Tutup Iklan
Terdampak Pandemi, 290 ODHA di Sukoharjo Dapat Bantuan
Ilustrasi ODHA. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 290 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sukoharjo mendapat bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan pangan untuk ODHA di Sukoharjo berasal dari lembaga internasional nonpemerintah dan nirlaba yang fokus melakukan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba dan pengidap HIV/AIDS bernama Caritas Germany.

Bantuan itu disalurkan lewat Yayasan Mitra Alam Solo yang melakukan pendampingan terhadap ODHA di Sukoharjo.

Petani Jombor Sukoharjo Positif Covid-19 Sempat Perbaiki Rumah Tak Pakai Masker

Seorang pegiat HIV/AIDS di Sukoharjo, Garis Subandi, mengatakan para ODHA juga terdampak pandemi Covid-19. Mereka kehilangan penghasilan lantaran minimnya order atau permintaan dari pelanggan selama lebih dari tiga bulan sehingga layak mendapatkan bantuan.

"Kami mengajukan permohonan bantuan pangan kepada Caritas Germany. Alhamdulillah disetujui dan segera disalurkan kepada para ODHA. Jumlah ODHA yang menerima bantuan sebanyak 290 orang," kata dia, saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (3/7/2020).

Satu paket bantuan pangan tersebut berupa beras seberat 15 kilogram, minyak goreng dua liter dan gula pasir dua kilogram. Penyaluran bantuan itu diharapkan meringankan beban para ODHA yang tak mendapat penghasilan akibat pandemi Covid-19.

Menkes Serahkan Santunan ke Keluarga 2 Nakes Meninggal Akibat Covid-19

Koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo tersebut menyampaikan penyaluran bantuan pangan dilakukan dua tahap. Penyaluran bantuan pangan tahap I telah dilakukan pada 22 Juni 2020.

"Sekarang penyaluran bantuan pangan tahap II kepada para ODHA. Bantuan pangan tidak diberikan langsung melainkan dikirim driver ojek online untuk mengantisipasi kerumunan massa sebagai bagian dari pencegahan persebaran pandemi Covid-19," papar dia.

Sistem Imun Lemah

Pria yang akrab disapa Bandi ini menjelaskan  ODHA merupakan kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terpapar virus corona. Imunitas tubuh pengidap HIV/AIDS lemah sehingga berpotensi terpapar virus Covid-19 saat melakukan kontak erat dengan pasien positif.

"Sistem imun pengidap HIV/AIDS kadang lemah, kadang biasa saja. Jika mereka melakukan kontak erat dengan pasien positif corona kemungkinan besar tertular," ujar dia.

Unik, Pasutri Berkostum Batman Jualan Sego Berkat di Sukoharjo

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular DKK Sukoharjo, Bejo Raharjo, menyatakan ODHA harus menjalani pengobatan antiretroviral (AVR) guna menekan jumlah virus di dalam tubuh.

Terapi AVR, kata dia, dilayani di RSUD Ir. Soekarno dan Puskesmas Nguter dan Grogol.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho