Terkini! Bharada E Pecat Pengacaranya Deolipa Yumara

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada RE atau Bharada E mencabut kuasa pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin mulai Rabu (10/8/2022).

 Bhayangkara Dua Richar Eliezer (Bharada E) (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Bhayangkara Dua Richar Eliezer (Bharada E) (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada RE atau Bharada E mencabut kuasa pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin mulai Rabu (10/8/2022).

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Deolipa Yumara saat menjadi salah satu narasumber acara live Kontroversi di Metro TV. Pembawa acara memberikan kesempatan kepada Deolipa untuk berbicara.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Ini siaran langsung kan? Oh ya, bagus. Jadi saya dapat WA [WhatsApp] dari anak buah saya, pengacara dari kantor saya di Condet. Surat pencabutan kuasa,” kata Deolipa saat menjadi salah satu narasumber acara Kontroversi di Metro TV seperti dikutip Solopos.com dari Channel YouTube metrotvnews, Jumat (12/8/2022).

Deolipa menegaskan bahwa dia mendapatkan surat pencabutan kuasa tersebut melalui WhatsApp saat acara live di stasiun televisi berlangsung. Dia menjelaskan bahwa surat pencabutan kuasa tersebut tidak ditulis tangan melainkan diketik.

“Ini kan tadi [baru saja saya terima]. Makanya saya… Saya baru dapat WA. Buktinya saya bingung ini. Ini surat pencabutan kuasa tulisannnya diketik. Tentunya posisinya si Eliezer ini gak mungkin mengetik, wong dia tahanan. Diketik, baru dia tanda tangan. Biasanya Eliezer ini suka tulis tangan. Saya bacakan saja,” tutur dia.

Baca Juga : Pengacara: Ferdy Sambo Janjikan Uang dan Kasus Bharada E Dihentikan

“Ini saya santai ya. Saya baca ini tanpa tendensi apa-apa, tanpa posisi apa-apa, tanpa perasaan apa-apa, biasa begitu kalau saya,” imbuhnya.

Deolipa membacakan surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Bharada E pada Rabu (10/8/2022) itu. Berikut isi surat pencabutan kuasa terhadap pengacara Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

“Surat pencabutan kuasa. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya. Nama Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Tempat tanggal lahir Manado 14 Mei 1998. Jenis kelamin laki-laki. Agama Kristen Protestan. Kewarganegaraan Indonesia. Pekerjaan Polri. Alamat Asrama Brimob Cikeas Udik, Kampung Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” tutur Deolipa membaca surat tersebut.

“Dalam hal ini menerangkan bertindak sebagai diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai pencabut kuasa. Dengan ini menerangkan bahwa terhitung tanggal 10 Agustus 2022 mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara Sarjana Hukum, Sarjana Psikologi dan Muhammad Burhanudin Sarjana Hukum advokat [pengacara] beralamat kantor di Law Office Deolipa Yumara dan Burhanudin Associates Counselor of Law,” lanjutnya.

“Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani. Dengan pencabutan surat kuasa ini maka surat kuasa tertanggal 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku dan tidak dapat dipergunakan lagi dan karenanya advokat dan konsultan hukum pada kantor Deolipa Yumara dan Burhanudin Associate tidak lagi memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan tindakan hukum dalam hal sebagaimana yang tercantum dalam pemberian kuasa tersebut,” tutur dia.

Baca Juga : Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Bharada E Minta Perlindungan

“Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Demikian surat pencabutan kuasa untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, 10 Agustus 2022.”

Surat tersebut diketik, bermaterai, dan ditandatangani Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada 10 Agustus 2022. Otomatis, posisi Bharada RE saat ini tidak didampingi pengacara.

Diberitakan sebelumnya, Bharada RE merupakan salah satu tersangka kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Peristiwa tersebut menyebabkan Brigadir J meninggal di rumah dinas Kadiv Propam Polri kawasan Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Ujung Tanduk Nasib Piala Dunia U-20 setelah Tragedi Kanjuruhan

      Ujung Tanduk Nasib Piala Dunia U-20 setelah Tragedi Kanjuruhan

      Nasib sepak bola Indonesia berada di ujung tanduk. Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 153 orang berpotensi mengganjal Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023. Indonesia pun terancam mendapat sanksi berat lainnya dari FIFA.

      Berita Terkini

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.

      Jadi Rujukan se-Indonesia, Ini Alasan Gus Baha Masih Ceramah Berbahasa Jawa

      Walaupun penggemar Gus Baha sudah menjangkau lintas suku dan daerah tapi ia masih sering menggunakan bahasa Jawa di setiap ceramahnya.

      Berulangkali Lakukan KDRT, Rizky Billar Sulit Lepas dari Jeratan Pidana

      Polisi juga meminta Lesti Kejora untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

      Gempa Bumi Tapanuli Utara Picu Kebakaran Pasar Sarulla

      Si jago merah melahap bangunan pasar Sarulla dengan kobaran yang besar.