Terancam Molor, 2 Proyek di Sragen Ini Dapat Perhatian Khusus
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan Wabup Sragen, Dedy Endriyatno, bersama Kepala DPUPR Sragen, Marija, melakukan peletakan cor pertama proyek peningkatan Jl. Tunggul-Winong, Gondang, Jumat (27/4/2018). (Istimewa-Dokumen DPUPR Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Memasuki akhir 2018, proyek fisik yang didanai APBD maupun APBD Perubahan Sragen mencapai 95%. Ada dua proyek yang mendapat perhatian khusus dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena belum selesai hingga pertengahan Desember ini.

Dua proyek tersebut adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Bedoro dan Desa Karanganyar di Kecamatan Sambungmacan serta proyek talut dan beton jalan di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri.

“Betonisasi jalan di Gilirejo Baru itu panjangnya hampir 2 km. Mungkin baru sampai sekitar 85%. Masih ada lebih dari 100 meter yang belum digarap. Tapi, kemarin saya lihat sudah drop material,” jelas Kepala Desa Gilirejo Baru Hartono saat dihubungi Solopos.com, Minggu (16/12/2018).

Kepala Dinas PUPR Sragen Marija mengatakan proyek betonisasi jalan dan talut di Gilirejo Baru agak terlambat pengerjaannya karena sempat menjadi polemik antara warga dan kontraktor. Warga sempat memprotes kontraktor karena dinilai mengabaikan kualitas beton dan talut jalan.

“Proyek ini sempat mandek karena ada polemik itu. Setelah kami beri arahan, proyek jalan lagi. Kami minta masing-masing bisa menahan diri. Warga saya minta kalau memberi masukan ya dengan cara yang baik dan santun, jangan sampai menyinggung sisi pekerjaan. Rekanan juga harus bekerja sesuai aturan,” jelas Marija saat ditemui Solopos.com di kantornya belum lama ini.

Berdasar hasil uji laboratorium, Marija menilai kualitas beton jalan dan talut yang dibangun di Desa Gilirejo Baru sudah baik. “Memang ada penggunaan pasir yang kualitasnya kurang baik. Tapi, kualitas beton di sana itu sudah sesuai standar. Itu berdasar hasil lab. Yang namanya belum kering, kalau dipukuli ya remuk,” papar Marija.

Marija optimistis dua proyek tersebut bakal selesai dalam waktu dekat. Dinas PUPR memberi deadline kepada dua rekanan untuk menyelesaikan tugasnya paling lambat Kamis (20/12/2018).

“Saya yakin enggak ada yang telat. Saya tidak mau berandai-andai. Pasti dua pekerjaan itu akan selesai,” terang Marija.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom