Terkena Erosi, Jalan Penghubung Pleret dan Piyungan Ambles
Komisi A DPRD Bantul dan DPU ESDM DIY memantau kondisi jalan yang ambles di Piyungan, Selasa (23/1/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)

Kendaraan roda empat dilarang melintas

Solopos.com, BANTUL-Talut sungai yang menopang Jalan Sampakan Wukirsari ambles akibat erosi aliran Sungai Opak. Akibatnya, jalan penghubung antara Pleret dan Piyungan yang terletak di Dusun Pagergunung, Desa Sitimulyo, Piyungan tersebut tidak boleh dilalui kendaraan roda empat dan diberlakukan satu arah.

Warga Dusun Pagergunung, Desa Sitimulyo, Piyungan Iwan Setiadi mengatakan, talut penopang jalan ambles pada hari Senin (22/1/2018) pukul 20.00 WIB. Sebelumnya jalan tersebut sudah retak pada hari Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. "Kurang lebih jalan yang  ambles panjangnya 50 meter dengan kedalaman 10 meter dan lebarnya enam meter," ujar Iwan, Selasa (23/1/2018).

Iwan mengatakan, penyebab jalan ambles adalah retakan jalan yang dimasuki air. Belum lagi, kondisi tanah penopang jalan juga rapuh dan terus terkikis oleh aliran sungai yang debitnya terus meningkat selama empat hari ini. Oleh karena itu, untuk mencegah bahaya yang mungkin akan dialami pengendara, pihak kepolisian memberlakukan jalan satu arah untuk mengurangi beban jalan. "Jalan ini sangat vital karena menghubungkan banyak desa mulai dari Banyakan sampai Segoroyoso," kata Iwan.

Sementara itu, salah seorang warga yang memiliki rumah di dekat jalan ambles Wakijo mengatakan, saat ini warga khawatir area jalan yang ambles akan meluas ke pemukiman warga di pinggir jalan. Dia juga mengatakan, sekitar empat bulan yang lalu jalan tersebut baru saja diaspal.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom