Tutup Iklan
Bupati Karanganyar, Yuliyatmono (ketujuh dari kanan) dan Robert Christanto (kelima dari kiri) menari Tor-tor di Gedung Wanita, Rabu (27/2/2019)./Wahyu Prakoso

Solopos.com, KARANGANYAR -- Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) dan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar selenggarakan -mbatok-karanganyar-tawarkan-sensasi-beli-makanan-pakai-uang-kayu" title="Pasar Mbatok Karanganyar Tawarkan Sensasi Beli Makanan Pakai Uang Kayu">pentas budaya Nusantara di Gedung Wanita, Karanganyar, Rabu (27/2/2019) pukul 08.00 WIB. Bupati Karanganyar, Juliyatmono ikut menari Tortor di panggung pada acara tersebut.

Pantauan Solopos.com, Kamis (28/2/2019), Bupati ikut menari saat komunitas Batak menampilkan tarian Tortor. Para penari menghampiri Juliatmono di tempat duduknya, ia pun menuju ke panggung sambil mengikuti gerakan para penari. Wakil Bupati, Robert Christanto, dan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Andi Amin Latama, juga mengikuti langkah Bupati tersebut.

Acara yang mengusung tema Indonesia Damai dan Bebas Narkoba tersebut diramaikan oleh berbagai komunitas daerah, seperti, komunitas Padang, Madura, Sunda, Batak, Maluku, dan lainnya.

Setiap komunitas menampilkan tarian khas daerahnya masing-masing. Tarian Nusantara yang ditampilkan antara lain Tari Piring dari Sumatra Barat, tari Glipang dari Jawa timur, tari Dayak dari Kalimantan Timur, tari Tortor dari Batak, tari Lengger dari Banyumas, dan lainnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbagpol), Agus Cipto Waluyo, mengatakan dalam sambutannya, acara Gelar Budaya Nusantara tersebut bertujuan mengaktualisasikan budaya Nusantara sehingga mewujudkan cinta tanah air. Dia mengingatkan semua warga wajib memelihara dan menjaga Indonesia.

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten