Terhalang Sertifikat, Rencana Hotel 28 Lantai di Jl Slamet Riyadi Solo Mandek

Rencana pembangunan hotel setinggi 28 lantai oleh PT Kusuma Mulia Realty di Jl Slamet Riyadi No 209 Solo hingga kini mandek karena masalah sertifikat yang tak kunjung kelar.

 Rudy Indijarto selaku pemilik lahan di Jl Slamet Riyadi No 209 (kemeja hijau) menunjukkan sertifikat atas namanya yang ikut disita kemudian dilelang saat perusahaannya, PT Kusuma Mulia Reality, bermasalah dengan pajak beberapa tahun lalu. Foto diambil Kamis (29/9/2022) saat konferensi pers di salah satu kafe di Solo. (Solopos/Gigih Windar Pratama)

SOLOPOS.COM - Rudy Indijarto selaku pemilik lahan di Jl Slamet Riyadi No 209 (kemeja hijau) menunjukkan sertifikat atas namanya yang ikut disita kemudian dilelang saat perusahaannya, PT Kusuma Mulia Reality, bermasalah dengan pajak beberapa tahun lalu. Foto diambil Kamis (29/9/2022) saat konferensi pers di salah satu kafe di Solo. (Solopos/Gigih Windar Pratama)

Solopos.com, SOLO — PT Kusuma Mulia Reality hingga kini belum bisa merealisasikan rencana membangun hotel bintang lima setinggi 28 lantai di Jl Slamet Riyadi No 209 Solo. Hal itu lantaran masalah sertifikat lahan yang tak kunjung selesai.

Masalah bermula saat PT Kusuma Mulia Realty terlibat masalah pajak beberapa tahun lalu sehingga membuat sejumlah asetnya disita termasuk lahan yang akan dibangun hotel bintang lima di Jl Slamet Riyadi Solo.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Aset-aset itu kemudian dilelang oleh Direktorat Jenderal Pajak. Atas hasil lelang tersebut, BPN kemudian menerbitkan sertifikat baru atas nama pemenang lelang tanah tersebut.

Tanah di Jl Slamet Riyadi Solo yang sedianya untuk membangun hotel bintang lima itu pun kemudian dimanfaatkan untuk lahan parkir. Belakangan, Mahkamah Agung (MA) membatalkan lelang atas tanah tersebut karena ada error in objecto atau kesalahan objek yang dilelang.

Kesalahan objek dimaksud karena tanah yang dilelang merupakan milik pribadi dan atas nama Rudy Indijarto, bukan atas nama PT Kusuma Mulia Realty yang bermasalah dengan pajak.

Baca Juga: Kusuma Mulia Realty: Legalitas Tanah Sah, Pembangunan Hotel Jalan Terus

Meskipun, dalam hal ini Rudy, adalah pemilik sekaligus pemimpin PT Kusuma Mulia Realty. Di sisi lain, meski lelangnya sudah dibatalkan oleh MA, Rudy maupun PT Kusuma Mulia Realty belum bisa menggunakan lahan di Jl Slamet Riyadi tersebut.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Solo hingga kini belum mencabut sertifikat atas nama pemenang lelang dan mengembalikan sertifikat itu menjadi atas nama Rudy Indijarto.

Pembatalan Lelang Tanah di Jl Slamet Riyadi Solo

Itu lah sebabnya PT Kusuma Mulia Realty belum bisa membangun hotel di lahan Jl Slamet Riyadi 209 Solo itu. Rudy mengaku sudah mengadukan hal ini ke berbagai pihak mulai dari Presiden Joko Widodo hingga Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto.

Rudy Indijarto berpendapat dengan putusan MA yang membatalkan lelang tersebut, Kementerian ATR/BPN semestinya sudah bisa mengeluarkan sertifikat lahan di Jl Slamet Riyadi No 209 tersebut atas nama Rudi Indijarto.

Baca Juga: Hotel 28 Lantai Segera Dibangun di Pusat Kota Solo

“Ini sudah berlarut-larut, secara hukum sudah inkrah karena Mahkamah Agung sudah membatalkan proses lelang tanah. Pembatalan lelang tersebut juga karena error in objecto, karena objek lelang yakni tanah tersebut merupakan aset pribadi bukan milik PT Kusuma Mulia yang bermasalah pajak dengan Ditjen Pajak,” jelas Rudy konferensi pers di salah satu kafe di Solo, Kamis (29/9/2022).

Artinya, lanjut Rudy yang saat itu didampingi kuasa hukumnya, Johan Erwin Ishartanto, lelang tersebut mestinya batal demi hukum yang harusnya produk lelang juga batal. “Tanah mestinya kembali atas nama saya karena tidak ada hubungannya dengan masalah pajak,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, ia sudah melaporkan masalah sertifikat tanah itu ke Kantor ATR/BPN Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor ATR/BPN Kota Solo. Namun, hingga saat ini mereka belum memberikan penjelasan mengenai perubahan sertifikat tersebut.

Baca Juga: Disbudpar Solo Ajak Pengelola RS Tangkap Peluang Wellness dan Medical Tourism

“Jadi lahan di Jl Slamet Riyadi No 209 itu punya dua sertifikat dengan nomor dan alamat yang sama persis, tetapi atas namanya berbeda. Yang satu atas nama saya yang belum disahkan, sedangkan yang dipegang BPN atas namanya Oei Handoko [pemenang lelang],” jelasnya.

Perkara Perdata

Johan Erwin menambahkan sertifikat lahan di Jl Slamet Riyadi No 209 tersebut mestinya kembali menjadi atas nama Rudi Indijarto. Hal itu sesuai putusan MA REG. Nomor 4200/B/PK/Pjk/2020 tanggal 18 November 2020 mengenai Perkara Peninjauan Kembali Atas Putusan Pengadilan Pajak Nomor : 008417.99/ 2018/ PP/M.IIB.

“Karena lelangnya dibatalkan dan dianggap tidak sah, maka demi hukum mestinya semua harus menaati keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan lelang tersebut,” ucapnya.

Baca Juga: Harga Tiket Nonton Panggung Hiburan Sekaten Solo, Denny Caknan Termahal

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Pertanahan ATR/BPN Solo, Slamet Suhardi, saat dimintai tanggapannya mengatakan masalah sengketa lahan terkait legalitas sertifikat milik Rudy Indijarto sangat berbeda dengan masalah eksekusi penyitaan oleh Ditjen Pajak setelah lelang.

“Awalnya kan itu lahan dilelang oleh Ditjen Pajak, kami menerbitkan sertifikat atas nama pemenang lelang. Sedangkan keputusan Mahkamah Agung adalah memutus pengumuman lelang tersebut, tetapi bukan hasil lelangnya,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis (29/9/2022).

Slamet mengatakan semestinya yang dilakukan PT Kusuma Mulia Realty adalah membawa keputusan MA tersebut ke ranah perdata baru nanti ATR/BPN bisa mengurus sertifikatnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gibran Tegaskan Nama Jl Diponegoro Solo Tak Dihapus tapi Dipindah ke Jalan Lain

      Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut alasan munculnya wacana mengubah Jl Diponegoro menjadi Jl Ngarsapura untuk kepentingan branding wisata.

      Nikahan Kaesang, Pejabat Polda Jateng Jajal Naik Becak Vastenburg-Mangkunegaran

      Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho melakukan simulasi naik becak untuk tamu acara nikahan Kaesang Pangarep dari Benteng Vastenburg ke Pura Mangkunegaran Solo.

      STB Mahal, Warga Sukoharjo Kecewa Tidak Bisa Nonton Piala Dunia

      Harga set top box (STB) melambung tinggi setelah siaran televisi terestrial analog dihentikan di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai Jumat (2/12/2022).

      Kandang di Pinggir Jalan Raya, Sapi Milik Lansia Nguntoronadi Raib Dicuri

      Satu ternak sapi betina milik lansia asal Nguntoronadi, Wonogiri diduga digondol maling pada Senin (5/12/2022).

      Wah! Sudah Punya 250 Guru Besar, UNS Solo Kukuhkan 4 Orang Lagi Besok

      UNS Solo bakal mengukuhkan empat guru besar baru sehingga menambah jumlah total guru besar di kampus tersebut menjadi 254 orang.

      20 Ekor Kobra Ditangkap di Kebakkramat, Enam Lainnya Masih Berkeliaran

      Tim Exalos Indonesia yang mengevakuasi 20 anak ular kobra itu menduga masih ada enam kobra lainnya yang masih berkeliaran di sekitar rumah milik Estik.

      Catat! Ini Lokasi 9 Panggung Hiburan Pernikahan Kaesang-Erina di CFD Solo

      Ada sembilan panggung hiburan di sepanjang area CFD Jl Slamet Riyadi Solo saat acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022) pagi.

      Ngeri! Tim Exalos Indonesia Evakuasi 20 Kobra dari Rumah Warga Kebakkramat

      Belasan ekor anakan ular kobra di Kebakkramat itu dievakuasi selama tiga hari pencarian.

      Pemuda Melikan Klaten Bikin Paket Wisata Edukasi Gerabah, Harganya Terjangkau

      Para pemuda sentra kerajinan gerabah putaran miring di Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi membikin paket wisata edukasi.

      Pencarian Pria Hanyut Asal Sukoharjo di Kahyangan Wonogiri Terkendala Cuaca

      Tim search and rescue (SAR) Wonogiri masih terus melanjutkan pencarian terhadap orang hanyut di sungai di kawasan wisata Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo sejak Minggu (4/12/2022).

      Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

      Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.

      Polwan Polres Klaten Bagikan Paket Sembako di Ngawen

      Polres Klaten menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di Kecamatan Ngawen, Senin (5/12/2022).

      Laporkan Percobaan Bunuh Diri Melalui 110, Kapolres Sukoharjo Apresiasi Warga

      apolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengapresiasi masyarakat Sukoharjo yang telah menggunakan call center 110 untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas).

      Air Saluran Meluap Usai Hujan Deras, 2 Sekolah di Gantiwarno Klaten Kebanjiran

      SMKN 1 Gantiwarno dan SMPN 3 Gantiwarno di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno kebanjiran, Senin (5/12/2022) sore.

      Meski Beumur 61 Tahun, Warga Sragen Ini Aktif Sebagai Sukarelawan Kemanusiaan

      Meski sudah tak muda lagi, Sugino, 61, masih aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. Ia merupakan salah satu di antara sedikit sukarelawan sepuh di Kabupaten Sragen.

      Jelang Pernikahan Kaesang, CCTV dan Penerangan Pura Mangkunegaran Solo Ditambah

      Kawasan sekitar Pura Mangkunegaran Solo mulai dipasangi kamera CCTV dan lampu PJU juga diganti menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, akhir pekan ini.