Tutup Iklan
Persis Solo (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO — Penjualan 70 persen saham milik PT Syahdana Property Nusantara (SPN) di PT Persis Solo Saestu (PSS) ke pihak lain ternyata tanpa sepengetahuan pihak Solo. Hal itu membuat drama pengambilalihan PT PSS sebagai pengelola klub Persis Solo justru memasuki alur baru.

Presiden Direktur PT PSS, Eddy Junaidi, sebelumnya mengungkapkan PT SPN telah melepas saham di PT PSS. Namun, pengumuman soal sosok yang akan menjadi pemilik saham mayoritas kemungkinan baru diumumkan pekan ini.

Meski nama Effendi Syahputra sempat mengemuka sebagai calon investor, Eddy justru membantahnya. “Sudah ada yang duluan [deal]. Pekan depan diumumkan [investor baru],” kata dia kepada Solopos.com, Minggu (8/9/2019).

Perwakilan Wali Kota Solo yang ditunjuk untuk mengurus negosiasi dengan PT SPN, Her Suprabu, mengatakan pihaknya tidak diajak bicara soal penjualan saham ke pihak lain. Ia menyesalkan langkah yang diambil PT SPN tersebut.

“Kalau memang kabar itu benar, mereka berarti sudah jalan tanpa melibatkan pihak [pemilik saham] di Solo dan tentunya ini akan jadi catatan kurang baik. Kami akan ambil sikap tegas atas langkah tersebut,” ungkap Her Suprabu saat dihubungi Solopos.com, Senin (9/9/2019).

Ia menyayangkan akhir langkah yang selama ini sudah ditempuh kedua belah pihak harus seperti itu. Apalagi, menurut info yang terima Her Suprabu, investor baru memiliki kepentingan untuk Kongres PSSI. “Dulu, katanya PT SPN sudah legawa melepas saham. Ternyata seperti ini,” keluhnya.

Terpisah, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan Haornas di Stadion Manahan Solo mengatakan tak tahu menahu soal penjualan saham dari PT SPN ke pihak lain. Menurutnya, pembicaraan dengan bos PT SPN, Sigid Haryo Wibisono (SHW) belum membahas urusan jual-beli saham.

“Saya enggak pernah mengurusi Persis. Jadi saya enggak tahu saham dijual atau tidak. Yang harus tahu adalah pendiri PT PSS, Her Suprabu dkk. Setelah saya lihat di situ [struktur PT PSS], tidak ada satupun teman teman bercokol di kepengurusan atau manajemen. Apalagi, mereka adalah pendiri PT PSS,” ujarnya.

Ditanya soal kekhawatiran Persis berpindah tangan ke pihak yang tidak jelas, Rudy mengatakan sudah ada perjanjian Persis harus kembali ke Solo seandainya PT SPN tak lagi berminat mengurus Persis. Logo Persis, kata dia, juga tak boleh dijual ke mana-mana.

“Seandainya mereka berkeras tak boleh dibeli, ya kita ambil Persis Solo-nya lah. Kami mendirikan kesebelasan sendiri, sah. Mereka mau pakai kesebelasan apa mangga. Namun, logo Persis dan nama Persis tidak boleh dijual, sudah dipatenkan kok. Sejak awal sudah ada perjanjian,” papar dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten