Terdakwa Tolak Tuntutan JPU dalam Kasus Hibah Sapi, Ini Alasannya

Kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, telah memasuki sidang replik atau jawaban jaksa penuntut umum atas pledoi terdakwa.

 Sidang pembacaan tuntutan kepada dua terdakwa tindak pidana korupsi (Tipikor) BUM Desa Bersama Lenggar Bujo Giri di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/7/2022). (Istimewa/Kejari Wonogiri)

SOLOPOS.COM - Sidang pembacaan tuntutan kepada dua terdakwa tindak pidana korupsi (Tipikor) BUM Desa Bersama Lenggar Bujo Giri di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/7/2022). (Istimewa/Kejari Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, telah memasuki sidang replik atau jawaban jaksa penuntut umum atas pledoi terdakwa. Sidang keduanya berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, sidang pledoi dilaksanakan pada Selasa (9/8/2022). Sementara sidang replik dilaksanakan sepekan setelahnya, Selasa (16/8/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Feby Rudy Purwanto, mengatakan pada sidang pledoi, terdakwa Sigit Priyo Atmojo (Direktur PT Lereng Lawu Lestari) melalui kuasa hukumnya, Leonardus Agus Sriyanto, menolak tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Wonogiri.

Kuasa hukum beralasan bahwa terdakwa Sigit melakukan pengalihan usaha dari penggemukan sapi menjadi usaha pembuatan pupuk dan pakan ternak lantaran diperintah BUMDes Lenggar Bujo Giri. 

“Pada saat sidang replik, jelas kami menolak pledoi itu. Sebab pledoi yang disampaikan itu tidak sesuai dengan fakta-fakta di persidangan. Faktanya, Sigit merupakan aktor utama atau inisiator pengalihan usaha tersebut. Sigit mengiming-imingi BUMDes akan mendapatkan keuntungan besar dengan mengalihkan usaha penggemukan sapi ke usaha pembuatan pupuk dan pakan ternak,” kata Feby saat ditemui Solopos.com di Kantor Kejari Wonogiri, Selasa (18/8/2022).

Baca Juga: Kejari Wonogiri Usut Dugaan Korupsi Penggemukan Sapi Senilai Rp4 Miliar

Sigit juga beralasan tidak ada memorandum of understanding (MoU) antara PT Lereng Lawu Lestari dengan BUMDes Lenggar Bujo. Anehnya, Sigit justru sudah berani menggunakan uang BUMDes Lenggar Bujo Giri. Padahal seharusnya sebelum ada MoU, Sigit tidak berkuasa menerima dan menggunakan uang tersebut.

“Di persidangan, dia berkali-kali bilang kalau belum ada MoU antara keduanya. Di sisi lain, dia sudah menggunakan uang BUMDes Lenggar Bujo Giri untuk kepentingannya sendiri,” ujar dia.

Terdakwa lain, Sugeng (Ketua BUMDes Lenggar Bujo Giri pada 2019), melalui kuasa hukumnya, Supriyanto, tidak menolak tuntutan JPU dari Kejari Wonogiri. Hanya, pihaknya meminta ada keringanan tuntutan hukuman.

Sebelumnya, JPU Kejari Wonogiri menuntut Sigit Priyo Atmojo penjara selama 8 tahun dan denda senilai Rp300 juta subsidair 4 bulan kurungan. Sedangkan Sugeng dituntut penjara selama 7,5 tahun dan denda senilai Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Baca Juga: Tunggu Putusan! Aset BUM Desa Bersama Girimarto Wonogiri Terbengkalai

Keduanya terbukti bersalah lantaran melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara. Keduanya dinilai melanggar hukum karena merugikan keuangan negara melalui BUMDes Lenggar Bujo Giri senilai Rp4,065 miliar.

Sementara itu, kuasa hukum masing-masing terdakwa belum dapat memberikan keterangan ketika Solopos,com mencoba menghubungi keduanya, Kamis (18/8/2022).

Diketahui, persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan duplik dari kedua terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (23/8/2022).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Badan Wakaf Sukoharjo: Yuk, Berwakaf Juga Bisa dengan Uang Tunai

      Badan Wakaf Kabupaten Sukoharjo diminta mulai menyosialisasikan gerakan wakaf tunai.

      Walah, 50 Persen ASN Pemkot Solo Ternyata Belum Punya Rumah

      Sebanyak 50% dari total jumlah ASN di Pemkot Solo diketahui belum memiliki rumah sendiri. Pemkot bersama PT Taspen akan membangunkan rumah untuk mereka.

      Berantas Narkoba di Klaten, 5 Pengendar dan 1 Pemakai Dibekuk Polisi

      Satnarkoba Polres Klaten mengungkap empat kasus dengan enam tersangka selama September 2022.

      DPUPR Solo: Jurug A Jadi Jembatan Darurat Khusus Pengendara Sepeda Motor

      DPUPR Solo menegaskan jembatan darurat tidak dibangun di Beton, Sewu, ke Gadingan, Sukoharjo, melainkan menggunakan Jembatan Jurug A yang kini tengah diuji dan akan diperbaiki.

      Inilah Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri

      Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri dinilai sangat gampang.

      Soal Tragedi Kanjuruhan, Psikolog UIN RM Said Surakarta: Perlu Saling Evaluasi

      Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Kartasura, Sukoharjo, Ernawati, mengajak semua pihak saling evaluasi terkait tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang.

      Pemilihan Rektor UNS Solo, Pendaftar Boleh dari Perguruan Tinggi Lain

      Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UNS Solo belum mendapat satu pun pendaftar hingga hari kedua pendaftaran, Selasa (4/10/2022).

      Jumlah Pengguna QRIS Wonogiri Terendah di Soloraya, Ini Data Lengkapnya

      Merchant atau pedagang pengguna QRIS di Wonogiri hanya 8% dari total 358.410 pengguna di Soloraya.

      Marak KDRT hingga Kalangan Artis: Selingkuh dan Budaya Patriarki Penyebabnya

      Perselingkuhan dan budaya patriarki menjadi salah satu penyebab maraknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

      Berikut Data Produksi Kopi Arabika dan Robusta di Wonogiri

      Festival Kopi dan Batik di Wonogiri akan dijadikan sebagai agenda tahunan di waktu mendatang.

      Soal Jembatan Sasak Beton-Gadingan, DPUPR Solo Pasrahkan ke Balai Besar Sungai

      DPUPR Solo sudah mengadukan permasalahan jembatan sasak yang menghubungkan Kampung Beton, Sewu, dengan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

      Bupati Sragen Minta Cakades yang Tak Siap Kalah Untuk Mundur

      Sebanyak 48 calon kepala desa (cakades) di Sragen mendeklarasikan komitmen untuk menjaga Pilkades Serentak 2022 berlangsung damai dan lancar.

      Flyover Manahan dan Purwosari Solo Dilengkapi JPO, Konsepnya Modern Pakai Lift

      Dua jembatan penyeberangan orang atau JPO yang masing-masing akan dibangun di flyover Manahan dan Purwosari Solo berkonsep modern dilengkapi lift.

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.

      Merasa Sudah Paham, FPDIP DPRD Solo Tak Berikan Pandangan Umum atas APBD 2023

      FPDIP DPRD Solo tidak memberikan pandangan umum terhadap APBD 2023 padahal fraksi-fraksi lain memberikan pandangan mereka.