Terbentur Aturan Usia, 27 Lansia Asal Sleman Batal Berangkat Haji

Sebanyak 27 calon haji asal Kabupaten Sleman tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini karena terkendala aturan batas umur dari pemerintah Arab Saudi.

 Salat Tarawih di Ka'bah di tengah pandemi virus corona, 24 April 2020. (Ganoo Essa/Reuters)

SOLOPOS.COM - Salat Tarawih di Ka'bah di tengah pandemi virus corona, 24 April 2020. (Ganoo Essa/Reuters)

Solopos.com, SLEMAN — Sebanyak 27 calon haji asal Kabupaten Sleman tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini. Hal ini karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi usia calon haji maksimal 65 tahun.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sholikhan Amin, mengatakan dari 32 orang tersebut sekitar 27 orang merupakan pasangan lansia dan lima orang lainnya merupakan pendamping lansia.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Jadi bukan gagal berangkat tetapi pemberangkatan mereka naik haji tahun ini tertunda karena kebijakan pemerintah Arab Saudi yang membatasi usia jemaah calon haji maksimal 65 tahun,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (18/5/2022).

Dijelaskan Sholikhan, tidak semua calon haji yang tertunda keberangkatannya karena terbentur aturan usia. Sebagian calon yang tidak berangkat haji tahun ini menunda keberangkatan karena salah satu pasangan tidak bisa menunaikan ibadah haji akibat kebijakan tersebut.

Baca Juga: Bus Rombongan Takziah Kecelakaan di Sleman, 1 MD & 26 Orang Luka-Luka

Adapun pendamping lansia, lanjut Sholikhan juga tidak bisa berangkat karena lansia yang akan didampingi terbentur aturan batas usia. Meski begitu, ada juga salah satu pasangan yang tetap berangkat meskipun pasangannya terbentur aturan usia.

“Misalnya, karena suaminya terbentur aturan batas maksimal usia yang dibolehkan untuk berangkat, maka istrinya memilih untuk tidak ikut atau menunda keberangkatan. Kami nanti akan meminta surat pernyataan dari yang bersangkutan,” katanya.

Menurut Sholikhan, jumlah jemaah calon haji yang tidak bisa berangkat tahun ini bisa saja bertambah karena batas pelunasan biaya ibadah haji baru ditutup pada 20 Mei mendatang.

Baca Juga: Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Ternyata di Gunungkidul

“Nanti akan terlihat data secara keseluruhan siapa yang gagal berangkat karena belum bisa melunasi biaya ibadah haji,” ujarnya.

Ia mengatakan pada tahun ini calon haji yang terdaftar asal Sleman sebanyak 547 orang. Dari jumlah itu, sekitar 260an orang sudah melunasi biaya haji. Sebanyak dua calon haji meninggal dunia sebelum berangkat. Bila ditambah 32 calon haji yang tidak bisa berangkat karena faktor usia, maka total jumlah calon haji yang tidak bisa berangkat sebanyak 34 orang.

Sekadar diketahui, pemberangkatan jemaah calon haji sudah dua kali tertunda akibat pandemi Covid-19 (2020-2021). Untuk tahun 2019, jumlah calon haji yang berangkat sekitar 1.925 orang sementara untuk tahun ini jumlah jemaah calon haji yang dibolehkan berangkat sebanyak 549 orang.

Baca Juga: TPA Gunungkidul Menggunung, Setiap Hari Sampah yang Masuk Capai 50 Ton

Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Fauzi mengatakan Kemenag optimistis pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat digelar dengan baik. Hal itu dilihat dari berbagai persiapan yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag di tiap-tiap daerah dan juga tim dari pusat.

“Tim dari Kemenag RI sudah mengirim petugas untuk mengecek kesiapan berbagai hal dalam penyelenggaran ibadah haji baik itu akomodasi, transportasi, maupun konsumsi. Hanya saja karena kondisi pandemi dan persiapan yang waktunya juga terbatas kuota yang diberikan juga terbatas,” kata dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Belasan Warga Sleman Gagal Berangkat Haji Tahun Ini Gegara Terganjal Usia

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Korupsi Uang Kas, Mantan Direktur RSUD Wonosari Ditetapkan Tersangka

Mantan Direktur RSUD Wonosari, Gunungkidul, Isti Indiyanti, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang rugikan keuangan negara mencapai ratusan juta rupiah.

Simak! Per 1 Juli Beli Pertalite & Solar di DIY Tidak Pakai MyPertamina

Pertamina memastikan membeli Pertalite dan Solar dengan aplikasi MyPertamina belum diterapkan per 1 Juli 2022, termasuk di DIY.

Belasan Tenda PKL di Kulonprogo Dibongkar, Ganggu Keindahan Kota!

Belasan tenda milik PKL yang terpasang di Alun-alun Wates, Kulonprogo, dibongkar petugas Satpol PP.

Cocok Buat Jalan-Jalan Lur! Prakiraan Cuaca Jogja Selasa: Cerah

prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Selasa (28/6/2022) menurut BMKG.

SMPN 2 Turi Wajibkan Siswi Muslim Berjilbab, Disdik Sleman: Revisi!

Kepala SMPN 2 Turi, Kabupaten Sleman, mengeluarkan aturan wajib jilbab bagi siswi yang beragama Islam.

Gali Model Baru Bisnis Media Digital, AMSI Gelar Diskusi di 2 Kota

AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir dimulai dari assesment anggota AMSI.

Kecamatan Terpadat di Kota Jogja, Luasnya Kurang dari 1 KM Persegi

Berikut ini kecamatan terpadat dan tersepi di Kota Jogja menurut data BPS.

Susah Sinyal,Warga Gunungkidul Harus Berjalan 5 KM untuk Akses Internet

Warga desa di Kabupaten Gunungkidul terpaksa harus berjalan hingga 5 km untuk mendapatkan akses internat.

Siap-Siap! Bus Sekolah Gratis Segera Mengaspal di Jalanan Sleman

Satu unit bus sekolah akan segera beroperasi di jalanan Sleman untuk memfasilitasi pelajar.

Waspada! 4 Anak di Jogja Jadi Korban Pelecehan Seksual

Empat anak di Kota Jogja menjadi korban pelecehan seksual oleh dua pelaku berbeda dengan modus iming-iming uang.

Ini Syarat Menjadi Abdi Dalem Keraton Jogja, Tertarik?

Berikut ini syarat untuk menjadi abdi dalem Keraton Jogja.

Dua Risiko Tsunami Pantai Selatan Yogyakarta

Berdasarkan hasil penelitian, deretan pantai di Yogyakarta terbagi menjadi dua zona risiko tsunami sesuai jenis pantainya karena lokasinya yang keberadaan zona megathrust selatan Jawa, bagian dari zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Abdi Dalem Keraton Jogja Juga Ada Jenjang Karier, Begini Urutannya

Abdi dalem Keraton Yogyakarta ternyata memiliki jenjang karier yang bisa diajukan dalam waktu tertentu.

Abdi Dalem Keraton Jogja Pernah Digaji Rp500 per Bulan

Abdi dalem Keraton Jogja ternyata pernah digaji hanya Rp500 per bulan.

Gaji Abdi Dalem Keraton Jogja di Bawah UMR?

Jumlah gaji abdi dalem Keraton Jogja sangat sedikit, bahkan jauh di bawah UMR.