Terdongkrak Sektor Komoditas, Penerimaan Pajak Tembus Rp1.171,8 Triliun

Penerimaan pajak pada periode Januari-Agustus 2022 mencapai Rp1.171,8 triliun atau tumbuh 58,1 persen (year-on-year/yoy).

 ilustrasi (Solopos Dok)

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Solopos Dok)

Solopos.com, JAKARTA — Kabar bagus dari sektor pajak. Penerimaan pajak pada periode Januari-Agustus 2022 mencapai Rp1.171,8 triliun atau tumbuh 58,1 persen (year-on-year/yoy).

Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik hingga Agustus 2022 dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis yang rendah pada tahun 2021 akibat pemberian insentif fiskal, dan adanya dampak implementasi Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Tumbuhnya penerimaan pajak sampai dengan Agustus di angka 58,1 persen, capaian Rp1.171,8 triliun pada waktu target APBN [sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022], yaitu Rp1.485 triliun,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo dikutip dari laman Setkab RI, Kamis (6/10/2022).

Suryo mengungkapkan bahwa total penerimaan pajak tersebut berasal dari Rp661,5 triliun pajak penghasilan (PPh) nonmigas atau 88,3 persen dari target, Rp441,6 triliun pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau 69,1 persen dari target, Rp55,4 triliun PPh migas atau 85,6 persen dari target, dan Rp13,2 triliun pajak bumi dan bangungan (PBB) dan pajak lainnya atau 40 persen dari target.

Baca Juga: Bisa Terhindar dari Macet, Cek Jadwal KRL Commuterline Solo-Jogja Hari Ini

Sementara itu, lanjutnya, seluruh jenis pajak mengalami pertumbuhan neto kumulatif dominan positif. Dia mengungkapkan PPh 21 tumbuh 21,4 persen, PPh 22 impor tumbuh 149,2 persen, PPh Orang Pribadi 11,2 persen, PPh Badan tumbuh 131,5 persen, PPh 26 tumbuh 17,2 persen, PPh Final tumbuh 77,1 persen, PPN Dalam Negeri tumbuh 41,2 persen, serta PPN Impor tumbuh 48,9 persen.

“Untuk penerimaan sektoral, seluruh sektor utama tumbuh positif ditopang oleh kenaikan harga komoditas, pemulihan ekonomi, serta bauran kebijakan antara lain phasing-out insentif fiskal, pelaksanaan UU HPP, dan kompensasi bahan bakar minyak,” imbuhnya.

Beberapa sektor dengan kontribusi terbesar, yaitu industri pengolahan (29,7 persen) yang tumbuh 49,4 persen, perdagangan (23,7 persen) tumbuh 66,3 persen, jasa keuangan dan asuransi (10,9 persen) tumbuh 15,2 persen, pertambangan (8,9 persen) tumbuh 233,8 persen, dan sektor konstruksi dan real estate (4,1 persen) tumbuh 10 persen.

Baca Juga: Mengintip Kebijakan Pemerintah Norwegia yang Sukses Kembangkan Mobil Listrik

Suryo juga menyinggung mengenai implementasi UU HPP yang merupakan bagian dari reformasi perpajakan di Tanah Air.

“Lanjut dengan update UU HPP, beberapa tadi ini adalah bagian dari reformasi regulasi atau reformasi kebijakan yang kita letakkan di UU HPP, bahwa ada beberapa yang terus menerus menjadi salah satu perluasan basis kita di tahun 2022,” tandas Suryo.

Pertama, PPN Perdagangan melalui Sistem Elektronik (PMSE). Pelaku usaha PMSE yang sudah ditunjuk sebagai pemungut sebanyak 127 perusahaan dan berhasil mengumpulkan penerimaan PPN sebesar Rp8,17 triliun.

Jumlah tersebut berasal dari setoran tahun 2020 Rp730 miliar, setoran tahun 2021 Rp3,9 triliun, dan setoran tahun 2022 Rp3,54 triliun. Kedua, Pajak Fintech yang mulai berlaku 1 Mei 2022 dan mulai dibayarkan di bulan Juni 2022.

PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) sebesar Rp74,44 miliar dan PPh 26 yang diterima wajib pajak luar negeri atau BUT sebesar Rp32,81 miliar.

Baca Juga: 5 Menit Beres Bayar Pajak lewat Drive Thru ETP Grab OVO di Galabo Solo

Ketiga, Pajak Kripto yang berlaku mulai 1 Mei 2022 dan dibayarkan di bulan Juni 2022. PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui penyelenggara PMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri sebesar Rp60,76 miliar dan PPN dalam negeri atas pemungutan oleh nonbendahara sebesar Rp65,99 miliar.

“Terakhir, dari dampak penyesuaian tarif PPN mulai 1 April 2022 terdapat penambahan penerimaan PPN sebesar Rp1,96 triliun pada April 2022, Rp5,74 triliun pada Mei 2022, Rp6,25 triliun pada Juni 2022, Rp7,15 triliun pada Juli 2022, dan Rp7,28 triliun pada Agustus 2022,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul: Penerimaan Pajak Tembus Rp1.171,8 Triliun, Terdongkrak Booming Komoditas

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      PT Widodo Makmur Perkasa Tbk & Dompet Dhuafa Beri Bantuan Korban Gempa Cianjur

      PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP atau WMP) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, bergerak cepat mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi Cianjur.

      Telkom Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang Anugerah Media Humas 2022

      Anugerah Media Humas 2022 diikuti humas dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, perusahaan BUMN dan BUMD, hingga humas perguruan tinggi negeri.

      Nominal Limit Transfer BCA Berdasarkan Jenis Kartu

      Berikut adalah informasi terkait batas atau limit transfer dari BCA yang dibedakan berdasar jenis kartu.

      Disebut Layak Jadi Panglima TNI, Segini Harta Kekayaan Yudo Margono

      Sebagai bagian dari penyelenggara negara, harta kekayaan Yudo Margono wajib dilaporkan secara rutin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

      Bangga! 2 Tahun Beruntun, BRI Raih Peringkat Tertinggi di Ajang ASRRAT 2022

      Skor BRI dalam ESG Risk Rating dari Sustainalytics tercatat mengalami perbaikan secara konsisten.

      Presiden: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen di Tengah Resesi Global

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah ancaman badai resesi yang dialami sejumlah negara di dunia.

      Hyundai Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Senilai Rp2 Miliar

      T Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersama-sama memberikan donasi kepada para korban gempa di Cianjur.

      Liburan Lancar di Akhir Pekan, Simak Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini

      Simak jadwal perjalanan KRL Solo-Jogja pada hari ini, Sabtu (2y6/11/2022).

      BI Perkirakan Inflasi Mencapai 0,18 Persen pada November 2022

      Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada November 2022 mencapai 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mtm).

      Penggemar Vespa Merapat! Piaggio Mau Bawa Motor Listrik ke Indonesia

      Pemerintah Indonesia telah berbincang dengan produsen Vespa, Piaggio Group, untuk menghadirkan motor listrik ke Tanah Air.

      262 Unit Mobil Listrik Ioniq 5 Eks G20 Bali Siap Dilego, Berminat?

      PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan menjual mobil listrik Ioniq 5 bekas kendaraan operasional G20.

      Wow...! Target Penjualan Mobil pada 2023 Nyaris Tembus 1 Juta Unit

      Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan proyeksi penjualan pada 2023 akan meningkat sedikit dibandingkan target penjualan pada 2022.

      KA Blambangan Ekspres Jurusan Semarang-Banyuwangi Diluncurkan, Ada Promonya!

      PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) meluncurkan KA Blambangan Ekspres dengan rute Banyuwangi-Semarang pulang pergi (PP) menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.

      JNE Bebaskan Biaya Pengiriman Bantuan Gempa Cianjur

      JNE juga bekerja sama dengan berbagai pihak atau lembaga yang akan menyalurkan bantuan ke korban gempa Cianjur.

      Kominfo Siapkan Aturan untuk Lindungi Reseller, Ini Poinnya

      Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana menyusun payung hukum untuk melindungi jasa jual kembali (reseller) di Tanah Air.

      Masifkan Literasi Keuangan, OJK akan Libatkan Kepala Desa Jadi Agen Literasi

      OJK Regional 3 Jawa Tengah (Jateng) dan DIY akan menjalankan program literasi dan inklusi keuangan dengan melibatkan kepala desa atau lurah sebagai agen di lapangan.