Eden Hazard (Reuters-Carlos Garcia)

Solopos.com, MADRID - "Saya akan membawanya ke Madrid dengan matanya yang tertutup". Kalimat tersebut keluar dari mulut legenda Real Madrid, Zinedine Zidane, saat wawancara dengan media Spanyol, Marca, pada April 2010.

Zidane ternyata sudah berhasrat untuk memboyong Eden Hazard ke Real Madrid sejak 2010 lalu. Saat itu, posisi Zidane "sebatas" penasihat khusus bagi Presiden Madrid, Florentino Perez. Namun, baru sembilan tahun kemudian pelatih yang akrab disapa Zizou tersebut bisa mewujudkan angan-angannya merekrut Hazard ke Santiago Bernabeu.

Zizou resmi menggaet Hazard dari Chelsea ke Madrid, Jumat (7/6/2019) malam waktu setempat. Winger kiri Belgia tersebut dibanderol 89 juta poundsterling (Rp1,6 triliun) sekaligus menempatkannya dalam daftar 10 besar pemain termahal di dunia.

Insting Zidane tidak salah. Saat wawancara dengan Marca sembilan tahun silam, dia meramalkan Hazard bakal memiliki karier cemerlang. Hazard menunjukkan tanda-tanda kesuksesan sejak mengenakan seragam Lille. Kariernya semakin melesat ketika pindah ke Liga Premier bersama Chelsea pada 2012.

Dia ikut menyokong dua trofi Liga Premier, dua trofi Liga Europa, satu gelar Piala FA, dan satu titel Piala Liga untuk tim London Barat itu. Dia juga menyokong 110 gol dan 81 assist dalam 352 laga bersama The Blues. "Hazard akan mengguncang masa depan: dia sangat bagus dan dia akan lebih bagus lagi," prediksi Zidane kala itu.

Sejak duduk di kursi pelatih Madrid, Zidane pun tak henti menggoda Hazard agar pindah ke Bernabeu. Termasuk dalam periode keduanya menukangi Madrid akhir musim 2018/2019. Zidane sendiri merupakan idola masa kecil winger asal Belgia tersebut. Hazard telah mengidolakan Zidane sejak belia.

Dia mengenakan kostum jersey Timnas Prancis bertulisakan nama Zidane ketika masih anak-anak. Bak gayung bersambut, Hazard akhirnya memenuhi "panggilan" Zidane untuk boyongan ke Bernabeu.

Setelah spekulasi sengit selama hampir kurang enam bulan terakhir, Hazard resmi menjadi pemain Madrid dengan ikatan kontrak lima tahun. Ia memilih mengakhiri perjalanan kariernya selama tujuh tahun bersama The Blues demi bergabung dengan klub impiannya sekaligus dilatih idolanya di masa kecil.

"Meninggalkan Chelsea adalah keputusan tersulit dalam karierku. Saya akan katakan saya cinta setiap momen di Chelsea," jelas Hazard dalam surat perpisahannya kepada Chelsea, seperti dikutip marca.com, Sabtu (8/6/2019).

Namun Zidane mendatangkan Hazard untuk membuat sang pemain bersenang-senang di Bernabeu. Sebagai galactico baru di Bernabeu, Hazard memiliki beban besar untuk mengatrol kembali performa Madrid yang bobrok musim lalu.

Los Blancos gagal mempertahankan gelar Liga Champions yang berturut-turut dimenangi mereka selama tiga musim terakhir. Di Liga Primera, Madrid hanya finis ketiga dengan terpaut 19 poin dari rival abadi mereka yang finis sebagai juara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: