Terdampak Flyover, Jalanan di Purwosari Usang dan Berdebu
Eskavator mengusung beton pembatas saat penutupan Jl. Slamet Riyadi menuju perlintasan kereta api (KA) Purwosari, Solo, Rabu (5/2/2020). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Proyek pembangunan Flyover Purwosari Solo berdampak bagi kondisi jalanan di sekitarnya. Ruas jalan yang awalnya teduh kini berubah menjadi gersang akibat pepohonan di sekitarnya dipindahkan.

Sebuah ekskavator warna biru meratakan lahan di jalur lambat sisi selatan Jl. Slamet Riyadi, tepatnya di sebelah barat perlintasan sebidang Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, pukul 11.00 WIB, Jumat (31/1/2020).

Foto-Foto Keindahan Taman Bendung Tirtonadi Bak Eropa Kini Tinggal Kenangan

Cuaca di sekitar kawasan tersebut terasa sangat panas lantaran pepohonan telah dipindah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo sejak Senin (13/1/2020). Jalur yang dulunya hijau nan-teduh dirasakan pengendara sepeda motor, pejalan kaki, dan para pelaku usaha.

Jalur tampak gersang dan terik matahari mencubit-cubit kulit. Operator kemudian memarkirkan ekskavator di jalur lambat untuk beristirahat yang membuat jalan semakin sempit. Segelintir pengendara sepeda motor melintasi jalur lambat lantaran tak sabar menunggu antrean kendaraan akibat lampu lalu lintas.

Gesekan ban sepeda motor atau mobil pada jalur lambat membuat debu-debu berterbangan. Tak jauh dari lokasi tersebut, sejumlah siswi berjalan ke arah barat untuk berteduh di bawah pohon yang tidak terdampak proyek Flyover Purwosari.

Iuran BPJS Kesehatan Tak Jadi Turun, Ini Tarifnya

Salah satu siswa kelas XI SMA Batik Solo, menjelaskan, setiap Jumat pada jam istirahat keluar area sekolah untuk mencai pedagang cakwe dan soto. Ia merasa hilangnya pohon berdampak naiknya suhu secara signifikan.

“Banyak debu berterbangan tetapi enggak sampai menggangu kegiatan belajar mengajar. Debu sampai hal saja,” katanya.

Salah satu pengemudi ojek online, Edi Sriyono, 48, menjelaskan, para penumpang bus banyak yang memilih turun di area teduh yang tidak terdampak proyek Flyover Purwosari. Pelaksanaan proyek juga membuat pangkalan ojek online harus bergeser ke tempat yang teduh.

“Pada jam pulang sekolah dan jam pulang kantor macet parah karena jalan sempit. Jalur lambat tidak bisa dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Seks Kasar BDSM Bakal Dilarang, Apa Urusan Negara?

Menurut penyedia jasa fotokopi dan alat tulis komputer (ATK), Ratih, 33, hilangnya pohon membuat pandangan menjadi silau. Proyek juga membuat dia harus rajin menyapu debu di tokonya.

“Pandangan silau dan harus menyapu toko lebih dari tiga kali sehari supaya pelanggan nyaman. Tapi saya maklum flyover bisa mengurai kemacetan,” katanya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Flyover Purwosari sepanjang 198,88 meter tersebut harus memindahkan pohon sebanyak 377 tanaman dengan berbagai ukuran. Kontak pelaksanaan dan surat perintah mulai kerja Rabu (8/1/2020) dan 348 hari waktu pelaksanaan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho