Tutup Iklan

Terkuak! Begini Kronologi Pembunuhan Bocah Tanpa Kepala Korban Sodomi

Begini kronologi pembunuhan bocah tanpa kepala.

 Ilustrasi korban. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KATINGAN – Mayat bocah tanpa kepala yang ditemukan di bekas tambang ilegal di Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat (6/12/2019), menghebohkan warga. Mayat bocah berinisial H itu diduga sebagai korban pelecehan seksual.

Dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus, Palangkaraya, Ricka, mengatakan, hasil autopsi menemukan bekas tindak asusila di tubuh H, 12. Beberapa bagian tubuh H mengalami luka lebam.

"Korban diperkirakan sudah meninggal selama tiga hari karena badannya sudah membengkak dan kaku saat ditemukan di lokasi kejadian," ungkap Ricka seperti dikabarkan Detik, Selasa (10/12/2019).

Geger Penemuan Mayat Bocah Tanpa Kepala Korban Sodomi

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan, pelaku tindak asusila sekaligus pembunuh H adalah A, 35.

"Pelaku pembunuh anak di bawah umur dengan cara mengenaskan itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng, nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Hendra Rochmawan.

Hendra Rochmawan menjelaskan, tersangka tinggal satu daerah dengan korban. Pria yang sudah berkeluarga itu diduga kuat mengalami kelainan seksual.

Sebab, pria tersebut menjadikan bocah malang itu dijadikan korban pelampiasan nafsunya. Akibat kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan UU Perlindungan Anak.

"Kejadian ini memang murni tindak kriminal dengan kasus potong kepala, jadi tidak ada hubungannya dengan isu ngayau dan sebagainya," ungkap Hendra Rochmawan.

Diberitakan sebelumnya, jasad H ditemukan di bekas penambangan emas ilegal di Tumbang Mahop, Katingan Hulu. Pelecehan seksual yang merenggut nyawa H terjadi, Selasa (3/12/2019). Polisi mengamankan tersangka, Senin (9/12/2019).

Tersangka kemudian menunjukkan tempat memendam kepala bocah tersebut yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat pembunuhan. Polisi juga telah menemukan barang bukti yang dipakai pelaku membunuh korban.

"Kami sudah berhasil menemukan jasad korban, yaitu kepala yang dipendam di tanah. Kemudian barang bukti berupa parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban," tegas Hendra Rochmawan.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 6 Desember 1992, Penghancuran Masjid Babri India

Insiden penghancuran Masjid Babri di India merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada 6 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Korban KKB, Persiapan Syukuran yang Berubah Jadi Kabar Duka

Keluarganya pun berencana membuat syukuran untuk menyambut kepulangan Serda Putra namun acara tersebut berubah menjadi duka.

Kirim 9 Personel, IOF Jateng Dirikan Dapur Umum di Lereng Semeru

Kesembilan anggota IOF Jateng itu selama ini kerap berjibaku sebagai sukarelawan SAR di Soloraya dan Jawa Tengah.

Relawan SAR Soloraya: Pengungsi Butuh Pakaian dan Perlengkapan Bayi

Di kelurahan Sumber Wulung ada satu dusun yang masih tertimbun abu Semeru dan belum bisa dilakukan evakuasi akibat tebalnya material letusan.

Satu Dusun Tertimbun Abu Semeru, 22 Orang Dalam Pencarian

Dari data yang diperoleh Solopos.com, Minggu malam, ada 22 orang yang belum diketahui nasib mereka.

Kumandang Azan Satu Jam Sebelum Jembatan Putus Akibat Erupsi Semeru

Tampak di lokasi itu diguyur hujan deras dan kabut, sang sopir yang takut sambil mengendarai kendaraannya itu langsung dirinya mengumandangkan suara azan.

Ternyata, Siskaeee Rekam Aksi Tak Senonoh di Sejumlah Tempat di DIY

Siskaeee mengaku melakukan aksi tak senonoh di sejumlah tempat di D.I. Yogyakarta. 

Pamer Aurat di Mana-Mana, Siskaeee Menderita Gangguan Mental?

Eksibisionisme masuk dalam kategori Diagnositic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), salah satu gangguan mental, dan ini cukup membuat seseorang harus mendapatkan pertolongan.

Almarhumah NWR Pernah Laporkan Kasus Asusila ke Kampus

Agus Suman menyatakan Universitas Brawijaya (UB) mengapresiasi dan mendukung langkah Polri dalam menangani kasus bunuh diri NWR.

Ini 20 Ramalan Jayabaya Terjadi di Tahun 2022

Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa di tahun 2022 atau zaman kalasurata ini, akan terjadi kiamat kubra.

Ini Dia Mitos tentang Gunung Semeru yang Perlu Anda Tahu

Karena itulah tidak heran ada yang menghubungkan letusan Gunung Semeru ini dengan ramalan Jayabaya, yang menubuatkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah.

Bertambah Lagi, Korsel Laporkan Virus Corona Omicron Jadi 12 Kasus

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan tiga tambahan kasus virus corona Omicron sehingga menjadikan total kasus varian baru tersebut menjadi 12.

Media Asing Sebut Indonesia Batal Beli Jet Tempur Sukhoi Rusia

Media asing sektor militer pertahanan dan militer melaporkan bahwa Indonesia telah membatalkan pembelian jet tempur Rusia Sukhoi Su-35.

Duka Partai Golkar, Airlangga: Segera Bantu Warga Sekitar Semeru!

Airlangga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana DPP Partai Golkar segera membantu masyarakat yang terdampak dengan memenuhi kebutuhan dasar berupa sembako dan membagikan masker bagi para pengungsi.

+ PLUS Kedisiplinan Masyarakat Kunci Mencegah Ancaman Gelombang Ketiga

Komitmen pemerintah mengantisipasi ancaman lonjakan penularan Covid-19 memunculkan optimisme Indonesia bakal lolos dari potensi lonjakan gelombang ketiga penularan Covid-19.

Varian Omicron Menyebar ke 40 Negara, WHO: Jangan Panik, Tetap Waspada

Warga dunia diimbau tidak panik terkait varian baru Omicron Covid-19 yang telah menyebar ke 40 negara, tetapi harus tetap waspada.