Terlibat Pengaturan Skor, Ini Hukuman untuk Mojokerto Putra
Ilustrasi Sepak Bola (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.om, JAKARTA - Komite Disiplin ( Komdis ) PSSI menyatakan PS Mojokerto Putra telah terlibat kasus pengaturan skor. Komdis pun sudah menjatuhkan hukuman untuk klub yang tampil di Liga 2 musim lalu itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin. Menurutnya, Komdis menemukan setidaknya tiga pertandingan yang melibatkan Mojokerto Putra dalam kasus pengaturan skor. Ketiga pertandingan itu adalah melawan Kalteng Putra, Persegres Gresik United, dan Aceh United.

Yang paling mencolok tentu saat melawan Aceh United. Saat itu, pemain Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma, terlihat dengan sengaja gagal menendang penalti. Kejadian itu sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.

Asep Edwin mengaku telah memanggil Krisna Adi namun dia tidak pernah memenuhi panggilan. Oleh karenanya, dari temuan yang didapat Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Krisna larangan bermain seumur hidup.

Asep menambahkan, Komdis mempunyai perangkat untuk memberikan peringkatan sekaligus analisa dan bukti terjadinya pengaturan skor. Komdis juga memiliki pegangan yurisprudensi dari penyelesaian kasus match fixing yang telah diakui AFC maupun FIFA.

"Kami memiliki bukti-bukti yang kuat dari sejumlah pelanggaran match fixing yang dilakukan PS Mojokerto Putra. Karena itu, merujuk kepada pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, PS Mojokerto Putra dihukum larangan ikut serta dalam kompetisi PSSI tahun 2019 yang dilaksanakan PSSI," kata Asep seperti dikutip dari Suara.com, Minggu (23/12/2018).

"Demikian halnya dengan saudara Krisna Adi Darma. Krisna Adi Darma dilarang beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup," imbuhnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom