusias mengikuti upacara tersebut setelah dua tahun tak digelar karena pandemi Covid-19

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 17 Agustus 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (17/8/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Begini Cara Komunitas Difabel Ampel Boyolali Tingkatkan Pede Anggota

      Tujuannya dibentuk KDA adalah merangkul difabel agar selalu berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 17 Agustus 2022, Bebas Hujan

      Prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (17/8/2022), akan bebas dari hujan.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar 17 Agustus 2022, Merdeka dari Hujan

      Anda bisa merayakan momen HUT RI pada hari ini, Rabu (17/8/2022), tanpa khawatir hujan mendadak turun.

      Cuaca Boyolali Rabu Ini: Cerah Berawan di Hari Kemerdekaan RI

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (17/8/2022), tersaji secara lengkap dalam artikel ini.

      Cuaca Sukoharjo Rabu Ini: Cerah Ceria di Perayaan HUT Ke-77 RI

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Rabu (17/8/2022).

      HUT RI, Ponpes Al Mukmin Ngruki bakal Kibarkan Bendera dari Danrem

      Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Achirudin menyerahkan bendera Merah Putih secara simbolis kepada Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Selasa (16/8/2022).