Terciduk Buang Sampah di Sungai, Bakul Dawet Pasar Klewer Solo Didenda Rp150.000

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo pekan lalu menangkap basah seorang pedagang dawet yang biasa berjualan di Pasar Klewer membuang sampah di sungai.

Terciduk Buang Sampah di Sungai, Bakul Dawet Pasar Klewer Solo Didenda Rp150.000

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sampah di sungai. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo pekan lalu menangkap basah seorang pedagang dawet yang biasa berjualan di Pasar Klewer membuang sampah di sungai.

Bakul dawet itu kemudian diproses hukum berdasarkan Perda No. 3/2010 yang mengatur warga agar tidak membuang sampah di sungai. Bakul dawet itu harus membayar denda senilai Rp150.000.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengatakan penangkapan bakul dawet itu menambah daftar tangkapan operasi tangkap tangan (OTT) sampah yang diproses secara hukum.

“Jadi baru saja, sepekan yang lalu kami menangkap lagi satu PKL yang memang kami pantau konsisten membuang sampah di sungai. Untuk lokasinya saya lupa di mana tapi di salah satu jembatan sungai. Dia sudah dipidanakan dan harus membayar denda,” beber Agus kepada Solopos.com tanpa menyebut nama pedagang bersangkutan, Senin (9/9/2019).

Menurut Agus, warga yang terjaring OTT sampah merupakan warga yang berulang kali membuang sampah di sungai selama pemantauan dilakukan. Warga yang pernah tapi tidak berulang kali membuang sampah di sungai dimasukkan dalam daftar prioritas pemantauan.

Sebanyak 12 jembatan sungai di Solo saat ini masuk di dalam radar pemantauan sebagai lokasi rawan pelanggaran pembuangan sampah.

“Kami sudah mengantongi lima nama lagi yang sudah masuk daftar pantauan. Kami masih mengawasi mereka saat ini. Kalau memang konsisten membuang sampah di sungai, akan langsung kami eksekusi dan langsung dilakukan tindakan hukum,” imbuh dia.

Sebelumnya, Satpol PP Solo menindak tegas dua pedagang hik yang nekat membuang sampah di sungai. Mereka masing-masing ditangkap di Kali Anyar dekat RS dr. Oen Kandang Sapi dan Bratan, Solo. Keduanya divonis denda Rp150.000.

Sementara itu, Sukarelawan Pekarya Sungai Kali Pepe, Tavip Jaka Susilo, mengklaim 70 persen warga sekitaran sungai masih suka membuang sampah di sungai. Hal tersebut diperkuat dari jenis sampah yang merupakan sampah rumah tangga.

“Kami melihat di setiap jalur sungai yang kanan dan kirinya ada pemukiman warganya, pasti ada banyak sampah yang menumpuk. Ada popok bayi, kemasan plastik, kresek, kain, pakaian, bahkan juga kami menemukan kotoran manusia juga,” beber dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.