Termasuk Getuk Ketek, Ini 4 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Selalu Diincar

Salatiga yang berada di perlintasan Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar) memiliki oleh-oleh khas yang diincar para pelancong.

 Getuk Kethek (Okezone.com)

SOLOPOS.COM - Getuk Kethek (Okezone.com)

Solopos.com, SALATIGA – Salatiga merupakan kota kecil yang terletak di antara dua gunung, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Salatiga sendiri berada di jalur perlintasan Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar) sehingga selalu menjadi tempat persinggahan para pengguna jalan dari berbagai kota/kabupaten yang terkadang mencari oleh-oleh khas.

Mengutip Liputan6.com, Rabu (15/9/2021), banyaknya destinasi wisata, baik itu di Salatiga maupun daerah sekitarnya, menjadi faktor bangkitnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghasilkan berbagai produk khas, salah satunya jajanan.

Berikut ini empat jajanan khas Salatiga yang selalu diincar para pesinggah dan wisatawan saat melewati Salatiga untuk dijadikan oleh-oleh:

1. Gula Kacang

ampyang kacang (kabarkuliner.com) oleh-oleh khas salatiga
Ampyang kacang. (Kabarkuliner.com)

Jajanan ini sering dikenal dengan sebutan ampyang dan sering ditemui di toko oleh-oleh di Kota Salatiga. Makanan ini terbuat darii dua bahan utama, yaitu kacang tanah dan gula merah. Selain dua bahan tersebut, ada peran jahe dalam pembuatan gula kacang ini.

Baca Juga: Ajak Anak dan Istri Ambil Narkoba, Pria Semarang Diciduk Polisi

Gula kacang atau ampyang ini memiliki perpaduan rasa antara manis dan gurih.  Tentu saja makanan yang satu ini tidak lepas dari nilai-nilai filosofisnya. Rasa manis diartikan sebagai kebahagiaan, sedangkan rasa gurih diartikan sebagai keceriaan.

2. Enting-Enting Gepuk

Enting-enting gepuk khas Kota salatiga. (lanykhoe.blogspot.co.id) oleh-oleh khas salatiga
Enting-enting gepuk khas Kota salatiga. (Lanykhoe.blogspot.co.id)

Enting-enting gepuk merupakan oleh-oleh khas Salatiga yang lagi-lagi berbahan dasar kacang tanah dan gula merah seperti gula kacang. Bedanya, dalam pengolahannya, kacang tanah yang telah disangrai  dicampur dengan gula karamel lalu ditumbuk hingga halus dan semua bahan menyatu.

Mengutip dari Jatengprov.go.id, sebagian rumah produksi masih memakai alat tradisional berupa kayu sawo untuk menggepuk/menghaluskan kacan.

Namun, ada juga yang sudah menggunakan blender demi menghemat waktu dan tenaga. Yang pasti, proses penghalusannya harus dijaga betul supaya kacang tidak mengeluarkan minyak sehingga memebuatnya tidak tahan lama.

Baca Juga: Pedagang Mi dan Bakso di Semarang Terima Suntikan Vaksin Covid-19

Tumbukan kacang dan gula kemudian dibentuk menjadi prisma segitiga dan dibungkus kecil-kecil dengan kertas khusus (semacam kertas minyak). Karena hanya mengandalkan bahan alami, enting-enting gepuk tidak bisa bertahan lama seperti layaknya makanan kemasan modern yang banyak di pasaran.

Biasanya, kualitas enting-enting gepuk masih terjaga hingga kurang lebih enam bulan setelah proses pembuatan, dengan syarat tak boleh terpapar sinar matahari langsung secara terus-menerus.  Rasa salah satu oleh-oleh khas Salatiga ini dominan manis, dengan sedikit tendangan rasa gurih yang berasal dari kacang.

3. Getuk Kethek

Getuk ketek (Kabarkuliner.com) oleh-oleh khas salatiga
Getuk ketek (Kabarkuliner.com)

Nama asli getuk ini sebenarnya adalah Getuk Satu Rasa, namun karena pedagangnya memelihara seekor ketek alias monyet, maka masyarakat mengenalnya dengan sebutan getuk ketek. Getuk sendiri merupakan olahan dari singkong dan biasanya diolah dengan bumbu manis ala roti atau sajian pencuci mulut.

Baca Juga: Maknyus! Nikmatnya Sedot Kepala Ikan di Kuliner Brekecek Pathak Jahan Khas Cilacap

Getuk ketek ini berbentuk kotak yang tersekat-sekat dan diberi taburan kelapa parut untuk memberikan sensasi gurih. Salah satu pedagang yang membuat sebutan getuk ketek ini meluas, Santoso, mengaku dalam sehari, ratusan kotak diproduksi dan menghabiskan rata-rata 150kg singkong.

Salah satu oleh-oleh khas Salatiga ini dibuat tanpa bahan pengawet sehingga hanya bertahan paling lama enam jam setelah diproduksi.

4. Tahu Campur

oleh-oleh khas salatiga

Tahu campur adalah makanan khas yang memiliki rasa unik. Bagi Anda yang sedang melintas atau berada di kota Salatiga, sanga rugi jika tidak mencicipi makanan khas ini.

Tahu campur merupakan kombinasi dari berbagai jenis makanan seperti lontong, bakwan, sayuran, kerupuk yang diremas, dan semakin nikmat dengan tambahan sambal kacang.

Bisa Anda bayangkan sendiri bagaimana kenikmatan karya kuliner yang juga biasa menjadi oleh-oleh khas Salatiga ini. Melihat kompisisi yang digunakan, makanan ini mirip dengan tahu kupat yang cukup populer di Solo.


Berita Terkait

Berita Terkini

Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Waspada! Curah Hujan di Jateng Bakal Semakin Tinggi Efek La Nina

BMKG memprakirakan curah hujan di Jawa Tengah (Jateng) akan mengalami peningkatan atau intensitas tinggi akibat terdampak fenomena La Nina.

Hujan Deras & Angin Kencang di Semarang, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Sejumlah pohon di Kota Semarang dilaporkan tumbang dan menimpa rumah warga saat hujan deras dan angin kencang melanda Jumat (22/10/2021) sore.

Jembatan Tiba-tiba Ambrol, Seorang Ibu Hilang Terbawa Arus

Seorang warga Kebumen, Jawa Tengah hanyut terbawa arus sungai ketika jembatan yang dilewatinya tiba-tiba ambrol.

Polda Jateng Ungkap Identitas WNA Turki Otak Pelaku Skimming ATM

Polda Jateng mengungkap identitas warga negara asing atau WNA asal Turki yang menjadi otak kejahatan skimming kartu ATM di wilayahnya.

Netizen Curhat Vaksin Berbayar Rp300.000, Ini Reaksi Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mendapat laporan dari warganet terkait vaksin Covid-19 berbayar Rp300.000 di wilayahnya.

Mantap! Bus Listrik Bakal Jadi Transportasi Umum di Jateng

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mewacanakan penggunaan bus listrik untuk transportasi umum.

Terkuak! Ada Peran WNA di Balik Pinjol Ilegal di Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng tengah memburu warga negara asing atau WNA yang berperan dalam praktik pinjaman online atau pinjol di wilayahnya.

Ketupat Sumpil: Makan Kupat Pakai Siput, Mau Coba?

Ketupat sumpil adalah olahan beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang atau daun bambu dan disantap  dengan parutan kelapa/serundeng dan bumbu sambal.

Gua Kiskendo, Medan Tempur Subali & Sugriwa Ternyata Ada di Kendal

Menurut legenda, nama Gua Kiskendo diambil dari cerita pewayangan yang mengisahkan pertempuran sengit antara kawanan kera dan kawanan berkepala sapi dan kerbau.

Cek Lur! Ini Daftar 34 Perusahaan Pinjol Ilegal dari Polda Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng mengungkapkan daftar 34 perusahaan dan aplikasi pinjaman online atau pinjol ilegal yang dilaporkan meresahkan masyarakat.

Duh! Aksi Pemotor Onani di Jalan Kembali Terjadi di Pekalongan

Aksi pemotor yang melakukan onani di jalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) kembali terjadi.

Keren! Semarang Bakal Punya Taman Parkur Seluas 500 Meter Persegi

Pemerintah Kota Semarang bakal membangun taman parkur sebagai tempat anak-anak muda menyalurkan hobi olahraga parkur atau parkour.

Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Berbelanja di Pasar Sawahan Ungaran tidak menggunakan uang, tetapi balok kecil. Seru banget hlo.

Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Roti ganjel rel merupakan kuliner unik dan langka khas Semarang yang resepnya warisan dari zaman Belanda.

Mantap! Vaksinasi Pelajar di Kota Semarang Sudah Capai Target

Capaian vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar atau remaja 12-17 tahun di Kota Semarang sudah memenuhi target yang ditetapkan.