Terkini! 1.986 Kasus Positif Corona di Indonesia, Jateng Jadi 114
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat jumpa pers. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, SOLO - Data terbaru yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebutkan ada penambahan sebanyak 196 orang positif corona di Indonesia. Alhasil, total pasien positif Covid-19 di Tanah Air per Jumat (3/4/2020) mencapai 1.986 orang.

Selain itu, dari data yang disampaikan Achmad Yurianto dikatakan ada penambahan 22 orang sembuh dari corona juga 11 kasus kematian baru di Indonesia.

Kata Luhut Corona Tak Tahan Cuaca Panas, Benarkah?

"Pada hari ini bertambah 196 orang sehingga jumlah positif menjadi 1.986. Jumlah kasus yang sembuh meningkat 22 orang sehingga total 134 orang. Meninggal tambah 11 orang menjadi 181 orang. Sekali lagi gambaran-gambaran ini [bentuk] proses penularan masih berlangsung di luar," ujar lelaki yang akrab dipanggil Yuri ini saat jumpar pers seperti yang ditayangkan TV One, Jumat (3/4/2020).

Sekjen MUI: Mudik Saat Wabah Corona Hukumnya Haram

Sementara itu, data yang diperoleh Solopos.com dari pengelola akun media sosial Instagram @kawalcovid19, terdapat penambahan kasus positif corona di Jateng sebanyak 10 orang. Alhasil, total pasien positif corona menjadi 114 kasus. Sementara itu, untuk pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang. Terjadi penambahan juga di kasus terkonfirmasi positif meninggal dunia sebanyak 11 orang sehingga totalnya 18 kasus.

Musim Pancaroba

Dengan bertambahnya data kasus positif corona di Indonesia maupun Jateng, Yuri kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan menjaga kebersihan. Karena kedua hal tersebut merupakan kunci untuk memutus penularan atau persebaran virus corona di Tanah Air.

"Pertama, mari kita bersama-sama kita jaga jarak untuk putuskan rantai penularan, jaga jarak dengan siapa pun. Upayakan berjarak 1,5 sampai 2 meter. Hindari kontak langsung dengan orang lain. Hindari tempat penuh sesak dan berkumpul, ini menjadi kunci. Yang kedua, cuci tangan karena transmisi penyakit ini banyak diwarnai oleh cemaran droplet akibat batuk, bersin yang mengenai benda-benda lain dan mngenai tangan kita," imbau Yuri.

Ambruk, JPO Depan Pasar Kartasura Langsung Diperbaiki

Memasuki musim pancaroba pada April-Mei 2020, Yuri mengatakan pada bulan-bulan tersebut data menyebutkan penyakit demam berdarah dangue (DBD) juga merebak. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan di rumah.

"Musim pancaroba bulan Mei secara statistik menunjukkan peningkatan DBD. Jangan sampai memperburuk pandemi Covid-19. Lakukan pembersihan sarang nyamuk di rumah karena waktu kita banyak di rumah," pungkasnya.

BNPB: Puncak Corona di Indonesia Juni, Kasus Positif Lampaui 100.000


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho