Terlibat Gesekan, Anggota 2 Perguruan Silat Mojogedang Karanganyar Dihukum Kerja Bakti

Sekitar 40 anggota dari dua perguruan silat di Mojogedang, Karanganyar, dihukum kerja bakti memperbaiki jembatan gara-gara terlibat gesekan.

 Anggota dua perguruan silat di Mojogedang, Karanganyar, mendapat sanksi hukuman sosial memperbaiki jembatan di Dusun Sidorejo, Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar, Kamis (29/7/2021). (Istimewa/Polres Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Anggota dua perguruan silat di Mojogedang, Karanganyar, mendapat sanksi hukuman sosial memperbaiki jembatan di Dusun Sidorejo, Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar, Kamis (29/7/2021). (Istimewa/Polres Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Puluhan anggota dari dua perguruan silat di Mojogedang, Karanganyar, dihukum melakukan kerja bakti memperbaiki jembatan penghubung Desa Pojok dengan Desa Mojoreto, Mojogedang, Karanganyar, Kamis (29/7/2021).

Sanksi diberikan setelah sebelumnya kedua perguruan silat itu terlibat gesekan. Kasubbag Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko, kepada Solopos.com, Kamis malam, mengatakan setelah adanya gesekan antara dua perguruan silat itu, kedua pihak yang terlibat mendapat sanksi.

Baca Juga: 2.523 Ibu Hamil Karanganyar Tunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19

Mereka harus bekerja bersama-sama dan melakukan bakti sosial. Sebanyak 40 orang dari kedua perguruan silat di Mojogedang, Karanganyar, yang terlibat gesekan tersebut diminta untuk memperbaiki fasilitas umum jembatan yang rusak.

“Kegiatan mulai dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Kedua pihak yang diminta kerja bakti dipantau langsung oleh Camat, Kapolsek Mojogedang, Kasatreskrim Polres Karanganyar. Kemudian Babinsa dan ketua cabang atau rayon dari kedua perguruan silat,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jateng Percepat Vaksinasi Covid-19, Pekan Ini Tersedia 770.000 Dosis Vaksin

Kasubbag Humas mengatakan sanksi yang diberikan kepada kedua anggota perguruan silat di Karanganyar tersebut juga untuk memupuk tali persaudaraan. Sehingga diharapkan mereka bisa menghindari konflik dan kondusivitas keamanan wilayah terjaga.

“Setelah adanya kegiatan ini kami harap bisa memupuk tali persaudaraan kedua pihak yang terlibat. Sehingga tercipta kondisi kondusif di lingkungan masyarakat,” terangnya.

Baca Juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Akui Sulit Terapkan Pembatasan 20 Menit Makan di Tempat

Agung tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kejadian gesekan antara dua perguruan silat tersebut, kapan terjadinya, di mana, dan sebagainya.

Berita Terkait

Espos Premium

PPKM Makin Longgar, Jangan Buru-Buru "Balas Dendam" Berwisata!

PPKM Makin Longgar, Jangan Buru-Buru "Balas Dendam" Berwisata!

Pelonggaran kegiatan seusai pembatasan ketat berbulan-bulan demi menurunkan penularan Covid-19 memicu munculnya revenge travel atau revenge tourism atau biasa disebut wisata balas dendam. Kedisiplinan terhadap protokol kesehatan selama revenge travel menjadi kunci mencegah lonjakan kasus berikutnya. Revenge travel terjadi ketika masyarakat merasa haus mendapatkan hiburan atau refreshing setelah pengetatan aktivitas di rumah saja dalam periode yang lama.

Berita Terkini

Masyarakat Peduli Api Dibentuk di Gunung Bromo Karanganyar, Ini Perannya

Pembentukan MPA Singo Serang khusus di lingkungan KHDTK Gunung Bromo diperlukan dalam upaya menciptakan hutan lestari.

Jhon Underground: Pemuda Wonogiri yang Punya Misi Mengenalkan Kampung Halaman lewat Media

Jhon Underground, pemuda asli Wonogiri tergerak untuk memperkenalkan kampung halamannya ke masyarakat luas.

Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Sudah Tempati Kontrakan Baru

Sekeluarga yang tidur di kolong meja wedangan di Kartasura, Sukoharjo, sudah menempati kontrakan baru. Kontrakan itu tak jauh dari wedangan yang menjadi usaha keluarga tersebut.

Hindari Yoni di Tengah Sawah, Jalan Tol Solo-Jogja Wilayah Klaten ini Dibuat Melayang

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja wilayah Keprabon, Polanharjo, Klaten, dibuat melayang demi menghindari yoni di tengah sawah.

Saking Parahnya Pencemaran, Warga Sragen Sampai Takut Makan Ikan dari Bengawan Solo

Warga Sragen merasakan betul dampak dari pencemaran Sungai Bengawan Solo di wilayah mereka sampai takut makan ikannya.

Ingat! Tempat Wisata di Boyolali Masih Belum Boleh Buka Lur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali belum membuka tempat wisata selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini.

Nasi Boks I Am In Love, Solusi Praktis Makan Ayam Panggang

I Am In Love Panggang menyajikan menu lunch box bagi masyarakat Kota Solo dan sekitarnya

Dulur Sukoharjo, Ojo Lali Prokes 5M Ya...

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengingatkan warga untuk menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Tes SKD CPNS Sukoharjo, Puluhan Peserta Gugur pada Hari Pertama

Jumlah peserta tes SKD CPNS Sukoharjo yang tidak lolos karena tidak hadir saat tes masih ada kemungkinan bertambah.

Pemilik Angkringan di Klaten Tetap Ngeyel Usai Ditegur Satpol PP, Sejumlah Gelas Dikukut

Satpol PP Klaten terpaksa menegur keras tiga pemilik angkringan di Klaten Selatan sepanjang PPKM Level 3.

PTM SMP dan SMA Sederajat di Wonogiri Mungkin Digelar Bareng

PTM belum akan digelar dalam waktu dekat karena SMP-SMA sederajat mulai pekan ini menggelar kegiatan tatap muka terbatas ANBK.

Puluhan Kebakaran Terjadi di Wonogiri Tahun Ini, Mayoritas Penyebabnya Karena Ini

Puluhan kebakaran terjadi di Kabupaten Wonogiri dalam kurun waktu Januari hingga September 2021. Human eror mendominasi penyebab kebakaran di kabupaten itu.

Borong 7,5 Kuintal Cabai Petani, Bupati Karanganyar: Spekulan Jangan Mainkan Harga!

Bupati menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk campur tangan mengatasi permainan spekulan.

Lewat Program Desa Tuntas Vaksinasi, Pemkab Klaten Ingin Percepat Herd Immunity

Vaksinasi massal digelar di Balai Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Selasa (14/9/2021).

Pasar Bahulak Sragen Raih Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf, Apa Itu?

Pasar Bahulak di Desa Karungan, Plupuh, Sragen, mendapat sertifikat cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE) dari Kemenparekraf.