Pentolan Pasoepati, M. Badres, berfoto bersama para suporter Timnas Indonesia di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Teriakan berbau rasialis dari luar apartemen D’Majestic, Kuala Lumpur, seketika membuat sejumlah suporter Timnas Indonesia terkesiap dari istirahatnya. Malam itu waktu menunjukkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Rabu (20/11/2019).

Belum ada satu jam para suporter Indonesia merebahkan diri di penginapan setelah kembali dari Stadion Bukit Jalil, untuk menyaksikan laga Timnas melawan Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sekitar 20 pendukung Timnas yang terjaga sontak keluar apartemen.

Teriakan pada dini hari itu rupanya bersumber dari mobil yang berhenti di jembatan penyeberangan dekat D’Majestic. Mobil melaju seketika saat para suporter berupaya menghampirinya. Raungan suara motor giliran muncul ketika suporter Timnas sudah kembali ke apartemen.

Merasa diprovokasi, pendukung Bayu Pradana dkk. pun panas. Mereka kembali mengejar pengendara motor hingga sampai di gang tak jauh dari D’Majestic. “Ternyata itu merupakan jebakan [suporter Malaysia]. Dari gang itu kemudian keluar 50 orang yang menyerbu kawan-kawan,” ujar M. Badres, pentolan Pasoepati yang turut menyaksikan laga Timnas ketika dikonfirmasi Solopos.com, Senin (25/11/2019).

Kejadian itu merupakan awal perkelahian antarsuporter yang belum banyak diketahui publik. Open fight (istilah perkelahian di ruang terbuka yang lazim disebut di dunia suporter) terjadi dalam kondisi tak imbang, 20 lawan 50. Dengan tangan kosong, para suporter yang berasal dari Solo, Semarang dan Jakarta meladeni suporter garis keras Malaysia yang beberapa memakai helm sebagai senjata.

Kalah jumlah, suporter Timnas memilih mundur sejenak ke apartemen. “Namun setelah itu kami serang balik, mereka gantian mundur. Suporter Malaysia sempat melempar batu besar ke kaca apartemen. Open fight baru bubar setengah empat pagi,” ujar Badres yang saat itu berada di D’Majestic untuk melindungi seorang suporter Malaysia dari amarah pendukung Timnas.

Lantaran gerah dengan deretan berita yang menyudutkan suporter Timnas, pada Sabtu (23/11/2019) lalu Badres berinisiatif membuka fakta-fakta itu lewat live story Instagram bersama suporter Timnas asal Jakarta, Yunis. Di forum itu mereka juga membuka kronologis bagaimana tiga suporter Tim Garuda ditangkap karena dituduh teroris oleh otoritas Malaysia. Mereka turut membeberkan bagaimana kedua suporter saling lempar smoke bomb, flare dan plastik berisi air kencing saat laga.

“Yang belum banyak diketahui orang, suporter sempat mengembalikan flare kedua dari Malaysia dan kena tepat di kerumunan ultras casual mereka. Setelah itu ultras Malaya dipukul mundur oleh polisi,” ujar Yunis sambil terkekeh.

Tribune Indonesia pun tak lolos dari tekanan keamanan. Yunis dkk. sempat disemprot chilli spray saat saling lempar smoke bomb 15 menit jelang akhir laga. “Rasanya perih sekali. Tapi saya salut dengan teman-teman suporter timnas. Dilempar apapun mereka enggak kabur, justru lemparan itu mereka kembalikan. Saya sendiri sempat kena air kencing, jadi susah pas mau salat,” ucapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten