Tutup Iklan

Terbukti Sebarkan Berita Bohong, Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara

Habib Rizieq divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Timur. Vonis itu dua tahun lebih ringan daripada tuntut jaksa.

 Habib Rizeq divonis empat tahun penjara. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Habib Rizeq divonis empat tahun penjara. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan bersalah kepada Habib Rizieq Shihab terkait kasus berita bohong tes swab RS UMMI. Rizieq divonis hukuman 4 tahun penjara.

Vonis ini dua tahun lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta hakim menjatuhkan vonis enam tahun penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta menyebarkan berita bohong dengan sengaja mengakibatkan keonaran,” ujar hakim ketua Khadwanto, membacakan putusannya, Kamis (24/6/2021).

Habib Rizieq dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq berupa dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara,” sambung hakim.

Baca Juga: Di Hadapan Hakim, Habib Rizieq Akui Tak Pantas Disebut Imam Besar

Hakim mengatakan Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong. Karena Rizieq dalam video yang diunggah YouTube RS UMMI menyatakan dirinya sehat padahal, menurut hakim, saat itu dia statusnya reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen.

“Menimbang bahwa majelis hakim berpendapat terdakwa memang belum di PCR, dan baru di antigen. Namun berdasarkan Kepmenkes tentang pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 kondisi seperti ini disebut probable Covid-19,” ujarnya.

Kabar Bohong

“Sehingga menurut majelis hakim walaupun belum dilakukan swab PCR, tetap saja terdakwa tidak bisa dikatakan sehat. Karena terdakwa probable Covid-19, sehingga informasi yang disampaikan terdakwa adalah terlalu dini dan mengandung kebohongan. Karena tidak sesuai fakta karena terdakwa sudah tahu dirinya reaktif Covid-19 namun terdakwa tetap mengatakan ‘kita sudah rasa segar sekali, alhamdulillah hasil pemeriksaan baik dan mudah-mudahan hasil ke depan baik’ tanpa menunggu hasil PCR sehingga majelis berkeyakinan terdakwa telah siarkan kabar bohong,” ungkap hakim.

Baca Juga: Terkait Kasus Swab RS UMMI, Habib Rizieq Dituntut 6 Tahun Penjara, Menantu 2 Tahun

“Menimbang oleh karena itu, cerita ayah, anak, dan dokter yang selalu dipaparkan terdakwa sebagai pembanding RS UMMI tidak ada relevansinya karena berbeda. Menimbang dengan demikian unsur menyebarkan berita bohong telah terpenuhi,” tegas hakim.

Hakim juga menyebut pernyataan Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan Dirut RS UMMI, dr Andi Tatat yang menyatakan kondisi Habib Rizieq baik-baik saja telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Menurut hakim, video yang disiarkan RS UMMI masuk ke dalam kategori keonaran.

Diketahui, vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Habib Rizieq dengan hukuman 6 tahun penjara.

Sementara itu, massa pendukung Habib Rizieq tetap bertahan di flyover Stasiun Klender, Jakarta Timur, meski jalur menuju Pengadilan Negeri Jakarta Timur diblokade polisi. Massa meneriakkan takbir.

Pantauan di sebelum flyover Stasiun Klender, Jl I Gusti Ngurah Rai yang mengarah ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur sekitar pukul 10.47 WIB, tampak massa masih bertahan. Massa meneriakkan kalimat takbir.

“Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!” teriak massa.

Kalimat takbir itu diselingi dengan selawatan. Beberapa orang ada yang membawa sejumlah poster bertulisan “stop the killing”. Bendera Merah-Putih dikibarkan

Berita Terkait

Berita Terkini

Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan Datang ke Polda Metro Jaya

Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Senin (27/9/2021) dan menjalani pemeriksaan selama kurang dari satu jam.

Round Up: Polisi Periksa Menko Marinvest Luhut Hari Ini

Pengacara Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Polda Metro Jaya akan memeriksa Luhut hari ini, Senin (27/9/2021).

Solopos Hari Ini: Membangun Lagi Pasar Janglot

Koran Solopos hari ini, Senin (27/9/2021), mengangkat berita terkait kebutuhan anggaran untuk pembangunan kembali pasar sebesar Rp4,5 miliar.

”Nevermind”, Semangat Revolusi Kebudayaan yang Masih Njamani

Kata yang secara tata bahasa Inggris salah itu justru punya nilai tambah, yaitu menggabungkan dua kata menjadi satu kata.

Diserang soal Papua, Indonesia Tampar Balik Vanuatu

Vanuatu terus mengusik kedaulatan negara lain dan terus menggencarkan tuduhan agresif dengan niatan yang buruk dan dasar politik terhadap Indonesia.

111 Mahasiswa Asing dari 16 Negara Belajar di UMS Mulai Tahun Ini

Universitas Muhammadiyah Surakarta atau UMS tahun ini menerima 111 mahasiswa asing dari 16 negara untuk belajar di kampus tersebut.

Dear Haris Azhar, Menteri Luhut Mulai Diperiksa Hari Ini

Polda Metro Jaya akan memeriksa Menteri Luhut, Senin (27/9/2021) hari ini.

Tim Polda Papua Barat Buru Penyerang Koramil Maybrat

Tim gabungan Polda Papua Barat memburu kelompok KNPB pimpinan Silas Ki pelaku penyerangan pos Koramil di Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua.

Menanti Kisah Asli Gerald Sokoy, Mantri Kesehatan yang Selamat dari KKB

Kembalinya mantri kesehatan Gerald Sokoy masih diselimuti misteri apakah benar ia disandera KKB atau tidak.

Workshop Jurnalistik: Dua Hari di Kehidupan Para Guru

Solopos Institute menggelar workshop jurnalistik yang diikuti delapan SMA/SMK di Soloraya.

Tepi Barat Memanas, Pasukan Israel Bunuh Empat Warga Palestina

Pasukan Israel pada Minggu (26/9/2021) membunuh sedikitnya empat warga Palestina saat melakukan penggeledahan di Tepi Barat yang diduduki.

Bharada Kurniadi Korban KKB Dimakamkan di Aceh

Bhayangkara Dua (Bharada) Muhammad Kurniadi gugur dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok.

Duh, 150 Hakim di Jatim Diadukan karena Melanggar Kode Etik

Sedikitnya 150 hakim di Jawa Timur diadukan ke Komisi Yudisial karena melanggar kode etik.

Epidemiolog Kaget Kasus Corona RI Bisa Turun Cepat

Pandu sendiri mengaku kaget dengan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia bisa turun dengan cepat.

Buronan 12 Tahun Terdeteksi Gara-Gara Menggugat Cerai Istri

Sang buronan terdeteksi setelah namanya muncul di Pengadilan Agama Subang, Jawa Barat sebagai penggugat cerai istrinya.