Alat berat digunakan untuk menata lahan bekas RSUD dr. Harjono yang nantinya akan digunakan untuk relokasi pedagang Pasar Legi Ponorogo, Selasa (4/12/2018). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pembangunan Pasar Legi Ponorogo akan dibiayai pemerintah pusat seluruhnya. Diperkirakan butuh anggaran Rp180 miliar untuk pembangunan pasar yang terbakar pada 2017 silam itu.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan pembangunan gedung Pasar Legi Ponorogo akan dikerjakan pemerintah pusat. Pemkab Ponorogo hanya kebagian untuk pembuatan detail engineering design (DED). Anggaran pembangunan pasar tersebut diperkirakan mencapai Rp180 miliar.

Dia menuturkan proses perancangan DED membutuhkan waktu yang tidak singkat. Bahkan Pemkab harus berkali-kali mengubah DED untuk menyesuaikan berbagai hal yang diinginkan pemerintah pusat.

"Kami berkali-kali mengubah rancangannya. Semula empat lantai kemudian diminta jadi tiga lantai. Lalu jadi empat lantai lagi. Lalu berubah menjadi dua lagi. Diminta berubah lagi menjadi empat lantai tanpa atap," kata dia yang dikutip dari siaran pers, Senin (22/7/2019).

Ipong menuturkan pemerintah pusat menghendaki Pasar Legi Ponorogo dengan empat lantai tanpa atap. Dengan lahan parkir sampai di lantai III. Sedangkan untuk lantai I akan digunakan untuk pedagang oprokan.

Sebenarnya Pemkab sempat mengusulkan anggaran pembangunan Pasar Legi senilai Rp244 miliar. Namun, karena ada perubahan desain sehingga anggaran diturunkan menjadi Rp180 miliar.

Ipong menuturkan ada sejumlah fasilitas yang dikurangi di Pasar Legi nantinya. Seperti tidak ada cool storage atau almari pendingin raksasa untuk para pedagang daging dan genset. Pembangunan diperkirakan bisa dimulai 2019 dan selesai 2020.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten