Terbentur FFP, Milan Nekat Beli Bek Madrid

AC Milan belum berniat menghentikan aktivitasnya di bursa transfer meski terbentur problem Financial Fair Play (FFP). Klub berjuluk Rossoneri itu bahkan disebut telah sepakat untuk memboyong bek sayap Real Madrid, Theo Hernandez, seharga 20 juta euro (Rp321,9 miliar).

Terbentur FFP, Milan Nekat Beli Bek Madrid

SOLOPOS.COM - Theo Hernandez (Twitter)

Solopos.com, MILAN — AC Milan belum berniat menghentikan aktivitasnya di bursa transfer meski terbentur problem Financial Fair Play (FFP). Klub berjuluk Rossoneri itu bahkan disebut telah sepakat untuk memboyong bek sayap Real Madrid, Theo Hernandez, seharga 20 juta euro (Rp321,9 miliar).

Theo sejatinya digadang-gadang menjadi bek penerus Marcelo saat didatangkan Madrid dari Atletico Madrid seharga 24 juta euro, tahun 2017. Namun pemain 21 tahun itu justru tak mendapat banyak kesempatan bermain di Santiago Bernabeu. Dia pun kemudian dipinjamkan ke Real Sociedad sejak Agustus 2018.

Posisi Theo di Los Blancos kian terjepit setelah tim merekrut bek kiri asal Lyon, Ferland Mendy. Situasi ini diendus Milan untuk melakukan pendekatan pada sang pemain. Direktur Teknik Milan, Paolo Maldini, dikabarkan turun langsung untuk merayu Theo agar melanjutkan karier di San Siro.

Juventus saat itu juga disebut-sebut tertarik dengan servis sang bek kidal tersebut. Awalnya Madrid hanya mau melepas Theo dengan status pinjaman tanpa embel-embel opsi pembelian.

Namun kini muncul kabar positif setelah Madrid mencantumkan opsi pembelian dengan nilai 20 juta euro di akhir musim, dilansir La Gazzetta dello Sport, Jumat (28/6/2019). Media Italia itu juga menyebut Theo telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun, dengan bayaran mencapai 1,8 juta euro per tahun.

Area bek kiri Milan sendiri saat ini ditempati tiga pemain yakni Ricardo Rodriguez, Diego Laxalt dan Ivan Strinic. Rossoneri agaknya perlu menjual salah satu dari mereka agar neraca keuangan tim tak semakin timpang.

Belakangan Milan juga berencana melego Gianluigi Donnarumma untuk menyehatkan finansial tim. Paris Saint Germain dkabarkan sempat menyodorkan 20 juta euro plus Alphonse Areola untuk Donnarumma. Namun Milan yang mematok harga 50 juta euro langsung menolaknya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Petugas Rutan Purwodadi Siap Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan siap menjadi pendonor plasma konvalesen bagi pasien Covid-19.

Valentino Rossi akan Balapan Mobil setelah Pensiun dari MotoGP

Valentino Rossi mengatakan sudah tidak kompetitif lagi di balapan Moto GP.

FOTO : Lukisan Wajah Greysia/Apriayani di Daun Kering

Apresiasi untuk atlet Indonesia peraih medali emas Olimpiade

Gawat! Gaji Bintara TNI AD Disunat Pimpinan

Andika akan merotasi beberapa anggota TNI yang dianggap terlibat dalam kasus ini.

Valentino Rossi Putuskan Berhenti dari MotoGP

Selama membalap di MotoGP, Velentino Rossi meraih tujuh gelar juara dan yang terakhir diraih pada musim 2009.

Vaksinasi di Sleman Sasar Ibu Hamil dan Kalangan Disabilitas

Ada sekitar 4.500 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Sleman. Jumlah tersebut berdasarkan usia kehamilan antara 13-33 pekan.

Nusron Wahid Bela Eks Koruptor Jabat Komisaris BUMN

Nusron menilai tidak ada yang dilanggar Menteri BUMN dalam keputusannya mengangkat Emir Moeis.

Ekonomi RI Melesat, OJK Dorong Pemda Akselerasi Belanja Daerah

Belanja daerah memicu perluasan ruang pertumbuhan ekonomi baru, menyerap banyak tenaga kerja.

Kunjungi Sragen, Menko Marves dan Menkes Janji Suplai Vaksin 15.000 Dosis/Hari

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Solo Raya mencapai 75% pada akhir Agustus 2021.

Salurkan Hobi Masak, Ibu Muda Asal Solo Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Bakpao Unik

Ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya.

Pantauan Kejari Karanganyar, Tak Temukan Penimbunan Obat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terus melakukan pemantauan peredaran obat di Karanganyar sejak awal PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

PKL Solo Baru Sukoharjo Menjerit: Jalan Jangan Ditutup, Lampu Jangan Dimatikan!

Para PKL di kawasan Solo Baru Sukoharjo meminta pemerintah melonggarkan kebijakan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan.