Terjerat Utang Bikin Pemuda Gunungkidul Nekat Bobol Kantor Pegadaian Sleman

Terjerat utang Rp50 juta, Yunarto, 23, menggasak sejumlah barang di beberapa lokasi salah satunya kantor Sentra Gadai di Depok, Sleman, DIY.

 Polisi melakukan gelar perkara kasus pencurian di Sentra Gadai beserta barang bukti di Polsek Depok Barat, Senin (26/7). (Harianjogja.com/Lugas Subarkah)

SOLOPOS.COM - Polisi melakukan gelar perkara kasus pencurian di Sentra Gadai beserta barang bukti di Polsek Depok Barat, Senin (26/7). (Harianjogja.com/Lugas Subarkah)

Solopos.com, SLEMAN — Terjerat utang puluhan juta rupiah membuat seorang pemuda nekat membobol kantor pegadaian Sentra Gadai di Caturtunggal, Depok, Sleman pada awal Juli lalu. Polisi telah berhasil menangkap pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Mateus Wiwit, menjelaskan pencurian terjadi pada 11 Juli 2021 dini hari. Pelakunya adalah Yunarto, 23, warga Tepus, Gunungkidul. “Pelaku mencuri dengan merusak pintu rolling door dan gembok,” ujarnya, Senin (26/7/2021).

Pencurian ini diketahui setelah salah seorang pegawai Sentra Gadai Sigit Setiawan, 29 tahun melaporkannya ke polisi. Awalnya, ia hendak membuka kantor dan mendapati pintu rolling door sudah terbuka dan gembok tidak ada.

Baca Juga: Duh, Petugas Ekspedisi Dibacok Klitih di Umbulharjo Jogja, Kena Punggung dan Lengan

Sigit pun lalu menghubungi pemilik Sentra Gadai, Agustina Ika Widyawati. Setelah pemilik datang dan mengecek, ternyata pintu gudang juga sudah terbuka dalam keadaan rusak. “Beberapa barang milik customer juga hilang,” katanya.

Mengetahui telah terjadi pencurian, mereka melapor ke Polsek Depok Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan, pada Kamis (22/7/2021), polisi berhasil menangkap pelaku di Tepus, Gunungkidul. Setelah diintrogasi, pelaku mengakui telah mencuri di Sentra Gadai.

Terjerat Utang Rp50 Juta

Dari pemeriksaan tersebut pelaku juga mengakui telah mencuri di delapan lokasi lainnya. Di antaranya di kantor koperasi di Bantul, pegadaian di Godean, pegadaian di Glagahsari dan mininarket di Gondokusuman, Kota Jogja.

Sejumlah barang bukti yang merupakan hasil curian di sejumlah lokasi tersebut di antaranya kamera, handphone, laptop, televisi, proyektor dan lainnya. Sementara alat yang digunakan untuk mencuri meliputi gergaji, gunting taman, palu dan linggis.

Baca Juga: Polres Kulonprogo akan Jemput Warga Yang Isoman, Bila Perlu dengan Paksa, Lho?

Kepada wartawan, Yunarto mengakui terpaksa mencuri lantaran terjerat utang hingga Rp50 juta. “Enggak kerja 1,5 tahun, enggak bisa bayar utang. Akhirnya dapat ide [mencuri] untuk bayar utang, karena jaminanya sertifikat rumah,” katanya.

Meski demikian ia mengaku belum sempat menjual barang curiannya selama ini. Ia memilih pegadaian sebagai sasaran karena menurutnya di masa pandemi banyak orang yang pinjam uang di pegadaian, sehingga semakin banyak pula barang yang bisa dicuri.

Yunarto melancarkan aksinya sendirian, di waktu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB hingga subuh. Ia dijerat Pasal 363 ayat 1 ke- 5e KUH Pidana, dengan ancaman hukuman tujuh tahun Penjara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Saluran Irigasi Peninggalan Belanda Jebol, Ini Nasib Lahan Pertanian di Kulonprogo

Saluran irigasi peninggalan Belanda yang jebol berada di Dusun Pantog Wetan, Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo.

Musim Kemarau Basah, Sejumlah Wilayah Di Bantul Alami Kekeringan

Kendati demikian, kemarau yang masih sesekali hujan membuat dampak kekeringan tak seperti kemarau kering.

Razia Gabungan Di Rutan Wates, Petugas Temukan Benda Terlarang

Kepala Rutan Kelas II B Wates Deny Fajariyanto mengatakan razia gabungan dilakukan untuk meminimalisir terjadinya peredaran narkotika

Capaian Vaksinasi Di Bantul Dinilai Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Dinkes Bantul beralasan jika Bantul bukanlah pilot projek vaksinasi di DIY seperti Kota Jogja dan Sleman?.

Pengumuman! Pemkot Jogja akan Gelar Wayang Jogja Night Carnival, Catat Tanggalnya

Pemkot Jogja akan tetap menggelar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) meski masih masa pandemi. WJNC akan digelar secara hibrid.

Warga Bisa Urus Dokumen Ini, Di Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Kulonprogo

Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) membantu masyarakat Kulonprogo dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Pengumumam, Di Jogja Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

Sesuai Inmendagri Nomor 43/2021, Kota Jogja dipilih menjadi salah satu wilayah yang menerapkan uji coba di kawasan mal.

Kebijakan Ganjil Genap Objek Wisata Bantul Dievaluasi

Penerapan kebijakan ganjil genap di objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan, Bantul dievaluasi.

Miris, Gadis di Bawah Umur Dijual ke Pria Hidung Belang

Dua pemuda asal Banjarnegara, Jawa Tengah tega menjual seorang gadis di bawah umur kepada pria hidung belang.

Ngentak Mangir Dulu Susah Sinyal, Kini Malah Jadi Kampung Internet

Inisiatif warga untuk berlangganan internet dan menyebarkan ke seluruh rumah membuat Kampung Ngentak Mangi di Bantul tak lagi susah sinyal.

Pemkab Bantul Ajukan Pantai Parangtritis untuk Dibuka

Pemkab Bantul mengajukan Pantai Parangtritis untuk melakukan uji coba operasional selama PPKM

15.000 Dosis Vaksin Moderna Mulai Disalurkan Kepada Warga Kulonprogo

Pemberian vaksin Moderna untuk warga Kulonprogo telah dimulai sejak Sabtu (18/9/2021). Jumlah vaksin Moderna yang tersedia sebanyak 15.000 dosis.

Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap

Pengelola objek wisata di Kota Jogja keberatan apabila aturan ganjil genap jadi diberlakukan. Pasalnya, tanpa aturan itu pun, jumlah pengunjung yang bisa masuk sangat sedikit.

Deretan Orang Kaya dari Jogja, Ada Nama Artis Ibu Kota

Ini dia deretan orang kaya atau konglomerat dari Jogja, DI Yogyakarta, yang salah satunya berasal dari dunia hiburan Tanah Air.

Indahnya Tempat Wisata Tersembunyi di Bantul Ini, Jalannya Menantang Hlo

Tempat wisata kali ini begitu menantang medan jalan yang ditempuh dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Pengunjung harus berhati-hari karena jalannya yang setapak dan sampingnya terdapat sungai.

Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.