Terancam Batal Jadi Cawabup dari PDIP di Pilkada Wonogiri, Begini Respons Sriyono

Pilkada Wonogiri 2020 diwarnai dengan DPC PDIP yang mengusulkan reposisi cawabup.

SOLOPOS.COM - Sriyono. (Istimewa/DPC PDIP Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI - Sriyono terancam batal mendampingi Joko Sutopo di Pilkada Wonogiri 2020 sebagai cabup dan cawabup. Pasalnya, PDIP Wonogiri berencana melakukan reposisi cawabup.

Reposisi itu diputuskan melalui rapat pengurus DPC PDIP Wonogiri yang digelar satu kali di Kantor DPC PDIP Wonogiri, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Juli 2020 lalu. Hasilnya, DPC PDIP Wonogiri mengusulkan Sriyono diganti Setyo Sukarno sebagai cawabup.

Usulan ini sudah dikirim ke DPP PDIP. Kendati demikian, keputusan rekomendasi paslon tetap berada di tangan DPP.

Wuhuu... UNS Solo Masuk 5 Besar Kampus Peraih Dana Program Kreativitas Mahasiswa

Sriyono sendiri tak mempermasalahkan adanya reposisi tersebut. Dia mengaku akan mengikuti langkah yang diambil partainya. Sriyono menceritakan sejak awal tak pernah mendaftarkan diri sebagai cawabup pada penjaringan di tingkat DPC PDIP Wonogiri maupun DPD PDIP Jawa Tengah.

Sriyono mengaku kaget saat mendapat kabar dirinya bakal direkomendasi sebagai cawabup. Bahkan, saat itu dia sampai sakit karena asam lambungnya naik. Dia pun sampai dirawat inap di rumah sakit beberapa hari, sebelum DPP mengumumkan namanya. Sampai saatnya tiba, DPP benar-benar mengumumkan namanya sebagai cawabup.

“Passion [hasrat/harapan] saya sejak dahulu ada di DPRD. Saya ingin menjadi wakil rakyat dari pada di eksekutif. Menilik sejarah saya dulu, saya maju dalam Pileg 2004 atas mandat kelompok tani di Puhpelem. Saya dapatnya mandat sebagai wakil para petani di Puhpelem. Sampai sekarang mandat itu yang saya pegang,” ucap anggota DPRD Wonogiri empat periode itu.

Faktor Kesehatan

Setyo Sukarno sendiri merupakan Sekretaris DPC PDIP Wonogiri dan Ketua DPRD Wonogiri. Setyo menjelaskan reposisi itu dilakukan karena alasan kesehatan Sriyono. Politikus asal Kecamatan Puhpelem itu memiliki riwayat sakit dalam.

Dia menegaskan partainya mengusulkan reposisi bukan atas masukan dari pihak mana pun. Keputusan itu atas inisiatif internal DPC PDIP Wonogiri. Setyo menyatakan salah besar apa bila ada pandangan pengusulan reposisi ini karena ada faktor eksternal.

“PDIP adalah partai yang terbuka. Kami tak pernah membedakan suku, agama, ras, atau apa pun. Itu menjadi prinsip dasar PDIP. Saya meluruskan jangan sampai timbul persepsi masyarakat yang keliru. Ini semata-mata karena kesehatan beliau [Sriyono]. Ini pun atas kehendak Pak Sriyono,” kata Setyo saat dihubungi.

GP Ansor Desak Polisi Tangkap Pelaku Kericuhan Di Mertodranan Solo

Terkait dirinya yang diusulkan sebagai pengganti posisi cawabup, Setyo berujar hal itu merupakan keputusan rapat. Hingga saat ini tidak ada alternatif tokoh lain selain dirinya yang diusulkan sebagai pengganti. Dia tak menolaknya.

“Ini baru usulan. Keputusan finalnya ada di tangan DPP. Usulan dikabulkan atau tidak, nanti pasti akan terjawab saat DPP menerbitkan rekomendasi secara resmi,” ulas Setyo.

Berita Terbaru

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok peraturan KPU (PKPU) tentang pemungutan suara Pilkada serentak, 9 Desember...

KPU Grobogan Tak Undang Bapaslon Saat Penetapan

Solopos.com, PURWODADI -– Penetapan pasangan calon oleh KPU Grobogan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bakal pasangan calon...

Penetapan Paslon Pilkada Sukoharjo Digelar Tertutup, Etik-Agus dan Joswi Tak Diundang

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon atau paslon pada Pilkada...

KPU Sragen Pastikan TPS Aman dari Covid-19, Warga pun Tak Takut Nyoblos

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memastikan tempat pemungutan suara (TPS) tempat warga mencoblos...

KPU Klaten: Calon Bupati-Wakil Bupati Dilarang Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut!

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten melarang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati membawa massa saat menghadiri pengundian...

Polemik Penundaan Pilkada 2020, Ini Kata Wali Kota Solo Rudy

Solopos.com, SOLO -- Desakan penundaan pilkada serentak 2020 terus bergulir selama beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sikap Presiden...

Komisi II DPR, Mendagri dan KPU Sepakat Pilkada 2020 Jalan Terus

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pertemuan Komisi II DPR bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP sepakat tidak ada...

Rebut Hati Milenial Solo, Gibran-Teguh Siapkan Konser Musik Virtual

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan cawali-cawawali Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, menyiapkan acara konser musik secara virtual...

Strategi Fajri Galang Suara di Pilkada Klaten: Sering Nongkrong di Angkringan

Solopos.com, KLATEN — Salah satu calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Muhammad Fajri, bakal lebih rutin menongkrong di sejumlah angkringan...

Kompak! 6 Parpol Deklarasikan Yuni-Suroto Jadi Cabup-Cawabup Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan enam partai politik (parpol) secara resmi mendeklarasikan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto)...