Terdampak Tol Solo-Jogja, Tanah Kas Desa Wajib Dicarikan Pengganti

Tanah kas desa yang terdampak proyek tol Solo-Jogja harus dicarikan pengganti.

 Pekerja melakukan proses penyelidikan tanah di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (20/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Pekerja melakukan proses penyelidikan tanah di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (20/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Tanah kas desa terdampak tol Solo-Jogja wajib dicarikan tanah pengganti. Tanah pengganti itu bisa berada di desa setempat atau di desa lainnya yang berdekatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan menunggu ada ketentuan tersendiri ketika tanah kas desa terdampak tol.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Nanti dari pemerintah provinsi yang akan menjelaskan lebih lanjut,” kata Jaka saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Senin (5/10/2020).

Bakul Klambi di Sukoharjo Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Rumahnya Digeledah 

Soal penggantian tanah kas desa, Jaka menjelaskan luasan tanah pengganti tak harus sama dengan luasan tanah kas desa yang dilewati tol Solo-Jogja.

“Tidak harus sama. Misalkan dapat tanah pengganti luasan hanya 1.000 meter persegi tetap di tempat strategis. Sebelumnya luasan tanah kas desa lebih dari 1.000 meter persegi namun lokasinya tidak strategis. Itu bisa saja menjadi tanah pengganti. Jadi tidak harus sama luasannya, ada beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk mencari tanah pengganti,” urai dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Jaka Purwanto, mengatakan belum mengetahui berapa bidang tanah kas desa yang bakal dilewati tol. Dari informasi yang dihimpun, ada sekitar 270 bidang tanah kas desa yang bakal dilewati tol Solo-Jogja.

“Setelah proses identifikasi nanti baru tahu bidang mana tanah kas desa yang akan terkena jalan tol. Kami tidak bisa memperkirakan. Bisanya tahu ya nanti dari hasil identifikasi itu,” kata Jaka saat ditemui Solopos.com beberapa waktu lalu.

Bentrokan di Pedan, PJs Bupati Klaten: Masalah Pribadi Jangan Dibawa ke Organisasi

Jaka mengatakan sudah ada petugas dari Dispermasdes Klaten yang bergabung dengan tim dari BPN untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi lahan yang bakal terdampak tol. Tim dari Dispermasdes itu melakukan pendataan tanah kas desa yang akan dilewati tol Solo-Jogja.

Jaka mengatakan sesuai mekanisme tanah kas desa yang terdampak tol harus dicarikan tanah pengganti. Tanah pengganti kas desa itu diutamakan berada di desa setempat.

Ketika tidak ada bidang lahan yang bisa digunakan untuk tanah pengganti kas desa, lokasi tanah kas desa bisa berada di desa lainnya yang masih berdekatan.

“Memang aturannya harus dicarikan tanah pengganti diutamakan di desa setempat dan kalau tidak ada bisa di desa sekelilingnya,” kata dia.

Jembatan Nambangan Wonogiri Masih Layak Tapi Dibongkar, Ini Alasannya

Jumlah Tanah Kas Desa Terdampak Tol di Wonoboyo

Kepala Desa (Kades) Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Supardiyono, mengatakan ada sekitar 7.000 meter persegi tanah kas desa di Wonoboyo yang bakal dilewati tol Solo-Jogja. Dari luasan itu, ada sekitar 1.043 meter persegi tanah kas desa yang dimanfaatkan warga untuk membangun perkiosan.

Supardiyono mengatakan sesuai ketentuan tanah kas desa yang terdampak proyek tol harus dicarikan tanah pengganti. Terkait pencarian tanah pengganti itu, dia optimistis tak mengalami kesulitan.

Pasalnya, sudah ada sejumlah warga yang menawari lahan mereka untuk dibeli pemerintah desa sebagai pengganti tanah kas desa. Tawaran itu berdatangan dari pemilik lahan yang masih berada di wilayah Kecamatan Jogonalan.

Lempar Batu Hingga Bakul Sate Dipukuli, Inilah 5 Fakta Bentrokan di Pasar Pedan Klaten

Hanya saja, Supardiyono mengatakan tak bisa langsung mengikuti tawaran itu. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian nilai ganti kerugian tanah terdampak proyek tol Solo-Jogja. Selain itu, ada mekanisme yang harus dilalui untuk proses penggantian tanah kas desa itu salah satunya musyawarah desa.

“Ada yang menawari dan masih harga sekarang [tidak ada pelonjakan harga tanah]. Kalau mencari lahan pengganti kami tidak kesulitan,” ungkap dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

+ PLUS Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Berita Terkini

UNS Pasang EWS Indoor di 100 Rumah di Karanganyar, Ini Lokasinya

Ketua tim peneliti dari Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Ahmad Marzuki mengatakan timnya mengembangkan sensor indoor dan sudah dipasang pada 100 rumah di 11 desa di Kabupaten Karanganyar.

Kelurahan Gayam Sukoharjo Jadi Juara 1 Lomba Tiga Pilar Polda Jateng

Konsep Tiga Pilar adalah konsep kekompakan, keterpaduan, dan kerja sama dalam satuan lingkungan pemerintahan kelurahan atau desa antara lurah bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Hewan Kurban Wajib Ada SKKH, Begini Cara Peroleh SKKH di Boyolali

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengatakan SKKH untuk hewan yang digunakan untuk kurban di dalam daerah Boyolali dan ternak yang dikirim ke luar daerah berbeda.

Vaksinasi PMK di Boyolali Sasar Sapi Sehat, Untuk Sapi Sembuh?

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengungkapkan sapi-sapi yang sembuh dari PMK akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Kereta Kuda dan Permainan Volume Besar Dilarang di CFD Klaten

CFD Jl Mayor Kusmanto Klaten digelar di sepanjang ruas jalan dari simpang empat Pandanrejo hingga simpang lima Bramen dan digelar saban Minggu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB.

Begini Alasan Organda Wonogiri Pamor Bus Bumel Makin Menurun

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri, Edi Purwanto, menyebut menurunnya pamor bus bumel tak terlepas oleh sikap masyarakat yang memiliki kecenderungan mulai meninggalkan transportasi umum.

Polisi Selidiki Kasus Meninggalnya Warga Sragen Wetan, Ada Kejanggalan?

Polres Sragen tengah menangani kasus kematian seorang ibu di Sragen Kota yang dinilai ada kejanggalan

Warung Makan Solet di Makamhaji Kartasura, Lokasi Ndelik Tapi Ramai

Warung Solet menyajikan aneka menu masakan jawa. 

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Tanpa Potensi Hujan

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Jumat (1/7/2022) akan sama seperti kemarin. Cuaca berawan mendominasi tanpa ada potensi turun hujan.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Lebih Bersahabat

Cuaca cerah berawan akan menemani Anda, warga di Karanganyar, mengawali  Jumat (1/7/2022) pagi ini. Tak perlu khawatir akan turun hujan karena prakiraan cuaca Karanganyar hari ini akan didominasi berawan.

Hari Ini Cerah Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Sukoharjo Jumat 1 Juli 2022

Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo hari Jumat (1/7/2022) yang tersaji secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Solo 1 Juli: Cerah Berawan, Waspada Angin Dari Timur

Cuaca Kota Solo hari ini, Jumat (1/7/2022), berdasarkan prakiraan BMKG Solo akan berawan dan cerah berawan.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini 1 Juli 2022: Cerah Berawan Ada Hujan

Simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali hari Jumat (1/7/2022) dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Jumat Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Jumat 1 Juli 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Jumat Ini: Berawan Pagi-Malam

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Jumat 1 Juli 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.