Terjerat Kasus Penggelapan Mobil dan Gadaikan Sertifikat, Kades Bendo Klaten Ngaku Punya Utang Rp470 Juta

Atas perbuatan menggelapkan mobil, Kades Bendo Klaten Nomy Yanuardo dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara.

 Kepala Desa (Kades) Bendo, Kecamatan Pedan, Nomy Yanuardo, 36 (dua dari kiri) saat di Mapolres Klaten, Kamis (12/8/2021). (Solopos.com/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Kepala Desa (Kades) Bendo, Kecamatan Pedan, Nomy Yanuardo, 36 (dua dari kiri) saat di Mapolres Klaten, Kamis (12/8/2021). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Polisi menangkap Kepala Desa (Kades) Bendo, Kecamatan Pedan, Klaten, Nomy Yanuardo, 36, karena tersangkut kasus penggelapan mobil. Kini sang kades mendekam di tahanan Mapolres Klaten

Belakangan diketahui, Kades Bendo Klaten itu juga sedang menjalani pemeriksaan kasus dugan menggadaikan empat sertifikat tanah kas desanya senilai Rp256 juta.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan, mengatakan Nomy Yanuardo ditangkap polisi di rumahnya. Atas perbuatan menggelapkan mobil itu, Nomy Yanuardo dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara.

“Setelah jatuh tempo, tersangka perpanjang sewa terus hingga Juni 2021. Tak tahunya, mobil digadaikan ke teman tersangka tanpa izin pemilik mobil. Saat ditangkap, tersangka ini memang kades aktif di Desa Bendo, Kecamatan Pedan” katanya mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, di Mapolres Klaten, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Tersangkut Kasus Penggelapan Mobil, Kades Bendo Klaten Ditahan Polisi

Selain tersangkut penggelapan mobil, lanjut AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan, Nomy Yanuardo juga menjadi terlapor di beberapa dugaan kasus lain. Hal itu seperti laporan Wawan dengan kerugian Rp80.000.000 (ditangani Unit III); laporan Roni Syahroni dengan kerugian Rp35.000.000 (ditangani unit III); laporan dugaan tindak pidana korupsi dengan menggadaikan empat sertifikat tanah kas desa dan menggunakan bantuan keuangan untuk kepentingan pribadi senilai Rp256.000.000(ditangani unit III); laporan Roverawan dengan kerugian satu unit sepeda motor CB 150 R (ditangani unit I); laporan Malik Taufik dengan kerugian Rp273.000.000 (ditangani unit I); laporan Lastawan Novilu dengan kerugian Rp45.000.000 (ditangani unit I).

“Jadi total uang yang digelapkan atau digunakan tersangka dari berbagai dugaan kasus itu senilai Rp750 juta. Khusus dugaan tipikor [menggadaikan sertifikat tanah kas desa] angka kerugiannya senilai Rp256 juta. Ini kami sudah memeriksa 10 orang dalam kasus tersebut,” kata AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan.

Memenuhi Kebutuhan Pribadi

Sementara itu, Nomy Yanuardo mengaku menggelapkan mobil karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

“Saya punya utang senilai Rp470 juta di Pilkades. Uang itu untuk membayar utang,” kata Nomy Yanuardo.

Baca juga: Terbongkar, Inilah Modus 2 Tersangka Pemalsuan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 di Klaten

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pengungkapan kasus penggelapan mobil bermula dari laporan Harry Priyanto, 57, selaku korban ke Polres Klaten, Jumat (30/7/2021). Harry Priyanto merupakan pemilik rental Jazz Sewa Mobil di Jl. Ronggowarsito, Karanganom, Klaten Utara.

Semula, Harry meminjamkan mobil Toyota Calya keluaran tahun 2016 ke Nomy Yanuardo selama lima hari sejak Jumat (4/9/2020). Harga sewa mobil per hari senilai Rp300.000. Kepada Harry Priyanto, Nomy mengaku butuh mobil untuk mendukung operasional saat Pilkada 2020.

Ternyata Nomy Yanuardo tak kunjung mengembalikan mobil Toyota Calya milik Harry Priyanto. Kemudian pada akhir Juli 2021, Harry Priyanto melaporkan kasus itu ke polisi. Begitu diusut, ternyata Nomy Yanuardo telah mengadaikan mobil Toyota Calya ke temannya senilai Rp25 juta.

“Saya dengan Pak Nomy itu sebenarnya saling kenal. Sebelumnya, dia pernah menyewa mobil saya dan lancar. Tapi di kesempatan ini buntet. Ini sudah mabuk. Akhirnya saya laporkan, 30 Juli 2021. Tiga hari berselang, polisi menangkapnya. Mobil saya ternyata sudah sampai Madura,” kata Harry Priyanto, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Kamis.

Baca juga: Ini Alasan Pria Klaten Penerima Ganti Rugi Tol Rp4,3 Miliar Bernazar Bikin Sanggar Budaya

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Makam Misterius di Solo Baru Ternyata Ada Hubungan dengan Keraton Solo

Makam misterius di tengah trotoar jalan utama Solo Baru, Sukoharjo, ternyata memiliki hubungan sejarah dengan Keraton Solo, begini ceritanya.

RS PKU Muhammadiyah Sragen Bangun Gedung Bertingkat Agar Naik Tipe

Direksi RS PKU Muhammadiyah Sragen berkomitmen menaikkan kelas RS dari tipe D menjadi tipe C. Salah satunya dengan membangun gedung bertingkat untuk meningkatkan pelayanan.

Tumbuh Bunga Bangkai, Rumah Ketua RT di Ceper Klaten Didatangi Warga

Warga setempat sering mengerubungi rumah milik Sakirman, 60, lantaran penasaran dengan bunga bangkai yang sering memunculkan bau tak sedap.

Kasus Turun, RS di Sragen Tetap Wajib Sediakan 10% Bed untuk Covid-19

Semua RS di Sragen masih harus menyediakan bed untuk pasien Covid-19 untuk mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di akhir tahun.

10 Jabatan Tinggi Pemkot Solo Dilelang, Pejabat Luar Daerah Boleh Ikut

Sepuluh jabatan eselon II Pemkot Solo dilelang dan bisa diikuti pejabat eselon III seluruh daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Hii, Ada Makam Misterius di Trotoar Jalan Solo Baru Sukoharjo

Makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru dekat bundaran Patung Bung Karno, Tanjung Anom, Sukoharjo, terlihat masih terawat.

Pemkab Sragen Anggarkan Operasional Pintu Palang KA Bedowo di 2022

Dishub Sragen memastikan akan memasang pintu palang semi-elektronik di perlintasan KA Bedowo pada 2022.

KSPI Karanganyar Tolak Bahas UMK 2022, Ini Alasannya

KSPI Karanganyar menilai PP No. 36/2021 tidak berpihak kepada pekerja.

SGS 2021 Tinggal 4 Hari Lagi, Buruan Tukar Poin Sebelum Ditutup!

Para pembeli pada ajang Solo Great Sale atau SGS diimbau segera menukar struk mereka dengan poin agar bisa mengikuti undian berhadiah rumah, mobil, dan lainnya.

Menko PMK Sebut Karanganyar Cocok untuk Pengembangan Pendidikan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai Karanganyar menjadi lokasi ideal di wilayah aglomerasi Soloraya untuk pengembangan pendidikan.

CFD Belum Dibuka, Alun-Alun Sukoharjo Ramai Pedagang pada Akhir Pekan

Kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo ramai pedagang saat akhir pekan padahal Pemkab belum mengizinkan CFD tiap Minggu pagi berlangsung.

BRI Panen Hadiah, 64.152 Nasabah Simpedes Berpeluang Raih Rp639 Juta

Sebagai wujud apresiasi, BRI Sragen menyediakan hadiah dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah bagi para nasabah Simpedes di Bumi Sukowati.

Jalur Pungkruk-Mungkung Sragen Ditinggikan 1 Meter

Pemkab Sragen menggandeng Polres Sragen melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan persimpangan Pungkruk karena jalan itu akan ditinggikan.

Peresmian Kantor Baru PAC PDIP Banjarsari Solo akan Dihadiri Megawati

Peresmian kantor baru PAC PDIP Banjarsari, Solo, pada Kamis (28/10/2021), rencananya dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mahasiswa UNS Solo Beri Ultimatum: Bubarkan Menwa!

Ratusan mahasiswa UNS Solo memberi ultimatum kepada petinggi kampus untuk membubarkan Menwa karena dianggap tidak urgen dalam iklim akademik.