Terdampak Pandemi, Operasional Bus Trans Jateng di Sragen Mundur
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan BRT Transjateng Koridor III Semarang-Kendal, Senin (28/10/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SRAGEN -- Operasional bus Trans Jateng di Sragen melalui program aglomerasi angkutan di Soloraya pada Juli dipastikan mundur. Hal ini setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah (Jateng) merasionalisasi anggaran untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

"Semua dinas ada rasionalisasi anggaran akibat Covid-19, termasuk Dishub Jateng. Hal itu membuat jadwal operasional bus Trans Jateng mundur menjadi September," terang Kepala Seksi (Kasi) Angkutan, Dishub Sragen, Bayu Kurniawan, kepada Solopos.com, Jumat (5/6/2020).

Bayu menjelaskan Dishub Sragen baru sebatas menyosialisasikan program aglomerasi angkutan kepada masyarakat dan pengusaha angkutan umum. Para pengusaha angkutan umum itu juga dilibatkan untuk menyediakan bus sesuai standar yang diinginkan dalam program aglomerasi.

Untuk jalur Terminal Tirtonadi-Sangiran-Sumberlawang, menurut rencana disediakan selter portabel atau halte di 40 titik sebagai lokasi pemberhentian bus. Namun, Bayu belum mengetahui apakah ada pengurangan jumlah selter akibat rasionalisasi anggaran untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

Dibekuk Polisi! Warga Bekonang Sukoharjo Dekati Wanita, Lalu Kuras ATM-nya

"Saya tidak tahu apakah ada pengurangan jumlah selter karena rasionalisasi anggaran. Bisa jadi hanya dipilih lokasi pemberhentian yang terbilang ramai. Ukuran selternya apakah juga dikurangi, saya belum dapat informasi. Soalnya pembangunan infrastruktur sepenuhnya ditangani Dishub Jateng," papar Bayu.

Sebelumnya, ada usulan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen supaya bus Trans Jateng bisa menjangkau Objek Wisata Gunung Kemukus demi mendongkrak kunjungan wisatawan. Akan tetapi, usulan itu belum mendapat respons dari Dishub Jateng.

Kemungkinan, kata Bayu, usulan itu tidak disetujui karena di simpang tiga Barong terdapat banyak warga yang menggantungkan hidup sebagai tukang ojek pangkalan.

"Kalau bus bisa menjangkau objek wisata, para tukang ojek ini akan kehilangan mata pencaharian. Kasihan kalau usaha mereka akhirnya mati karena adanya bus Trans Jateng," jelas Bayu.

Kasus DBD Melonjak di Colomadu, Puskesmas Gelar PSN Serentak


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho