Tutup Iklan

Terdampak Rel Ganda Solo-Kedungbanteng, Warga Manahan di Tanah PT KAI Harus Pindah

Terdampak Rel Ganda Solo-Kedungbanteng, Warga Manahan di Tanah PT KAI Harus Pindah

SOLOPOS.COM - Warga Gilingan mengikuti sosialisasi Proyek Strategis Nasional Jalur KA Solo-Kedungbanteng di Pendapa Kantor Kelurahan Gilingan, Senin (5/2/2018) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Warga terdampak proyek rel ganda Solo-Kedungbanteng di bantaran rel KA kawasan Manahan, Solo, harus pindah.

Solopos.com, SOLO -- Tim Terpadu Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional Jalur Ganda Kereta Api (KA) Solo-Kedungbanteng, Sragen, menghendaki warga yang kini masih menempati lahan PT KAI di bantaran rel pindah karena terdampak proyek.

Tim Terpadu bakal memberikan santunan kepada warga sesuai arahan Perpres No. 56/2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional. Perwakilan Tim Terpadu yang juga Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Yuwono Wiarco, mengatakan lahan PT KAI di bantaran rel saat ini dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek pembangunan badan jalan KA untuk jalur ganda Solo-Kedungbanteng.

“Bagian dari kegiatan penyediaan lahan untuk proyek, yakni salah satunya penataan bangunan warga yang berdiri di lahan PT KAI. Berdasarkan Perpres No. 56/2017, warga yang memenuhi syarat akan diberi santunan,” kata Yuwono kepada ratusan warga Gilingan yang menjadi peserta Sosialisasi Penanganan Dampak Sosial Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional Jalur KA Solo-Kedungbanteng di Pendapa Kantor Kelurahan Gilingan, Senin (5/2/2018) siang.

Berdasarkan Perpres No. 56/2017, masyarakat bantaran rel di tanah PT KAI berhak memperoleh santunan jika memenuhi dua persyaratan. Dalam Pasal 4 Perpres tersebut dijelaskan dua persyaratan yang dimaksud, yakni masyarakat telah menguasai dan memanfaatkan tanah secara fisik paling singkat 10 tahun secara terus menerus.

Baca:

Warga Gilingan Terdampak Rel Ganda PT KAI Berharap Tak Digusur

Warga Jagalan Solo Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Rel Ganda

Kedua, masyarakat menguasai dan memanfaatkan tanah dengan iktikad baik secara terbuka serta tidak diganggu gugat dan diakui serta dibenarkan oleh pemilik hak atas tanah dan atau lurah atau kepala desa setempat.

“Tenang, tidak akan asal ditertibkan. Warga akan mendapatkan santunan dengan nilai yang menurut saya relatif realistis. Sekarang belum ada nilai santunannya. Jadi kami sampaikan dulu data awal warga yang terdampak. Setelah ini kami verifikasi dan kemudian tim appraisal menentukan harga atau nilai santunan. Baru kami lakukan diskusi dengan warga. Setelah sepakat, santunan kami bayarkan,” jelas Yuwono.

Yuwono menyampaikan proses verifikasi data warga yang terdampak proyek tersebut rencananya dilakukan mulai pekan ini. Tim Terpadu sedikitnya membutuhkan waktu dua pekan untuk menyelesaikan proses verifikasi data warga di wilayah Solo. Setelah itu, Tim Terpadu menyasar warga di wilayah Karanganyar dan Sragen.

Saat diwawancarai Solopos.com, dia tidak menampik pelaksanaan proyek pembangunan badan jalan KA untuk jalur ganda Solo-Kedungbanteng tengah dikejar waktu. Proyek tersebut ditarget rampung secepatnya. Pada Oktober 2018, rel baru harus sudah siap dipakai untuk KA lintas Jakarta-Surabaya.

“Proyek penyediaan jalur KA sebenarnya sudah jalan dari 2017 lalu, tapi kami baru menyasar spot-spot tertentu. Awalnya kan PT KAI yang menertibkan sendiri. Setelah muncul Perpres No. 56/2017, kemudian dilimpahkan ke Balai. Kalau saat ini kami sedang menyelesaikan masalah bangunan di tanah PT KAI. Soal tanah warga, sudah kami bebaskan terlebih dahulu pada 2017,” terang Yuwono.

Salah seorang warga RT 003/RW 012 Kelurahan Gilingan, Maman, mengaku keberatan jika bangunan di bantaran rel Solo-Kedungbanteng, terutama di wilayah Gilingan mesti dibongkar untuk mendukung pelaksanaan proyek pembangunan jalur KA ganda. Dia menyebut selama ini warga selalu mengusulkan kepada Pemkot untuk memberi sertifikat tanah kepada warga bantaran, namun tidak pernah ditindaklanjuti. Warga menginginkan bisa tetap tinggal di rumah di bantaran rel yang sudah mereka ditinggali selama belasan tahun.

Berita Terkait

Berita Terkini

Temui Dubes Palestina, Ketum PBNU: Menurut Al-Qur'an, Israel akan Kalah

Said Aqil mengatakan NU telah menyatakan dukungan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sejak 1938.

Ini 5 Ekses Setuju Kebijakan Baru Privasi Whatsapp

Whatsapp seperti dibahas SAFE net secara resmi menerapkan kebijakan privasi baru mulai Sabtu (15/5/2021) lalu.

Balon Udara Meledak di Delanggu Klaten, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Polisi sudah meminta keterangan dari enam warga Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten, terkait ledakan balon udara dengan petasan,

Pemudik Motor Wajib Rapid Test Antigen Acak saat Balik

Kemenhub bakal mengecek Covid-19 dengan rapid test antigen secara acak terhadap pemudik pengendara sepeda motor yang balik ke Jabodetabek.

Awas Licin! Belasan Sepeda Motor Berjatuhan Di Jalan Seputar Alut Keraton Solo

Belasan sepeda motor mengalami kecelakaan saat melewati jalan yang licin di seputar Alun-Alun Utara Keraton Solo pada Minggu dan Senin.

Gubernur Jateng Minta Seluruh RS Antisipasi Lonjakan Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit di Jateng siaga potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran 2021.

Tahukah Anda? Tiap Zodiak Punya Bakat Terpendam!

Tahukah Anda, setiap pemilik tanda zodiak memiliki bakat terpendam yang mungkin bermanfaat untuk mengarungi kehidupan manusia.

Viral Pemotor Nyemplung Pantai Jepara, Ternyata Begini Ceritanya

Dalam video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan seorang pemotor yang tengah terjebak di pantai.

Polrestabes Semarang Gelar Tes Antigen Acak Pemudik di Simpang Lima

Total ada sekitar 100 kendaraan dari luar daerah yang terjaring operasi Satlantas Polrestabes Semarang di Simpang Lima.

Polri Akui Ratusan Kecelakaan di Puncak Arus Balik Lebaran 2021

Polri serius mencegah warga mudik Idulfitri atau Lebaran 2021, meski demikian Polri mengakui ratusan kecelakaan sepanjang puncak arus balik.

Wisata Kedungombo Dibuka Lagi, Terapkan Prokes Ketat

Seiring selesainya proses pencarian korban perahu terbalik, kemudian wisata Kedungombo dibuka kembali.

Tribun Sinagoge di Tepi Barat Ambruk, 2 Tewas & 100 Terluka

Musibah maut menyeruak di tengah konflik berdarah Israel dan Palestina ketika tribun sebuah sinagoge di Tepi Barat, Palestina ambruk.