Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (baju putih) menemui pengungsi banjir di posko pengungsian di Kantor Desa Garon, Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (7/3/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Penyebab banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yaitu karena jebolnya tanggul Kali Madiun di Desa Balerejo, Kecamatan Balerejo, Madiun. Air meluap kemudian menerjang puluhan desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro menyampaikan penyebab banjir yaitu akibat jebolnya tanggul di Kali Madiun pada Selasa (5/3/2019) lalu. Hujan deras yang mengguyur wilayah Madiun juga menjadi penyebab banjir tersebut.

Air yang meluap dari Bengawan Solo kemudian turun ke Kali Madiun dan kemudian masuk ke Kali Jerowan. Selanjutnya air tersebut masuk ke perkampungan warga di puluhan titik.

"Ada tanggul yang jebol sehingga air meluap dan membanjiri Madiun," kata Ahmad Dawami di posko penanganan bencana alam banjir Kabupaten Madiun di Kantor Kecamatan Balerejo, Kamis (7/3/2019).

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan musibah banjir di Madiun menjadi perhatian Pemprov Jatim. Ia mengaku akan berkoordinasi secara intens dengan Bupati Madiun sepekan ke depan untuk mengetahui perkembangan.

Khofifah mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk memperbaiki tanggul sungai di Balerejo yang jebol. BBWSBS menjanjikan penanganan perbaikan sungai bisa dilakukan sekitar dua jam untuk pemasangan bronjong sungai.

"Untuk permasalahan tanggul yang jebol. BBWSBS sementara akan memasang bronjong dulu. Nantinya akan dibangun plengsengan di tanggul sungai itu," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten