Ternyata, Gibran dan Bagyo Wahyono Pernah Bersekolah di SMP yang Sama
Debat Publik Pemilihan Wali Kota Solo 2020, Jumat (6/11/2020). Gibran Rakabuming Raka-Teguh Purnomo dan Bagyo Wahyono-Supardjo. (Nicolous Irawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka, ternyata pernah menempuh pendidikan di sekolah yang sama dengan rivalnya sesama cawali Solo, Bagyo Wahyono.

Gibran dan Bagyo sama-sama alumnus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Solo yang beralamat di Jl. M.T. Haryono Nomor 04 Kelurahan Manahan, Banjarsari. Namun waktu mereka menempuh studi di sekolah tersebut terpaut jauh.

Berdasarkan berkas daftar riwayat hidup yang diserahkan pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo yang dicermati Solopos.com, Rabu (25/11/2020), diketahui Bagyo masuk ke SMPN 1 Solo tahun 1974. Laki-laki yang berprofesi sebagai penjahit itu lulus tahun 1977.

Tiga Hari Kasus Covid-19 di Solo Melonjak 118 Orang, Pengetatan Diperpanjang

Setelah itu Bagyo tidak melanjutkan belajar di jenjang sekolah menengah atas (SMA). Bagyo baru mengikuti Kejar Paket C atau setara SMA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lumbung Ilmu Sukoharjo tahun 2014-2016.

Sedangkan Gibran Rakabuming masuk ke SMPN 1 Solo tahun 1999 setelah menamatkan belajar di SDN Mangkubumen Kidul, Solo. Putra sulung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut lulus dari SMPN 1 Solo pada tahun 2002.

Setelah lulus SMP, Gibran melanjutkan belajar ke UTS Insearch Sidney Australia. Di sekolah itu dia menempuh pendidikan tahun 2004 hingga 2007. Sedangkan untuk gelar sarjana Gibran diperoleh dari kuliah di MDIS Singapura.

Gibran masuk ke kampus itu tahun 2007 dan lulus tahun 2010.

Paslon Independen Pertama di Solo

Saat ini baik Gibran dan Bagyo sama-sama menjadi cawali Solo Pilkada 2020. Mereka maju melalui jalur berbeda. Gibran diusung PDIP dan didukung mayoritas parpol.

Sementara Bagyo maju melalui jalur independen dengan diusung organisasi kemasyarakatan (ormas) Panji-Panji Hati atau lebih dikenal dengan Tikus Pithi Hanata Baris. Bajo mencetak sejarah sebagai paslon independen pertama di Solo.

Harga Tiketnya Murah Banget, Iklan Bola 1954 Bikin Salfok

Pasangan Bajo mengusung visi dan misi Menjadikan Solo Mempunyai Harkat dan Martabat sebagai Kota Budaya, Kota Santun, dan Kota yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Titi Trentem Kerta Raharja. Mereka mengusung program unggulan di bidang sandang, pangan dan papan.

Sedangkan Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa mengusung visi Mewujudkan Surakarta sebagai Kota Budaya yang Modern, Tangguh, Gesit, Kreatif dan Sejahtera. Sementara misi Gibran-Teguh dijabarkan tujuh poin dan program unggulan dijabarkan delapan poin.

Maradona Meninggal, Pele Janji Main Bola di Akhirat

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom