Terdesak Bayar Gaji Tukang, Mandor Bangunan di Pajang Solo Bawa Kabur Motor Teman
Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono (kiri) saat menanyai DIW, 37, warga Sleman, DIY, sebagai tersangka pencurian dan penggelapan di Mapolsek Laweyan pada Minggu (25/10/2020. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Seorang mandor bangunan berinisial DIW, 39, warga Kabupaten Sleman, DIY, ditangkap Unit Reskrim Polsek Laweyan Solo belum lama ini lantaran bawa kabur sepeda motor milik temannya.

Honda Beat berpelat nomor AD 4564 PA milik GY warga Pajang, Laweyan, Solo, itu dibawa kabur DIW kemudian digadaikan demi membayar upah tukang bangunan. DIW tertangkap dalam pelariannya di Magetan, Jawa Timur.

17 Keluarga Di Nusukan Solo Karantina Mandiri, Warga Bantu Suplai Logistik

Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono kepada wartawan, Minggu (25/10/2020), mengatakan DIW nekat melarikan sepeda motor milik rekannya karena terdesak kebutuhan keluarga.

Uang yang seharusnya menutup kewajiban membayar tukang bangunan terpaksa ia pakai membiayai persalinan istrinya.

Satu Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara

Pada sisi lain, dua tukang yang menjadi anak buah DIW menagih pembayaran upah sehingga mandor itu akhirnya nekat bawa kabur motor rekannya dengan alasan meminjam. Saat itu, DIW tengah menggarap salah satu proyek di Pajang, Solo.

“Motor digadaikan Rp10juta lalu uang itu dibayarkan ke tukang. Kemudian pelaku melarikan diri ke Magetan, di sana tersangka berhasil ditangkap polisi,” kata Kapolsek Laweyan mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak.

Bajo Klaim 90% Warga Solo Nyatakan Siap Dukung Mereka Pada Pilkada 2020

Ia menambahkan tersangka dijerat Pasal 378 juncto 372 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Polisi menyita satu unit sepeda motor dan STNK sebagai barang bukti.

Sementara itu, DIW mengaku menyesali perbuatannya bawa kabur sepeda motor milik temannya. Ia mengaku terdesak kebutuhan persalinan istrinya secara caesar.

2 Pedagang dan 1 Petugas Kebersihan Positif Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Tutup Lagi

Menurutnya, ia beralasan meminjam motor temannya untuk menjenguk keluarganya ke wilayah Magetan. Lalu, saat diminta untuk mengembalikan sepeda motor, ia selalu beralasan sibuk.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom